Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PCNU Beberkan Makna Jargon Andalan NU

PCNU Beberkan Makna Jargon Andalan NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
  • visibility 470
  • comment 0 komentar
K. Yusuf Hasyim, Ketua Tanfidziyah PCNU Pati.

PATI-Jargon ‘NKRI Harga Mati’ dan ‘Hubbul Waton Minal Iman‘ (cinta tanah air sebagian dari iman-red) yang sering digaungkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) ternyata bukan hanya sekadar isapan jempol. Makna yang terkandung di dalamnya sangatlah mendasar jika ditelaah lebih jauh.

Motto penyemangat yang dirancang oleh para ulama terdahulu tersebut memiliki tujuan mulia. Tidak lain, agar warga NU mempunyai komitmen kuat terhadap keutuhan bangsa. 

Di era abad 21 saat ini, jargon tersebut memiliki peran yang sangat penting. Selain bisa mempersatukan bangsa, keduanya juga mampu menjadi penangkal maraknya radikalisme dan terorisme di masyarakat.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, K. Yusuf Hasyim, mengatakan meski slogan-slogan tersebut bukan merupakan instruksi, para kader NU secara spontan selalu melafalkannnya dalam berbagai kesempatan. Misalnya dalam pertemuan-pertemuan, rapat organisasi ataupun dalam forum-forum informal.

“Memang disengaja. Itu salah satu upaya ulama agar menjaga NKRI tidak pecah tanpa menambahi label Indonesia Islam,” terang K. Yusuf, Rabu (7/7).

Pria berkacamata itu juga menandaskan bahwa Slogan NKRI Harga mati merupakan pengakuan bahwa NKRI adalah final. Dengan kata lain, Indonesia tidak perlu diubah menjadi negara khilafah, negara Islam, atau sistem-sistem lainnya.

“Saya kira para ulama NU menerima NKRI sesuai dengan ajaran Islam. Umat islam di Indonesia bisa memberikan kedamaian kepada Indonesia yang multikultural.” Imbuhnya.

Sementara, Slogan Hubbul Waton Minal Iman atau yang berarti nasionalisme merupakan persuasi yang coba disusun agar masyarakat mencintai agama dan negara sehingga negara Indonesia bisa berjalan beriringan dengan ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945. K. Yusuf mengatakan slogan-slogan tersebut diharapkan akan tertanam di alam bawah sadar warga NU sehingga menambah kecintaan terhadap tanah air.

“Diajarkan kepada kader penerus untuk memegang teguh rasa cinta terhadap negara. Itu sampai dibuat mars oleh mbah Wahab (KH. Wahab Chasbullah-red) sebagai kepedulian ulama NU terhadap nasionalisme. Islam dan nasionalisme itu satu kesatuan.” Terangnya.

Dengan penjelasan ini, K. Yusuf berharap kepada para kader muda islam agar tidak mudah terjerumus dengan faham-faham radikal yang berpotensi memecah belah bangsa. Sebab, tidak ada yang perlu dipertentangkan antara nasionalisme dan islam.(niam/lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Nati Melnychuk

    Relasi Aman Tanpa Penundukan

    • calendar_month Jum, 7 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Kembali menulis soal perempuan. Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah postingan dari pegiat dan aktivis gender ternama diakun sosial medianya. Ia menuliskan sebuah tanggapan atas sebuah cuitan seorang pria. Bukan cuitan, namun lebih tepatnya tentang curahan hati perihal hubungan dengan pasangannya. Pria ini menuliskan sebuah kalimat unek-unek tentang dirinya yang tak […]

  • PCNU Pati Sosialisasikan Program Kios WarNU

    PCNU Pati Sosialisasikan Program Kios WarNU

    • calendar_month Sel, 6 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    PATI – Lembaga Perekonomian PCNU Kabupaten Pati Kemarin ( Minggu, 04/10/2020) mensosialisasikan konsep ritel modern Kios Warga NU (WarNU) di gedung PCNU Pati Lantai 3 yang dihadiri oleh ketua PCNU Pati K. Yusuf Hasyim, S.Ag, M.Si dan calon-calon mitra Kios WarNU Se-Kabupaten Pati. Yusuf Hasyim menyebutkan usaha ritel sebagai salah satu usaha yang paling diminati di […]

  • Ngaji Kitab Demokratis bersama Mbah Kahar

    Ngaji Kitab Demokratis bersama Mbah Kahar

    • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Suasana ngaji luring di Ponpes Al Ma’arif Gembong bersama KH. Abdul Qohar setiap hari Sabtu malam GEMBONG – Pengasuh Ponpes Al Ma’arif Gembong, KH. Abdul Qohar, membuka ngaji kitab untuk umum. Agenda ini sudah berlangsung sejak bertahun-tahun, namun belum banyak masyarakat yang mengetahui.  Kiai lulusan Lasem yang akrab disapa Mbah Kahar tersebut membuka kajian kitab […]

  • Gelar Puncak Acara Resepsi Hari Santri, PWNU Jateng Ajak Warga Jaga Kerukunan Jelang Pilkada 2024

    Gelar Puncak Acara Resepsi Hari Santri, PWNU Jateng Ajak Warga Jaga Kerukunan Jelang Pilkada 2024

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Semarang – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah akan menggelar Puncak Acara Resepsi Hari Santri yang terdiri dari Jalan Sehat Santri Jawa Tengah, Bazar Kreatif Santri Jawa Tengah, Seminar Kreatif ekonomi, dan berbagai pelatihan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional PWNU Jawa Tengah 2024 dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya […]

  • NU Temanggung Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Dusun di 289 Ranting

    NU Temanggung Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Dusun di 289 Ranting

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.056
    • 0Komentar

    Temanggung – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Temanggung menargetkan pendirian kepengurusan hingga tingkat anak ranting di seluruh dusun se-kabupaten. Target ambisius ini disampaikan Rais Suriah PC NU KH Muhammad Furqan Mazhur dalam Apel 10.000 Kader memperingati Harlah NU ke-100. Sabtu Pagi (31/01/2026). “NU Temanggung sudah berdiri di 20 MWC dan 289 ranting. Program […]

  • Mengenang KH Muhammadun Abdul Hadi Kajen

    Mengenang KH Muhammadun Abdul Hadi Kajen

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

    KH Muhammadun Abdul Hadi adalah salah satu kiai di Kajen Pati. Putra dari Mbah Abdul Hadi ini terkenal dengan kecintaannya pada ilmu, tawadu‘, sekaligus aktivis bahtsul masail dan Nahdlatul Ulama. Kiai yang pernah menjabat sebagai hakim Pengadilan Agama ini bahkan diakui Mbah Abdul Hamid Pasuruan sebagai waliyullah yang zahid dan wara‘. Berikut ini ulasan mengenang KH […]

expand_less