Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dari Godaan Hiburan

Puasa dari Godaan Hiburan

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 9 Mar 2025
  • visibility 670
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda*

 

Bulan Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga saat yang tepat untuk membersihkan hati, pikiran, dan kebiasaan sehari-hari. Salah satu fenomena modern yang kini banyak menyita waktu dan perhatian adalah kecanduan game online. Para santri, mahasiswa, hingga masyarakat umum, banyak yang terjerumus dalam dunia virtual hingga lupa akan kewajiban dan tanggung jawabnya. Lantas, bagaimana Islam memandang fenomena ini? Apakah berlebihan dalam bermain game bisa mengurangi keberkahan Ramadan?

 

Di tengah gempuran teknologi dan hiburan digital, tantangan terbesar bagi generasi milenial adalah bagaimana menjaga kekhusyukan ibadah puasa. Salah satu godaan yang paling sering menghampiri adalah kecanduan game online. Jika sekadar hiburan, semua orang butuh hiburan, dan tidak masalah. Namun masalahnya, ketika hiburan itu di bulan Ramadan justru menumbangkan akal sehat, merogeh banyak kocek, dan meruntuhkan substansi puasa, itu jelas tidak boleh dan kita harus berpuasa dalam arti menahannya. Begitu!

 

Game Online dalam Perspektif Islam

Dalam Islam, setiap aktivitas manusia seharusnya membawa manfaat bagi dirinya dan lingkungannya. Rasulullah Saw bersabda: “Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi, no. 2317).

 

Game online sendiri pada dasarnya bukan sesuatu yang haram. Namun, ketika permainan tersebut mengganggu ibadah, menyebabkan kelalaian, atau bahkan menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri dan orang lain, maka sebaiknya dibatasi. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-‘Asr: 1-3).

 

Ayat ini mengingatkan kita bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga, dan manusia akan merugi jika tidak memanfaatkannya dengan baik. Jika game online lebih banyak membawa kemudharatan daripada manfaat, maka seyogianya seorang Muslim berusaha untuk mengendalikannya, apalagi di bulan Ramadan yang penuh dengan keberkahan.

 

Game online memiliki daya tarik yang kuat sehingga sering kali membuat seseorang lupa waktu. Banyak kejadian di mana seseorang menunda shalat karena terlalu asyik bermain. Padahal, shalat adalah tiang agama dan tidak seharusnya dikalahkan oleh urusan duniawi. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa meninggalkan kewajiban karena urusan dunia adalah tanda lemahnya iman.

 

Selain itu, terlalu banyak bermain game dapat membuat tubuh lelah dan mengantuk, sehingga seseorang kehilangan semangat dalam melaksanakan ibadah malam seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan qiyamul lail. Padahal, di bulan Ramadan ini, setiap ibadah akan dilipatgandakan pahalanya.

 

Kitab-kitab kuning karya ulama Ahlussunnah Waljamaah juga banyak membahas tentang pentingnya menjaga diri dari perbuatan yang sia-sia. Dalam kitab Ihya Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa di antara perkara yang dapat merusak hati adalah terlalu banyak bermain dan berhibur.

 

Ulama-ulama fikih juga berbeda pendapat mengenai hukum bermain game online. Ada yang memperbolehkan dengan syarat tidak berlebihan dan tidak melalaikan kewajiban agama, ada pula yang mengharamkan jika game tersebut mengandung unsur yang haram, seperti kekerasan, perjudian, atau pornografi.

 

Kita semua sepakat bahwa game online dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental. Terlalu lama bermain game dapat menyebabkan kelelahan mata, gangguan tidur, obesitas, hingga depresi. Selain itu, game online juga dapat menyebabkan kecanduan yang sulit diatasi.

 

Puasa dari Game Online

Puasa dari game online bukan berarti harus meninggalkan hiburan sepenuhnya, tetapi lebih kepada mengatur waktu agar tidak berlebihan. Kita bisa melakukan sejumlah strategi agar terhindari game online, atau setidaknya mengurangi lah. Pertama, membuat jadwal yang jelas. Tetapkan waktu khusus untuk bermain game, misalnya hanya setelah tarawih atau di waktu senggang yang tidak mengganggu ibadah.

 

Kedua, menjauhkan perangkat saat waktu ibadah. Saat waktu salat atau tilawah, letakkan ponsel atau komputer di tempat yang jauh agar tidak tergoda untuk bermain. Ketiga, mengurangi intensitas bermain. Secara Bertahap Jika sulit langsung berhenti, coba kurangi durasi bermain secara bertahap hingga akhirnya bisa mengontrol diri sepenuhnya.

 

Keempat, mencari teman yang mendukung. Bergabung dengan komunitas yang mendorong kebiasaan baik di bulan Ramadan, seperti kelompok kajian atau komunitas tilawah. Kelima, mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat. Ganti waktu bermain game dengan kegiatan yang lebih produktif, seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian online, atau membantu orang tua di rumah. Keenam, doa. Berdoalah kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan untuk menjauhi segala bentuk godaan yang dapat merusak ibadah puasa kita.

