Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » KH Nafi’ Abdillah Kajen dan Sembilan Akhlak Mulia

KH Nafi’ Abdillah Kajen dan Sembilan Akhlak Mulia

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 6 Apr 2017
  • visibility 419
  • comment 0 komentar

KH Ahmad Nafi’ Abdillah Kajen, Pati, Jawa Tengah dipanggil Yang Maha Kuasa. Menurut keluarga, beliau wafat di Turki pada hari ahad, 22 Jumadil Ula 1438 H/19 Februari 2017. KH A. Nafi’ Abdillah adalah putra KH. Abdullah Zein Salam bin KH Abdussalam. Kakeknya KH Abdussalam adalah pendiri Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen yang dulu dikenal dengan Sekolah Arab. Bapaknya KH Abdullah Zen Salam adalah penerus estafet kepemimpinan Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) setelah KH Mahfudh Salam, ayahanda KH MA. Sahal Mahfudh.
KH A. Nafi’ Abdillah sendiri adalah penerus estafet kepemimpinan Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) setelah wafatnya KH MA. Sahal Mahfudh. Beliau adalah sosok yang bersahaja, santun, dan ramah kepada siapa pun. Sebagai seorang mursyid thariqah, beliau mempunyai jamaah yang tingkat keilmuan dan strata sosialnya beragam, namun beliau mampu mengayomi semua tanpa diskriminasi.
Penulis bertemu pertama kali dengan KH A. Nafi’ Abdillah ketika mengenyam pendidikan di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM). Ketika itu beliau mengajar Ushul Fiqh. Setelah membaca kitab Ushul Fiqh Ghayatul Wushul karya Zakariyya Al-Anshari rahimahullah, Kiai Nafi’ dengan tenang menulis keterangan di papan tulis secara sistematis dengan bagan-bagan yang memudahkan para siswa untuk memahami materi yang tergolong sulit ini dalam bentuk bahasa arab, kemudian beliau menjelaskannya dengan lugas dan renyah. Pancaran kewibawaan beliau dalam mengajar berbarengan dengan keteladanan beliau dalam mengajar.
 Sembilan akhlak utama Kiai Nafi’
Pertama, tawadlu’, rendah hati. Beliau sosok yang tidak ingin menonjolkan diri. Jarang beliau berkenan memberikan mauidhah hasanah di depan panggung, kecuali dalam momentum tertentu, seperti haul Masyayikh PIM yang biasa digelar akhir tahun oleh Keluarga Mathaliul Falah (KMF) sebagai organisasi alumni PIM. Dengan nada guyon, beliau sering mengatakan kepada para tamu, bahwa pondok Mathaliul Huda (PMH Pusat) bukan pondok beliau. Hal ini mencerminkan kerendahhatian beliau dalam bertutur sapa dan bersikap.
Kedua, istiqamah. Beliau mewarisi sifat utama ini dari bapaknya KH. Abdullah Zein Salam. Beliau masuk dan keluar dari kelas tepat waktu sebagai teladan bagi para guru. Menurut beliau, mengajar adalah wajib yang harus dilaksanakan dan tidak boleh ditinggal kecuali dengan alasan wajib. Hal ini sesuai kaidah fiqh “al-wajibu la yutraku illa lil-wajibi”, kewajiban tidak boleh ditinggalkan kecuali karena sesuatu yang wajib pula. Kewajiban tidak boleh ditinggalkan untuk sesuatu yang hukumnya sunnah, apalagi mubah.
Ketiga, ikhlas. Beliau begitu menekankan pentingnya ikhlas sebagai intisari amal. Hanya dengan ikhlas (beramal hanya karena Allah), seseorang dekat dengan Allah dan hatinya tenang dari segala gangguan yang datang dari setan, nafsu dan sesama manusia. Jangan melakukan sesuatu dengan motivasi selain Allah, karena rugi dunia-akhirat. Dalam mengajar misalnya, ikhlas adalah faktor utama terpancarnya nur (cahaya) ilmu menembus batin siswa. Tanpa keikhlasan, sangat sulit melahirkan siswa yang shaleh. Dengan ikhlas, segala urusan ditujukan dan dihadapkan kepada Allah SWT.
Keempat, mencintai ilmu. Beliau adalah sosok yang tekun membaca kitab, mulai kitab kecil, seperti Safinatus Shalah karya Imam Nawawi al-Bantani yang menjelaskan tata cara shalat secara detail, sampai kitab tasawuf legendaris karya Ibnu Athaillah al-Sakandari, yaitu Al-Hikam. Pengajian kitab ini bahkan beberapa bulan sudah diadakan di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) bersama para guru. Pengajian beliau di Masjid Jami’ Kajen dan di ndalem selalu diikuti ratusan bahkan ribuan jama’ah yang begitu merindukan petuah-petuah emas dari beliau.
