Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lestarikan Khazanah Spiritual, Komunitas Joko Tingkir Ziarahi Makam Wali Pati

Lestarikan Khazanah Spiritual, Komunitas Joko Tingkir Ziarahi Makam Wali Pati

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 25 Okt 2019
  • visibility 628
  • comment 0 komentar

GEMBONG-Komunitas Joko Tingkir yang diprakarsai oleh para pemuda Dukuh Sentul, Desa Gembong Kecamatan Gembong tekankan tentang pentingnya menjaga eksistensi budaya. Sebelumnya, komunitas yang baru berdiri dua tahun silam ini bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan program-program peduli lingkungan, seperti agenda-agenda bhakti sosial dan upaya pelestarian Waduk Gembong. Benar saja, Komunitas Joko Tingkir merupakan salah satu kelompok masyarakat yang sampai saat ini sangat peduli terhadap kelestarian Waduk Gembong.

Para Anggota Komunitas Joko Tingkir saat tiba di Makam Ki Ageng Ngerang, Jumat (25/10) dini hari tadi

Namun, seiring berjalannya waktu, para punggawa komunitas yang terdiri dari berbagai latar belakang ini merasa perlu juga melestarikan khazanah budaya dan spiritual. Hal ini ditujukan untuk menjaga kelanggengan peninggalan leluhur.

Salah satu agenda yang digagas adalah tafakkur dengan menziarahi makam para wali yang ada di Kabupaten Pati. Diharapkan, selain melestarikan khazanah budaya, kegiatan ini juga dapat meningkatkan spiritualitas anggota komunitas.

“Di Kabupaten Pati, ada ratusan makam wali. Kalau kita tidak menziarahinya, ya percuma. Khazanah ini akan hilang” ungkap Ahmad Sawego, salah satu penggagas program ini.

Menimpali penuturan ini, Syaifuddin Zuhri, Wisnu, M.M., Tarmuji, S.Pd., koordinator acara menambahkan bahwa ziarah makam wali se-Kabupaten Pati ini juga bisa menjadi media refleksi untuk mengingatkan jasa para pendahulu. Hal ini diungkapkan olehnya dalam paska acara ziarah makam wali Pati, Kamis (24/10) malam.

“Ini adalah ide dari beberapa anggota komunitas. Karena ide dan tujuannya bagus, maka kami berupaya untuk merealisasikannya bersama-sama” tutur ketiganya.

Sejatinya, ziarah yang dilakukan malam tadi merupakan agenda perdana. Agenda-agenda berikutnya akan dirutinkan dalam empat puluh hari sekali (selapanan). Baik Ahmad Sawego, Syaifuddin, Wisnu Maupun Tatmuji, berharap agar kedepannya semakin banyak anggota komunitas yang tergerak untuk mengikuti program ini.

“Tujuan kami yang paling utama adalah ikut menjaga khazanah budaya dan spiritual. Bedoa sekaligus menapak tilas sejarah” pungkas Tarmuji.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Peluncuran dan Bedah Novel PRASA dan KELIR Karya Yon Bayu Wahyono di PDS.HB.Jassin

    • calendar_month Sel, 31 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Jakarta, Senin, 31/10/2023. Peluncuran dan bedah dua novel PRASA dan KELIR karya Yon Bayu Wahyono berlangsung di Aula Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, Lantai IV, Gedung Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Minggu siang (29/10/2023). Untuk novel  PRASA (Operasi Tanpa Nama) dibedah oleh Pemateri Isson Khairul, Cerpernis yang juga […]

  • PCNU-PATI

    Komet Miror

    • calendar_month Rab, 4 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 562
    • 0Komentar

    Komet Minor sebagai novel keenam dari serial Bumi terbit pada tahun 2019, tak lama setelah Komet–novel sebelum ini–diterbitkan. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa Komet Minor merupakan lanjutan dari novel sebelumnya, yakni Komet, tetapi dalam novel ini petualangan Raib, Ali, dan Seli ditemani oleh Batozar. Bagi yang belum mengenali Batozar, barangkali kalian bisa membaca novel Ceros dan Batozar terlebih dahulu, yakni novel spin-off ke-4 ½ dari serial Bumi. Di novel […]

  • PCNU-PATI Photo by Microsoft 365

    Menjadi Guru untuk Diri Sendiri, Syukur-syukur Orang Lain

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 500
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Dulu, saya sering resah saat memberi ceramah, entah itu bentuknya khutbah jumat, idul fitri, idul adha, maupun kultum. Resah karena merasa tidak pantas menceramahi orang, sedang diri sendiri masih belangsakan. Tapi setelah mendapat nasihat dari dua orang guru, perasaan itu menjadi hilang. Guru pertama mengatakan bahwa penceramah sama halnya profesi […]

  • Review Buku Ethnoscience Village Map (EVI MAP): Merekam Kearifan Lokal, Menumbuhkan Numerasi Kontekstual

    Review Buku Ethnoscience Village Map (EVI MAP): Merekam Kearifan Lokal, Menumbuhkan Numerasi Kontekstual

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.702
    • 0Komentar

      Semarang — Ruang Oval lantai dua Dinas Pendidikan Kota Semarang, Selasa (11/11/2025), menjadi pusat perhatian dunia pendidikan daerah. Di tempat inilah, Dr. Hamidulloh Ibda, Wakil Rektor INISNU Temanggung, tampil sebagai reviewer utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pembuatan Buku Numerasi Berbasis EVI MAP (Ethnoscience Village Map) yang diinisiasi Dinas Pendidikan Kota Semarang bekerja […]

  • Budaya Literasi Baca-Tulis di Rumah. Photo by RU Recovery Ministries on Unsplash.

    Budaya Literasi Baca-Tulis di Rumah

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 521
    • 0Komentar

    M. Iqbal Dawami Sebagai orang yang mencintai aktivitas baca-tulis, saya mencoba menularkan “virus” ini kepada keluarga saya. Di tengah masyarakat yang tak punya tradisi literasi ini, bukan hal mudah untuk menerapkannya, karena keluarga yang berbeda dengan kebanyakan di lingkungan bisa dianggap “aneh”, meskipun itu hal yang positif. Termasuk mengenalkan buku kepada tetangga. Saya coba sedikit […]

  • PCNU - PATI

    Cara Hidup Islam

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Ciri utama dari Din Al-Islam ialah ia tidak membenarkan sesuatu pertentangan,juga pemisahan yang ketara antara kehidupan kerohanian dan kehidupan dunia.Islam tidak sekadar membataskan dirinya untuk membina ketinggian kerohaniandan akhlaq semata-mata. Ruang lingkup peraturan yang dikemukakannyamencakupi segenap bidang kehidupan insan. la hendak melahirkan bukan sahajaketertiban hidup diri perseorangan malah ketertiban hidup masyarakat manusiaseluruhnya ke dalam pola-pola […]

expand_less