Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ribuan Emak-Emak Serbu Banyutowo

Ribuan Emak-Emak Serbu Banyutowo

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 20 Mar 2022
  • visibility 239
  • comment 0 komentar
Antusiasme 1500 emak dari Muslimat NU dan  Fatayat NU Dukuhseti dalam mengikuti Istighotsah dan gema sholawat

 

DUKUHSETI – Ribuan kaum emak memadati Desa Banyutowo. Mereka berbondong-bondong untuk menghadiri acara istighotsah dan sholawat bareng pada Sabtu (19/3) kemarin. 

Ibu-ibu tersebut merupakan anggota Fatayat NU dan Muslimat NU se-Kecamatan Dukuhseti. Sedikitnya, 1500 orang yang mengikuti agenda tersebut. 

Selain gema sholawat, mereka juga mengadakan khataman al-Qur’an sebanyak 33 khataman bin nadhor dan 1 khataman bil ghaib. 

“Alhamdulillah berjalan lancar. Khatamannya dilaksanakan sejak pukul 06.00 WIB pagi tadi,” ungkap Nur Farida, ketua PAC Fatayat NU Dukuhseti. 

Habib Fuad bin Hasan al Aidrus yang hadir memimpin maulid tampak bersemangat di hadapan ibu-ibu. Atmosfir sukacita itupun menjalar ke semua peserta gema sholawat. 

Acara tersebut, lanjut Nur Farida, sengaja diadakan untuk menyambut Bulan Ramadhan tahun ini. Sebab, menurutnya, sudah beberapa tahun terakhir ini perayaan megengan (upacara perayaan menyambut Ramadhan-red) selalu sepi akibat corona. 

“Alhamdulillah mudah-mudahan kebersamaan ini bisa menumbuhkan semangat ibu-ibu di sini (Dukuhseti),” imbuh dia. 

Perkuat Kaum Ibu

Sementara itu, Nyai Hj. Faridatus Sa’adah, Ketua PAC Muslimat NU Dukuhseti mengungkapkan bahwa, 1500-an ibu-ibu Nahdliyyin yang hadir tersebut menjadi bukti gigihnya kaum wanita dalam berjuang di NU. 

Ia juga menegaskan bahwa peran wanita dalam NU sangat besar. Namun, wanita memang selalu berkontribusi di ‘belakang’ sehingga perannya sering kali tidak nampak. 

“Kita memotivasi sahabat-sahabat Muslimat dan Fatayat agar tetap berjuang,” tegas Nyai Farida. 

Salah satu cara ia dalam menumbuhkan semangat anggotanya adalah dengan menegaskan bahwa peranan wanita dalam NU sangat penting. Tanpa adanya para pemudi Fatayat NU dan ibu-ibu Muslimat NU, maka program-program NU pula akan terhambat. 

Ia menyebut sosialisasi program-program NU banyak disalurkan melalui forum jama’ah tahlil dan yasin ibu-ibu. Selain itu, Koin NU juga banyak terdistribusikan melalui ibu-ibu. 

“Harapan saya agar Muslimat dan Fatayat menyadari betapa strategisnya posisi mereka sehingga semangat dalam berjuang di NU ini semakin kuat dan kuat,” pungkasnya.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MUI Kota Salatiga Mengkaji Toleransi di Asean

    MUI Kota Salatiga Mengkaji Toleransi di Asean

    • calendar_month Sab, 3 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    SALATIGA-MUI Kota Salatiga mengadakan Seminar Internasional bertajuk Toleransi di Kawasan Asia Tenggara pada Sabtu (3/8) di Hotel Laras Asri Salatiga. Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, imam besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. H. Noor Ahmad, rektor Unwahas Semarang, Dr. H. Ahmad Kamel H. Yusof, ketua Jam’iyah Ulama Fathoni Darussalam Pattani […]

  • Fatayat NU Pati Turun Tangan Bantu Korban Puting Beliung

    Fatayat NU Pati Turun Tangan Bantu Korban Puting Beliung

    • calendar_month Sab, 26 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Penyerahan bantuan secara simbolik oleh pengurus PC Fatayat NU Pati kepada salah seorang korban bencana puting beliung di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati TAYU – Bencana puting beliung yang terjadi di Kecamatan Tayu beberapa waktu lalu telah mengakibatkan beberapa pohon tumbang, infrastruktur terhambat dan berbagai kekacauan lainnya.  Tak hanya itu, rumah-rumah warga juga benyak mengalami kerusakan […]

  • PCNU-PATI

    NU Dalam Membangun Cita-Cita Keadaban Bangsa

    • calendar_month Sab, 7 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dewasa ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan dengan persoalan yang pelik, mulai dari tingginya angka kemiskinan, maraknya praktik korupsi, suap, dan konflik antar agama. Problematika ini tentunya melapukkan proses keadaban bangsa kita, terutama para pemangku kebijakan serta semua elemen masyarakatuntuk tergerak dalam membangun kesadaran yang berlandaskan pada moralitas bangsa, dan bukan berdasarkan pada […]

  • PCNU-PATI

    Santri Harus Punya Peran di Berbagai Bidang

    • calendar_month Kam, 2 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jepara – Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Pecangaan Jepara menggelar tasyakkur (syukuran) ke-44 tahun yang berlangsung di mushala madrasah setempat, Selasa (31/10) pagi.  Hadir sebagai pemantik acara bertajuk “Santri Milenial dan Tantangan Global” Ketua STKIP PGRI Pacitan H Mukodi dan akademisi UIN Walisongo Semarang, H Fakhrudin Aziz.  Selain sivitas akademika MA Walisongo, hadir pula Ketua […]

  • Momen halal Bi Halal MWCNU Winong, Ranting NU dan Banomnya Sepakat Dukung Penuh Klinik NU HALAL BI HALAL Pratama Rawat Inap

    Momen halal Bi Halal MWCNU Winong, Ranting NU dan Banomnya Sepakat Dukung Penuh Klinik NU HALAL BI HALAL Pratama Rawat Inap

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Winong mengadakan acara Halal Bihalal pada minggu, 20 April 2025. Halal Bihalal yang dilaksanakan bertempat di Gedung Klinik Pratama Rawat Inap NU Winong ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kab Pati KH Yusuf Hasyim, S.Ag, M.SI, Pengurus MWCNU Winong, Muspika Kec Winong, Badan Otonom Muslimat NU, Fatayat […]

  • Dari Kopi Menggerakan Literasi

    Dari Kopi Menggerakan Literasi

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Niam At Majha saat memetik biji kopi di kebun milik orang tuanya di Desa Plukaran, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati “Cuaca pagi ramah, seramah udara dingin. Di sini kebun kopi seperti rumah singgah, tempat aku menampung lelah” Cuplikan tersebut merupakan bait teraakhir puisi berjudul ‘Pemetik Kopi’ karya Niam At Majha. Putra asli Pati ini tidak saja […]

expand_less