Kelima, menyayomi dengan hati dan tidak mengintimidasi. Kesadaran hati beliau kedepankan daripada pemaksaan kehendak. Dengan pendekatan hati, seseorang menjadi sadar. Ketika dalam suatu rapat di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM), guru-guru sedikit gundah karena masalah tertentu, beliau memberikan nasehat mengutip ucapan (dawuh) ayahandanya KH. Abdullah Zein Salam bahwa dalam hidup prinsip yang harus dipegang adalah ojo gelo (jangan menyesal) dengan setiap kejadian karena semua sudah menjadi takdir Allah SWT. Sehingga sebagai hamba Allah harus menerima dan ridla dengan takdir Allah. Semua guru ketika mendengarkan nasehat beliau ini tertegun, sadar, dan menjadi ingat Allah sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan yang penuh cobaan dan tantangan.
Keenam, teguh memegang prinsip. Ketika mempunyai prinsip, beliau pegang dengan disiplin, sehingga orang lain segan. Dengan kegigihan memegang prinsip ini, beliau menjadi panutan bagi semua orang. Prinsip-prinsip utama beliau adalah memegang teguh tafaqquh fiddin, mencintai auliyaillah (wali-wali Allah), dan disiplin dalam menjalankan amanah.
Ketujuh, membimbing dengan keteladanan. Sebagai seorang ulama kaidah lisanul hal afshahu min lisanil maqal, tindakan lebih efektif dari pada ucapan, benar-benar beliau praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau adalah sosok dengan pertahanan mental yang sangat tinggi, sehingga dalam menyikapi segala hal selalu menampakkan kesejukan, kematangan, dan kearifan, bukan luapan emosi dan ejekan yang justru memperkeruh suasana dan tidak menjadi solusi. Sebagai seorang pemimpin dan mursyid thariqah, ucapan dan tindakan beliau menjadi marji’ul ummah (referensi umat) dalam bersikap dan bertindak.
Kedelapan, tegas dalam mengambil keputusan. Dalam mengambil keputusan apapun, ketegasan beliau jaga. Seorang pemimpin tidak boleh plin-plan dalam mengambil keputusan karena keputusannya diikuti oleh seluruh anggota tanpa terkecuali. Dalam hal masuk sekolah, beliau begitu gigih melaksanakannya. Beliau akan tetap masuk mengajar, meskipun banyak siswa yang tidak hadir. Ketegasan beliau ini menjadi teladan bagi para pemimpin di negeri ini sehingga keputusan yang diambil diikuti oleh seluruh anggotanya.
Kesembilan, kaderisasi. KH A. Nafi’ Abdillah adalah sosok yang memperhatikan kaderisasi, sehingga memperhatikan pertumbuhan kader-kader muda, karena merekalah yang nanti meneruskan estafet keilmuan dan perjuangan ulama. Ketika masih di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM), saya bersama teman-teman seksi pendidikan HSM (Himpunan Siswa Mathali’ul Falah) dan siswa-siswa yang lain pernah dua minggu di ndalem beliau untuk mematangkan persiapan berangkat ke Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang untuk mengikuti forum bahtsul masail. Di ndalem beliau saat itu, selain beliau ada KH. Zainuddin Dimyati, KH. Ali Fattah Ya’qub, KH. Ahmad Yasir, dan Kiai Nurhadi Pesarean. Beliau begitu antusias melihat semangat siswa-siswi dalam tafaqquh fiddin.
Ya Allah, ampunilah semua dosa guru kami ini, siramilah dengan rahmah dan Ridla-Mu, tempatkan beliau dalam maqam yang mulia, tabahkan keluarga dan santri yang ditinggalkan, dan lahirkan ulama-ulama yang sejuk, santun, dan ramah seperti beliau, Amiin ya Rabbal Alaamiin.( Jamal Ma’mur A, Santri KH Ahmad Nafi’ Abdillah di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen Tahun 1995-1997)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konferensi MWCNU Kec Dukuhseti

