MA Salafiyah Kajen Pati Ajak Siswa Praktik Hisab dan Rukyat Hilal di UIN Walisongo
- account_circle admin
- calendar_month 50 menit yang lalu
- visibility 20.236
- comment 0 komentar

MA Salafiyah Kajen Pati Ajak Siswa Praktik Hisab dan Rukyat Hilal di UIN Walisongo
Pcnupati.or.id – Memperdalam ilmu falak tidak cukup hanya melalui pembelajaran teori di ruang kelas. Guna memberikan pengalaman praktis, puluhan siswa kelas XII MA Salafiyah Kajen, Pati, Konsentrasi Kitab, diajak belajar langsung di Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, Ahad (11/10/2026).
Kunjungan edukatif ini menjadi sarana bagi para siswa untuk mempraktikkan ilmu astronomi Islam yang selama ini mereka pelajari melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Di sana, para siswa mengikuti pengenalan hisab dan rukyat hilal sekaligus mempelajari perkembangan teknologi astronomi modern.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa juga disuguhkan pertunjukan film astronomi di ruang dome theater. Melalui visualisasi alam semesta yang interaktif, mereka diajak mengenal tata surya, bintang, hingga galaksi secara lebih mendalam.
Tak hanya itu, para siswa dikenalkan dengan pengoperasian teleskop robotik serta proses pengamatan benda-benda langit. Kegiatan ini membuktikan bahwa tradisi keilmuan falak pesantren dapat terus beradaptasi dan berkembang seiring kemajuan sains serta teknologi.
Kunjungan tersebut bertepatan dengan agenda rukyatulhilal untuk menentukan awal bulan Jumadilawal 1448 Hijriah. Berdasarkan perhitungan astronomis (hisab) pada 11 Oktober 2026, posisi ketinggian hilal sebenarnya sudah mencapai 6 derajat 1 menit dengan elongasi geosentris sekitar 10 derajat 16 menit. Namun, pengamatan di lapangan belum membuahkan hasil lantaran tertutup awan tebal.
Kepala MA Salafiyah Kajen, Muchammad Azib Mabrur, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen madrasah dalam menjadikan ilmu falak sebagai salah satu program unggulan.
”Ini merupakan madrasah lapangan. Saya sering menyampaikan bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Pada kesempatan yang penuh berkah ini, mari kita niatkan untuk mencari ilmu dan ridho Allah SWT,” ujar Azib Mabrur.
Ia berharap pengalaman langsung di observatorium ini dapat menumbuhkan kecintaan para siswa terhadap ilmu falak, sehingga mampu meneruskan sanad perjuangan para sesepuh dan kiai dalam melestarikan keilmuan tersebut.
Sementara itu, Kepala Planetarium dan Observatorium KH. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo, Dr. Muh. Arif Royyani, menegaskan bahwa rukyatulhilal tidak sekadar upaya mencari keberadaan hilal semata, tetapi juga memiliki nilai strategis untuk pendidikan, penelitian, dan pengayaan data astronomis.
Menurut Arif, pengamatan lapangan memberi kesempatan bagi siswa untuk membandingkan antara teori perhitungan hisab dengan fakta kondisi alam. Kendala cuaca berupa awan tebal yang menghalangi pandangan justru menjadi bagian penting dari proses pembelajaran interaktif.
Melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) ini, sinergi antara MA Salafiyah Kajen dan UIN Walisongo Semarang diharapkan terus terjalin. Para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi penerus yang tidak hanya menguasai tradisi keilmuan falak klasik, tetapi juga adaptif terhadap sains modern.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar