Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PBNU berikan Penghargaan kepada 56 Ponpes, Satu di Antaranya Pesantren Maslakul Huda Kajen

PBNU berikan Penghargaan kepada 56 Ponpes, Satu di Antaranya Pesantren Maslakul Huda Kajen

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 31 Jan 2023
  • visibility 272
  • comment 0 komentar


Pcnupati.or.id
 – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berikan penghargaan kepada 56 pondok pesantren (Ponpes) di Indonesia, selasa (31/1/2023).

Kegiatan yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta ini merupakan acara Anugerah Satu Abad NU. 

Adapun puluhan ponpes yang mendapatkan penghargaan tersebut merupakan yang telah berusia lebih dari 100 tahun.

Dari daftar penerima penghargaan tersebut, terdapat satu ponpes dari Kabupaten Pati, yakni Pondok Pesantren Maslakul Huda, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, yang telah berdiri sejak tahun 1910.

Pengurus Yayasan Pesantren Maslakul Huda Pati, Fajrul Falah mengatakan, Ponpes Maslakul Huda dirintis oleh KH Mahfudh Salam.

Mulanya, Kiai Mahfudh memulai cikal bakal pondok dengan mengajar kitab kuning di musala kepada santri yang ingin belajar agama. 

Kemudian, pada tahun 1949 – 1963, pesantren tersebut dipegang oleh adik Kiai Mahfudz, yakni KH Ali Muhtar.

Dirangkum dari berbagai sumber, pesantren ini awalnya belum bernama Maslakul Huda, melainkan Polgarut yang merupakan akronim dari nama area di Desa Kajen tempat pesantren ini berada, yaitu Gempol Garut. 

Pada tahun 1963, pesantren ini dipegang oleh Kiai Sahal Mahfudh. Barulah saat itu berganti nama menjadi Maslakul Huda.

Penamaan tersebut membawa maksud sebagai tahap lanjutan dari Mathali’ul Huda, pesantren yang didirikan ayah Kiai Mahfudh, kakek dari Kiai Sahal, yakni Kiai Abdussalam.

“Kemudian kepengurusan pondok diteruskan oleh Romo KH Mochamad Achmad Sahal Mahfudh yang dulu semasa hidupnya pernah menjadi Rais Aam PBNU (1999-2014) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (2000-2014),” kata Fajrul Falah.

Saat ini pondok itu dipegang oleh KH Abdul Ghaffar Rozin, putra KH Sahal Mahfudh.

Fajrul Falah menjelaskan, saat ini terdapat lebih dari seribu santri yang menimba ilmu di ponpes ini.

“Mayoritas santri dari Jawa, tapi banyak juga yang dari luar Jawa,” kata dia.

Fajrul menambahkan, program unggulan di Maslakul Huda ialah takhasus fi ushul al-fiqh. Ini sesuai dengan spesialisasi keilmuan mendiang KH Sahal Mahfudh yang masyhur sebagai ahli fiqih sosial.

Dengan usia Maslakul Huda yang sudah lebih dari satu abad, Fajrul berharap pesanten ini bisa tetap konsistem dalam membina santri dan masyarakat.

“Semoga pesantren ini istiqomah ‘ngemong’ santri dan masyarakat serta memunculkan kader-kader ulama potensial,” harap dia.

(Angga/Ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pergunu dan Ma’arif NU Jateng Komitmen Cetak Generasi NU yang Mendunia

    Pergunu dan Ma’arif NU Jateng Komitmen Cetak Generasi NU yang Mendunia

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.588
    • 0Komentar

    Guanzhou, Pergunu Jawa Tengah (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama)bersama LP Ma’arif NU Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi Nahdlatul Ulama yang memiliki wawasan global dan mampu bersaing di kancah internasional. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Pergunu Jawa Tengah, Dr. H. Nur Cholid, M.Pd., M.Ag, dan Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fakhrudin Karmani, M.Pd, […]

  • Photo by Wolfgang Hasselmann

    Terima Kasih Telah Mencintaiku

    • calendar_month Ming, 25 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Terima kasih sudah menyapaku hari ini. Rasanya seperti tidak nyata. Beberapa hari yang lalu kamu menyapa. “Lama tak ada kabar?” aku hanya memandangi pesanmu dengan ragu. Kemudian aku abaikan. Belum sempat aku membalas, kamu sudah ada di hadapanku dengan senyum sumringahmu. Bersamamu malaikat kecil dan penjaga hatimu sekarang. Kita berkenalan dan […]

  • Logam Jowo

    Logam Jowo

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Logam Jawa, sebuah usaha kuningan yang berkonsentrasi di bidang handle pintu. usaha yang di tekuni oleh Kader Nahdlatul Ulama di Juwana Pati Jenis     : Hadle MinimalisPanjang: 45 cmHarga    : Rp. 75.000 belum OngkirHub       : 082276951949   Logam Jawa, sebuah usaha kuningan yang berkonsentrasi di bidang handle pintu.usaha yang di tekuni oleh Kader Nahdlatul Ulama di Juwana […]

  • MUI Kota Salatiga Mengkaji Toleransi di Asean

    MUI Kota Salatiga Mengkaji Toleransi di Asean

    • calendar_month Sab, 3 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    SALATIGA-MUI Kota Salatiga mengadakan Seminar Internasional bertajuk Toleransi di Kawasan Asia Tenggara pada Sabtu (3/8) di Hotel Laras Asri Salatiga. Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, imam besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. H. Noor Ahmad, rektor Unwahas Semarang, Dr. H. Ahmad Kamel H. Yusof, ketua Jam’iyah Ulama Fathoni Darussalam Pattani […]

  • Bahtsu Masail tentang Imamah (kepemimpinan) dalam Perspektif Fiqh

    Bahtsu Masail tentang Imamah (kepemimpinan) dalam Perspektif Fiqh

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Trangkil Pati mengadakan bahtsul masail putaran ke 51 mengkaji tentang  kepemimpinan dalam perspektif  fiqh, 18/5 kemarin. Acara berlangsung di PP Riyadlus Shalihin Trangkil Bandung Bahtsu masail ini dipimpin oleh KH Badruddin Syathibi selaku Rais Syuriyah MWCNU Trangkil. Dr Zumradi, K Said, K Sabar, K Hambali, dan kiai kiai […]

  • PCNU-PATI Photo by Mailchimp

    Sekolah Sebagai Tempat Pembentukan Karakter Anak

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pada era globalisasi persoalan karakter menjadi sorotan tajam masyarakat dalam sistem pendidikan. Persoalan yang muncul seperti kekerasan, kurusuhan, kejahatan seksual, etika bahasa yang buruk, mengikis moralitas masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan yang berkelanjutan dan pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan harapan kedepan, lembaga sekolah bisa menghasilkan […]

expand_less