Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dari Godaan Hiburan

Puasa dari Godaan Hiburan

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 9 Mar 2025
  • visibility 663
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda*

 

Bulan Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga saat yang tepat untuk membersihkan hati, pikiran, dan kebiasaan sehari-hari. Salah satu fenomena modern yang kini banyak menyita waktu dan perhatian adalah kecanduan game online. Para santri, mahasiswa, hingga masyarakat umum, banyak yang terjerumus dalam dunia virtual hingga lupa akan kewajiban dan tanggung jawabnya. Lantas, bagaimana Islam memandang fenomena ini? Apakah berlebihan dalam bermain game bisa mengurangi keberkahan Ramadan?

 

Di tengah gempuran teknologi dan hiburan digital, tantangan terbesar bagi generasi milenial adalah bagaimana menjaga kekhusyukan ibadah puasa. Salah satu godaan yang paling sering menghampiri adalah kecanduan game online. Jika sekadar hiburan, semua orang butuh hiburan, dan tidak masalah. Namun masalahnya, ketika hiburan itu di bulan Ramadan justru menumbangkan akal sehat, merogeh banyak kocek, dan meruntuhkan substansi puasa, itu jelas tidak boleh dan kita harus berpuasa dalam arti menahannya. Begitu!

 

Game Online dalam Perspektif Islam

Dalam Islam, setiap aktivitas manusia seharusnya membawa manfaat bagi dirinya dan lingkungannya. Rasulullah Saw bersabda: “Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi, no. 2317).

 

Game online sendiri pada dasarnya bukan sesuatu yang haram. Namun, ketika permainan tersebut mengganggu ibadah, menyebabkan kelalaian, atau bahkan menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri dan orang lain, maka sebaiknya dibatasi. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-‘Asr: 1-3).

 

Ayat ini mengingatkan kita bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga, dan manusia akan merugi jika tidak memanfaatkannya dengan baik. Jika game online lebih banyak membawa kemudharatan daripada manfaat, maka seyogianya seorang Muslim berusaha untuk mengendalikannya, apalagi di bulan Ramadan yang penuh dengan keberkahan.

 

Game online memiliki daya tarik yang kuat sehingga sering kali membuat seseorang lupa waktu. Banyak kejadian di mana seseorang menunda shalat karena terlalu asyik bermain. Padahal, shalat adalah tiang agama dan tidak seharusnya dikalahkan oleh urusan duniawi. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa meninggalkan kewajiban karena urusan dunia adalah tanda lemahnya iman.

 

Selain itu, terlalu banyak bermain game dapat membuat tubuh lelah dan mengantuk, sehingga seseorang kehilangan semangat dalam melaksanakan ibadah malam seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan qiyamul lail. Padahal, di bulan Ramadan ini, setiap ibadah akan dilipatgandakan pahalanya.

 

Kitab-kitab kuning karya ulama Ahlussunnah Waljamaah juga banyak membahas tentang pentingnya menjaga diri dari perbuatan yang sia-sia. Dalam kitab Ihya Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa di antara perkara yang dapat merusak hati adalah terlalu banyak bermain dan berhibur.

 

Ulama-ulama fikih juga berbeda pendapat mengenai hukum bermain game online. Ada yang memperbolehkan dengan syarat tidak berlebihan dan tidak melalaikan kewajiban agama, ada pula yang mengharamkan jika game tersebut mengandung unsur yang haram, seperti kekerasan, perjudian, atau pornografi.

 

Kita semua sepakat bahwa game online dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental. Terlalu lama bermain game dapat menyebabkan kelelahan mata, gangguan tidur, obesitas, hingga depresi. Selain itu, game online juga dapat menyebabkan kecanduan yang sulit diatasi.

 

Puasa dari Game Online

Puasa dari game online bukan berarti harus meninggalkan hiburan sepenuhnya, tetapi lebih kepada mengatur waktu agar tidak berlebihan. Kita bisa melakukan sejumlah strategi agar terhindari game online, atau setidaknya mengurangi lah. Pertama, membuat jadwal yang jelas. Tetapkan waktu khusus untuk bermain game, misalnya hanya setelah tarawih atau di waktu senggang yang tidak mengganggu ibadah.

 

Kedua, menjauhkan perangkat saat waktu ibadah. Saat waktu salat atau tilawah, letakkan ponsel atau komputer di tempat yang jauh agar tidak tergoda untuk bermain. Ketiga, mengurangi intensitas bermain. Secara Bertahap Jika sulit langsung berhenti, coba kurangi durasi bermain secara bertahap hingga akhirnya bisa mengontrol diri sepenuhnya.

 

Keempat, mencari teman yang mendukung. Bergabung dengan komunitas yang mendorong kebiasaan baik di bulan Ramadan, seperti kelompok kajian atau komunitas tilawah. Kelima, mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat. Ganti waktu bermain game dengan kegiatan yang lebih produktif, seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian online, atau membantu orang tua di rumah. Keenam, doa. Berdoalah kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan untuk menjauhi segala bentuk godaan yang dapat merusak ibadah puasa kita.

