Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Madrasah Damai Pati Gelar Pelatihan Media Sosial

Madrasah Damai Pati Gelar Pelatihan Media Sosial

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 14 Okt 2022
  • visibility 128
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id – Madrasah Damai menggelar Pelatihan “Sosial Media sebagai Ruang Dialog” di Aula Lantai 3 The Safin Hotel Pati. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, yakni mulai Jumat sampai dengan Minggu 14-16 Oktober 2022. Adapun yang menjadi pesertanya adalah para kawula muda.

Komunitas sekaligus lembaga pelatihan, penelitian, dan pendidikan perdamaian berbasis santri dari Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati ini menggelar pelatihan karena merasa gelisah terhadap adanya laporan Digital Civility Index yang dirilis Microsoft. Dari riset itu, menunjukkan bahwa warganet di Indonesia adalah yang paling tidak sopan se Asia Tenggara.

Pendiri Madrasah Damai, Kamilia Hamidah menjelaskan, pihaknya ingin membangun ruang digital yang lebih ramah. Terlebih, nilai-nilai dan budaya pesantren bisa ditransformasikan ke ruang digital tersebut.

“Selain itu, kegelisahan lain kami adalah bagaimana komunitas pesantren itu sulit untuk bisa mendominasi ruang publik dengan pesan-pesan yang edukatif,” terang dia. 

Menurut dia, hal yang perlu dipromosikan adalah bagaimana mengedukasi dan membangun relasi dengan baik. Bahkan, menghargai adanya perbedaan. 

“Agree to disagree. Sepakat untuk berbeda. Artinya tentang menghargai perbedaan. Bagaimana kita menyikapi media sosial sebagai pasar opini yang sangat beragam,” tutur dia.

Adanya pelatihan ini, Kamila berharap kalangan muda mampu menciptakan konten edukatif yang mampu diterima oleh masyarakat. 

“Konten yang tidak membangun kebencian atau hasutan dan keresahan di masyarakat. Itu tujuan utamanya,” ujar dia.

Kamila menyebut, dalam pelatihan ini telah diajarkan bagaimana cara menganalisa berbagai macam narasi yang muncul, kemudian menyaringnya menjadi narasi yang sifatnya positif.

“Narasi yang positif disampaikan melalui konten medsos yang beragam, mulai dari teks, infografis, hingga vlog. Teman-teman juga kami ajak untuk mempelajari bagaimana mendesain skrip yang baik dan membuat konten yang baik,” kata dia.

Para peserta pelatihan ini juga dibekali pengetahuan tentang bagaimana cara merespon berbagai tipe dari audiens. Mulai dari audien hater maupun yang pro. 

“Kami kategorikan model-model audiens tersebut dan bagaimana cara menyikapi itu,” beber dia.

Ia menjelaskan, Madrasah Damai yang berdiri sejak 2018 ini memiliki cita-cita besar. Yakni menebarkan nilai perdamaian khas pesantren kepada masyarakat. 

“Awalnya kami awali dengan pelatihan nilai-nilai perdamaian seperti menerima diri, menghargai perbedaan, bagaimana perdamaian itu harus dibangun dan juga ditularkan kepada banyak orang,” tandas dia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Ketua PCNU Cerita Pengalaman Haji : Saya Bandingkan dengan Negara Lain (1)

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 125
    • 0Komentar

    WINONG – Ketua PCNU Pati, KH Yusuf Hasyim baru saja menunaikan ibadah haji tahun ini. Sepulang dari tananh suci, dirinya membeberkan banyak pengalaman menarik selama beribadah di sana.  Kepada pcnupati.or.id, ketua PCNU Pati dua periode tersebut, banyak berkisah seputar pelaksanaan haji 2022 ini. Memang cukup banyak yang diceritakan.  Apalagi, setelah Indonesia absen mengirim jama’ah haji selama […]

  • PCNU-PATI

    Dalam Mihrab Cinta

    • calendar_month Ming, 13 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Syamsul, pemuda 20 tahun-an yang bertekad menuntut ilmu di sebuah pesantren di Kediri, meninggalkan kehidupannya yang cukup nyaman. Di pesantren tersebut, ia bertemu dengan Zizi, putri pemilik pesantren yang pernah ditolongnya. Suatu ketika, Syamsul terusir dari pesantren karena dituduh mencuri akibat fitnah sahabatnya sendiri, Burhan. Keluarganya sendiri pun tidak mempercayainya. Hal ini membuat Syamsul akhirnya […]

  • Photo by Wolfgang Hasselmann

    Terima Kasih Telah Mencintaiku

    • calendar_month Ming, 25 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Terima kasih sudah menyapaku hari ini. Rasanya seperti tidak nyata. Beberapa hari yang lalu kamu menyapa. “Lama tak ada kabar?” aku hanya memandangi pesanmu dengan ragu. Kemudian aku abaikan. Belum sempat aku membalas, kamu sudah ada di hadapanku dengan senyum sumringahmu. Bersamamu malaikat kecil dan penjaga hatimu sekarang. Kita berkenalan dan […]

  • Instruktur Kaderisasi IPNU-IPPNU Kabupaten Turun Gunung

    Instruktur Kaderisasi IPNU-IPPNU Kabupaten Turun Gunung

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Instruktur kaderisasi PC IPNU IPPNU KAB. PATI lakukan breefing untuk memaksimalkan kader IPNU IPPNU di tingkatan MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) PATI-Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) adalah salah satu pendidikan kaderisasi tingkatan awal atau pintu masuk untuk menjadi anggota IPNU dan IPPNU. Madrasah Miftahul Huda (MMH) Tayu adalah salah satu madrasah yang memiliki Pimpinan komisariat IPNU IPPNU […]

  • PCNU-Pati Photo by Spenser Sembrat

    Sombong

    • calendar_month Rab, 16 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saban ada sesuatu kejadian atau apa yang tersengaja atau tak di sengaja, saya seringkali menerima komentar atas tulisan saya selama ini. Ada yang mengemukakan apabila tulisan parodi yang sedang saya uraikan, banyak yang terindikasi sombong, arogan, sindiran dan kemudian kemudian yang lainnya. Dan pada akhirnya saya kemudian mengevaluasi satu persatu […]

  • Gus Dur, Toleransi dan Pribumisasi Islam

    Gus Dur, Toleransi dan Pribumisasi Islam

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.193
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani KH. Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur, kemarin dianugerahi Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Tentu sangat layak Gus Dur mendapat gelar Pahlawan Nasional karena pemikiran dan perjuangannya yang luar biasa. Dalam konteks pemikiran, banyak sekali gagasan besar yang dilahirkan Gus Dur. Antara lain: Pertama, pribumisasi Islam. Islam adalah doktrin […]

expand_less