    Konferensi MWCNU Kec Dukuhseti

    • calendar_month Kam, 28 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 520
    • 0Komentar

    Pati. Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Dukuhseti menggelar konferensi pergantian pengurus. Penyusunan pengurus baru itu, agar bersama-sama memajukan Nahdlatul Ulama semakin berkembang dan mampu mengikuti tantangan Zaman. Acara konferensi bertempat di aula Mts Maharijul Huda Kembang Dukuhseti,(22/4) minggu lalu. Selain itu, MWC Dukuhseti diharapkan menjadi Majlis Wakil Cabang terbaik dalam bidang pertanian, karena di […]

  • Ratusan Produk UMKM Pesantren Ramaikan Jalan Sehat Santri NU Jawa Tengah

    Ratusan Produk UMKM Pesantren Ramaikan Jalan Sehat Santri NU Jawa Tengah

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

      Semarang – Berlokasi di Lapangan Pancasila Simpanglima Kota Semarang, ratusan produk UMKM pesantren di Jawa Tengah dipasarkan dalam puluhan stand bazar di depan panggung utama Jalan Sehat Santri NU Jawa Tengah yang digelar PWNU Jawa Tengah, Ahad (17/10/2024). Pantauan di lapangan, bazar tersebut dibuka oleh Pesantren Tarbiyatul Khoirot Semarang, Pesantren Darul Amanah Semarang, PP. […]

  • Peringari Hari Sumpah Pemuda, MA Tarbiyatul Banin Adakan Kerja Bakti

    Peringari Hari Sumpah Pemuda, MA Tarbiyatul Banin Adakan Kerja Bakti

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Madrasah Aliyah (MA) Tarbiyatul Banin, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Pati, mengadakan kerja bakti pada Jumat (28/10) pagi. Seluruh siswa mengikuti kegiatan bersih-bersih di lingkungan sekolah tersebut.  Adapun kegiatan kerja bakti ini dimulai setelah diadakannya Lomba Parade Puisi. Kepala MA Tarbiyatul Banin, Lailatul Fitriyah mengatakan, kebersihan di lingkungkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama.  “Karena digunakan […]

  • NU sebagai Civil Society

    NU sebagai Civil Society

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 591
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi sosial-keagamaan terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Sejak didirikan pada 1926, NU memiliki peran yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk sosial, politik, dan budaya. Sebagai organisasi yang berbasis pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah, NU tidak hanya berfokus pada pengembangan agama, tetapi […]

  • Ribuan Keluarga NU Dzikir Bersama

    Ribuan Keluarga NU Dzikir Bersama

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Hariati (kanan) bersama keluarga kecilnya sedang mengamalkan ijazah dari PCNU Pati untuk menangkal covid 19 PATI-Ribuan Keluarga NU di Pati serentak membaca sholawat nariyah malam ini, Sabtu (4/4). Hal ini sejalan dengan intruksi PCNU Pati terkait usaha lahiriyah melawan covid 19 yang kini sedang merebak. Tujuannya bukan hanya membebaskan corona dari Kabupaten Pati, namun juga […]

  • Bantu Korban Banjir, NU Peduli Kabupaten Pati Dirikan Dapur Umum di Jakenan

    Bantu Korban Banjir, NU Peduli Kabupaten Pati Dirikan Dapur Umum di Jakenan

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.627
    • 0Komentar

      PATI – Sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana alam yang melanda wilayah Kabupaten Pati, NU Peduli resmi mendirikan Dapur Umum untuk membantu warga terdampak banjir di Kecamatan Jakenan (21/01/2026). Posko Dapur Umum ini dipusatkan di Gedung MWC NU Jakenan dan mulai beroperasi pada hari ini. Pendirian dapur umum ini dipicu oleh kondisi lapangan yang […]

expand_less