 

Ramadan adalah bulan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan bulan untuk menghabiskan waktu dengan game online tanpa batas. Dengan mengendalikan diri dari kecanduan game, kita tidak hanya memperoleh manfaat di dunia, tetapi juga pahala dan keberkahan di akhirat.

 

Puasa dari game online adalah salah satu bentuk jihad melawan hawa nafsu. Dengan “berpuasa” dari game online, kita berharap dapat meraih keberkahan Ramadan dan menjadi pribadi yang lebih baik.

 

Mari gunakan bulan yang suci ini untuk memperbaiki diri, menata kebiasaan, dan meraih kemuliaan. Sebagaimana pesan dalam kitab Ta’lim Muta’allim, seorang pencari ilmu harus mampu mengatur waktunya dengan baik agar tidak terbuang sia-sia. Semoga kita semua dapat menjalani Ramadan dengan penuh kesadaran dan manfaat. Aamiin.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto Karya Ketua LTNNU Pati Dipamerkan di Lasem

    Foto Karya Ketua LTNNU Pati Dipamerkan di Lasem

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.061
    • 0Komentar

      LASEM – Sebanyak 123 karya fotografi dipamerkan di Pendopo Masjid Jami’ Lasem dan Rumah Nyonya (Kompleks Rumah Merah Lasem), Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, pada 18-25 Oktober 2025. Pameran foto jurnalistik bertajuk Santri Volume 2 ini digelar oleh Perum LKBN Antara yang berkolaborasi dengan Yayasan Lasem Heritage, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang, Museum Islam Nusantara, […]

  • PCNU - PARI Photo by Foundry

    Peningkatkan Minat Baca Siswa Madrasah Ibtidaiyah

    • calendar_month Sel, 5 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Membaca adalah hal yang sangat penting dalam memajukan setiap pribadi manusia maupun suatu bangsa. Dengan membaca, kita dapat memperluas wawasan dan mengetahui dunia. Namun sebuah persoalan membaca yang selalu mengemukan, terutama di kalangan pelajar, adalah bagaimana cara menimbulkan minat dan kebiasaan membaca. Banyak negara berkembang memiliki persoalan yang sama, yaitu kurangnya Minta membaca di kalangan […]

  • Angkat Tema Eco Theology Education, INISNU Gelar Seminar Internasional

    Angkat Tema Eco Theology Education, INISNU Gelar Seminar Internasional

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.716
    • 0Komentar

      Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar Seminar Internasional bertajuk “The Transformation of Eco Theology Education”, Senin (19/1/2026) yang berpusat di aula lantai 2 INISNU dan secara virtual melalui Zoom Meeting yang diikuti ratusan peserta dari Indonesia, India, Malaysia, dan USA. Kegiatan ini menjadi forum akademik strategis untuk mendiskusikan transformasi pendidikan ekoteologi […]

  • Ketum PBNU Didapuk sebagai Wakil Presiden Religion for Peace

    Ketum PBNU Didapuk sebagai Wakil Presiden Religion for Peace

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    JAKARTA-Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj menerima anugerah sebagai vice president (wakil presiden) Religion for Peace. Dikonfirmasi dari Deputy Secretary General Religion for Peace, Kiyoichi Sugino, pengangkatan Ketua Umum PBNU tersebut atas dasar track record yang berhasil dicetak melalui NU. “900 orang dari delegasi 125 negara menyepakati hal tersebut” ungkap Kiyoichi di Gedung PBNU, […]

  • PCNU : Nisfu Sya’ban Momentum Emas untuk Berbenah

    PCNU : Nisfu Sya’ban Momentum Emas untuk Berbenah

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 542
    • 0Komentar

    Kegiatan santunan yatim peringatan Nisfu Sya’ban di salah satu masjid di Kabupaten Pati tahun lalu.  PATI-Kasus penyebaran covid 19 yang todak kunjung usai, membuat sebagian warga resah. Hal ini ditanggapi serius oleh berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk NU. Semua lapisan di NU mulai pengurus besar hingga ranting berlomba menyediakan layanan terbaik bagi masyarakat. Melalui lembaga-lembaganya, NU […]

  • Kios Kaffah, Pusatnya Perlengkapan Haji dan Oleh-Oleh Khas Pati

    Kios Kaffah, Pusatnya Perlengkapan Haji dan Oleh-Oleh Khas Pati

    • calendar_month Kam, 16 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 819
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Pati – Masyarakat Kabupaten Pati tak perlu kebingungan jika ingin mendapatkan oleh-oleh khas Pati.  Pasalnya, telah hadir Kios Kaffah yang menjual berbagai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Pati.  Kios yang terletak di kompleks Gedung Haji Kabupaten Pati atau di depan Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) Pati itu buka setiap hari mulai pukul […]

expand_less