 

Ramadan adalah bulan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan bulan untuk menghabiskan waktu dengan game online tanpa batas. Dengan mengendalikan diri dari kecanduan game, kita tidak hanya memperoleh manfaat di dunia, tetapi juga pahala dan keberkahan di akhirat.

 

Puasa dari game online adalah salah satu bentuk jihad melawan hawa nafsu. Dengan “berpuasa” dari game online, kita berharap dapat meraih keberkahan Ramadan dan menjadi pribadi yang lebih baik.

 

Mari gunakan bulan yang suci ini untuk memperbaiki diri, menata kebiasaan, dan meraih kemuliaan. Sebagaimana pesan dalam kitab Ta’lim Muta’allim, seorang pencari ilmu harus mampu mengatur waktunya dengan baik agar tidak terbuang sia-sia. Semoga kita semua dapat menjalani Ramadan dengan penuh kesadaran dan manfaat. Aamiin.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Ma’arif NU Jawa Tengah Terima Kunjungan dari Kampus China

    LP Ma’arif NU Jawa Tengah Terima Kunjungan dari Kampus China

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.095
    • 0Komentar

      Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Jawa Tengah menerima kunjungan akademik dari sejumlah kampus asal Tiongkok pada Rabu (30/10) di Semarang. Kunjungan ini bertujuan menjajaki kerja sama pendidikan, khususnya pemberian beasiswa bagi para alumni madrasah dan sekolah yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU Jawa Tengah. Selain pertemuan resmi, rombongan juga meninjau langsung kegiatan […]

  • Menolak Diskriminasi Wanita

    Menolak Diskriminasi Wanita

    • calendar_month Sen, 11 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikhah* Masuk pada pembahasan tentang Perempuan dan tuntutan hak-hak mereka. Hadist dari Umu Salamah RA berkata, “Wahai Rasulullah: Saya tidak pernah mendengar Allah menyebutkan secara jelas perempuan didalam hijrah. Maka Allah menurunkan sebuah ayat: “Aku tidak menyia-nyiakan amal setiap orang diantara kalian baik laki-laki maupun perempuan. Sebagian dari kalian adalah bagian yang […]

  • Respon Pidato Muktamar, Ketua Ma'arif Jateng Desak Presiden Tepati Janji

    Respon Pidato Muktamar, Ketua Ma’arif Jateng Desak Presiden Tepati Janji

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19.044
    • 0Komentar

    JOMBANG — Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, menyambut baik sekaligus siap menagih komitmen pemerintah atas pidato yang disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur pada Kamis (27/8/2026). ‎ ‎Dalam pidatonya, Presiden Prabowo secara terbuka menyampaikan komitmennya untuk mendistribusikan bantuan perangkat […]

  • Pelantikan JQH, Bupati : Kita Rubah Image Pati menjadi Kota Qur’ani

    Pelantikan JQH, Bupati : Kita Rubah Image Pati menjadi Kota Qur’ani

    • calendar_month Ming, 30 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Kedatangan para Pengurus Wilayah JQH Jawa Tengah disambut oleh Bupati Pati  PATI – Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) NU Kabupaten Pati dilantik di Pendopo Kabupaten. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (29/1) siang kemarin.  Sedikitnya 70 peserta hadir dan menyimak sakralnya acara tersebut. Tak ketinggalan, Bupati Pati, H. Haryanto, sebagai tuan rumah pendopo kabupaten juga turut […]

  • Pelibatan Masyarakat dalam Gerakan Keluarga Maslahat di Kabupaten Pati

    Pelibatan Masyarakat dalam Gerakan Keluarga Maslahat di Kabupaten Pati

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 547
    • 0Komentar

      PATI – Sebanyak 72 tokoh agama dan penyuluh agama Islam di Kabupaten Pati mengikuti kegiatan “Pelibatan Masyarakat dalam Gerakan Keluarga Maslahat” yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pati, Selasa (29/7/2025), di aula Kankemenag. Acara ini mengusung tema Gerakan Keluarga Maslahat melalui Program Bimbingan Keluarga dan bertujuan untuk menguatkan sinergi antara penyuluh agama Islam […]

  • Titipan PCNU untuk Konfercab IPNU-IPPNU

    Titipan PCNU untuk Konfercab IPNU-IPPNU

    • calendar_month Sab, 28 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

      K. Yusuf Hasyim (di podium), ketua PCNU Pati sedang memberikan amanah kepada para pelajar NU Pati dalam acara pembukaan Konfercab IPNU-IPPNU Pati tahun 2021 PATI – Dalam sambutannya di pembukaan Konfercab PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati, Ketua PC NU Pati, K. Yusuf Hasyim menitipkan tiga amanah kepada seluruh kader. Amanah pertama, K. Yusuf berharap […]

expand_less