Semarak Pesantren Ramadhan di MTs Madrasatul Qur’an Salafiyah Pati, Integrasikan Kurikulum Madrasah dan Pondok
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9.497
- comment 0 komentar

Semarak Pesantren Ramadhan di MTs Madrasatul Qur’an Salafiyah Pati, Integrasikan Kurikulum Madrasah dan Pondok
Pcnupati.or.id — Nuansa religius menyelimuti lingkungan MTs Madrasatul Qur’an Salafiyah di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Madrasah yang terintegrasi dengan Pondok Pesantren Bunyanun Marshush ini kembali menggelar program Pesantren Ramadhan dengan konsep pembinaan penuh selama 24 jam.
Program ini mengusung visi mendalam: menyatukan aktivitas akademik madrasah dan spiritualitas pesantren dalam satu napas ibadah yang berkesinambungan.
Sejak fajar menyingsing, para siswa yang juga berstatus sebagai santri telah memulai ritme aktivitas mereka. Usai melaksanakan salat Subuh berjamaah dan setoran hafalan di lingkungan pondok, agenda langsung berlanjut ke madrasah.
Kegiatan pagi dibuka dengan salat Duha bersama, disusul pengajian kitab kuning Ta’lim Muta’allim. Fokus utama kajian ini adalah penanaman adab serta etika dalam menuntut ilmu, yang menjadi fondasi karakter setiap santri.
Setelah sesi kajian kitab, para santri beralih ke kegiatan murojaah atau mengulang hafalan Al-Qur’an. Intensitas ibadah diperdalam melalui halaqah bersama guru yang mencakup praktik langsung urusan ubudiyah. Para santri dibimbing mendalami tata cara wudu, gerakan salat, hingga pembacaan zikir yang sesuai tuntunan (kaifiyah).
Rangkaian aktivitas di madrasah ini berlangsung hingga siang hari sebelum para siswa kembali ke asrama untuk beristirahat sejenak.
Memasuki pukul 14.00 WIB, fokus kegiatan bergeser kembali ke area pesantren. Para santri mengikuti pengajian kitab Lubabul Hadits bersama jajaran asatid. Kedisiplinan salat berjamaah juga menjadi poin utama untuk mempererat kebersamaan antar-santri.
Puncak suasana spiritual terjadi pada malam hari saat pelaksanaan salat Tarawih. Berbeda dengan tempat lain, ciri khas di sini adalah pembacaan satu juz Al-Qur’an secara berurutan setiap malamnya. Posisi imam dipercayakan kepada ustadz tahfiz dan santri yang memiliki hafalan kuat (mutqin). Kegiatan malam kemudian ditutup dengan tadarus Al-Qur’an kolektif.
Kepala MTs Madrasatul Qur’an Salafiyah, Alwi Ahmad Sulthon, menegaskan bahwa model integrasi ini adalah identitas utama lembaga yang dipimpinnya.
”Tidak ada sekat pemisah antara sekolah dan pesantren. Semua dirancang menyatu, mulai dari sisi ibadah, proses belajar, hingga pembinaan akhlak para siswa,” terangnya.
Melalui sistem terpadu ini, program Pesantren Ramadan diharapkan tidak hanya meningkatkan wawasan agama, tetapi juga membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki akhlakul karimah. MTs Madrasatul Qur’an Salafiyah terus berkomitmen mencetak generasi yang unggul secara akademik sekaligus kokoh secara iman. (Angga/ltn)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar