Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » KH Nafi’ Abdillah Kajen dan Sembilan Akhlak Mulia

KH Nafi’ Abdillah Kajen dan Sembilan Akhlak Mulia

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 6 Apr 2017
  • visibility 466
  • comment 0 komentar

KH Ahmad Nafi’ Abdillah Kajen, Pati, Jawa Tengah dipanggil Yang Maha Kuasa. Menurut keluarga, beliau wafat di Turki pada hari ahad, 22 Jumadil Ula 1438 H/19 Februari 2017. KH A. Nafi’ Abdillah adalah putra KH. Abdullah Zein Salam bin KH Abdussalam. Kakeknya KH Abdussalam adalah pendiri Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen yang dulu dikenal dengan Sekolah Arab. Bapaknya KH Abdullah Zen Salam adalah penerus estafet kepemimpinan Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) setelah KH Mahfudh Salam, ayahanda KH MA. Sahal Mahfudh.
KH A. Nafi’ Abdillah sendiri adalah penerus estafet kepemimpinan Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) setelah wafatnya KH MA. Sahal Mahfudh. Beliau adalah sosok yang bersahaja, santun, dan ramah kepada siapa pun. Sebagai seorang mursyid thariqah, beliau mempunyai jamaah yang tingkat keilmuan dan strata sosialnya beragam, namun beliau mampu mengayomi semua tanpa diskriminasi.
Penulis bertemu pertama kali dengan KH A. Nafi’ Abdillah ketika mengenyam pendidikan di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM). Ketika itu beliau mengajar Ushul Fiqh. Setelah membaca kitab Ushul Fiqh Ghayatul Wushul karya Zakariyya Al-Anshari rahimahullah, Kiai Nafi’ dengan tenang menulis keterangan di papan tulis secara sistematis dengan bagan-bagan yang memudahkan para siswa untuk memahami materi yang tergolong sulit ini dalam bentuk bahasa arab, kemudian beliau menjelaskannya dengan lugas dan renyah. Pancaran kewibawaan beliau dalam mengajar berbarengan dengan keteladanan beliau dalam mengajar.
 Sembilan akhlak utama Kiai Nafi’
Pertama, tawadlu’, rendah hati. Beliau sosok yang tidak ingin menonjolkan diri. Jarang beliau berkenan memberikan mauidhah hasanah di depan panggung, kecuali dalam momentum tertentu, seperti haul Masyayikh PIM yang biasa digelar akhir tahun oleh Keluarga Mathaliul Falah (KMF) sebagai organisasi alumni PIM. Dengan nada guyon, beliau sering mengatakan kepada para tamu, bahwa pondok Mathaliul Huda (PMH Pusat) bukan pondok beliau. Hal ini mencerminkan kerendahhatian beliau dalam bertutur sapa dan bersikap.
Kedua, istiqamah. Beliau mewarisi sifat utama ini dari bapaknya KH. Abdullah Zein Salam. Beliau masuk dan keluar dari kelas tepat waktu sebagai teladan bagi para guru. Menurut beliau, mengajar adalah wajib yang harus dilaksanakan dan tidak boleh ditinggal kecuali dengan alasan wajib. Hal ini sesuai kaidah fiqh “al-wajibu la yutraku illa lil-wajibi”, kewajiban tidak boleh ditinggalkan kecuali karena sesuatu yang wajib pula. Kewajiban tidak boleh ditinggalkan untuk sesuatu yang hukumnya sunnah, apalagi mubah.
Ketiga, ikhlas. Beliau begitu menekankan pentingnya ikhlas sebagai intisari amal. Hanya dengan ikhlas (beramal hanya karena Allah), seseorang dekat dengan Allah dan hatinya tenang dari segala gangguan yang datang dari setan, nafsu dan sesama manusia. Jangan melakukan sesuatu dengan motivasi selain Allah, karena rugi dunia-akhirat. Dalam mengajar misalnya, ikhlas adalah faktor utama terpancarnya nur (cahaya) ilmu menembus batin siswa. Tanpa keikhlasan, sangat sulit melahirkan siswa yang shaleh. Dengan ikhlas, segala urusan ditujukan dan dihadapkan kepada Allah SWT.
Keempat, mencintai ilmu. Beliau adalah sosok yang tekun membaca kitab, mulai kitab kecil, seperti Safinatus Shalah karya Imam Nawawi al-Bantani yang menjelaskan tata cara shalat secara detail, sampai kitab tasawuf legendaris karya Ibnu Athaillah al-Sakandari, yaitu Al-Hikam. Pengajian kitab ini bahkan beberapa bulan sudah diadakan di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) bersama para guru. Pengajian beliau di Masjid Jami’ Kajen dan di ndalem selalu diikuti ratusan bahkan ribuan jama’ah yang begitu merindukan petuah-petuah emas dari beliau.
Kelima, menyayomi dengan hati dan tidak mengintimidasi. Kesadaran hati beliau kedepankan daripada pemaksaan kehendak. Dengan pendekatan hati, seseorang menjadi sadar. Ketika dalam suatu rapat di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM), guru-guru sedikit gundah karena masalah tertentu, beliau memberikan nasehat mengutip ucapan (dawuh) ayahandanya KH. Abdullah Zein Salam bahwa dalam hidup prinsip yang harus dipegang adalah ojo gelo (jangan menyesal) dengan setiap kejadian karena semua sudah menjadi takdir Allah SWT. Sehingga sebagai hamba Allah harus menerima dan ridla dengan takdir Allah. Semua guru ketika mendengarkan nasehat beliau ini tertegun, sadar, dan menjadi ingat Allah sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan yang penuh cobaan dan tantangan.
Keenam, teguh memegang prinsip. Ketika mempunyai prinsip, beliau pegang dengan disiplin, sehingga orang lain segan. Dengan kegigihan memegang prinsip ini, beliau menjadi panutan bagi semua orang. Prinsip-prinsip utama beliau adalah memegang teguh tafaqquh fiddin, mencintai auliyaillah (wali-wali Allah), dan disiplin dalam menjalankan amanah.
Ketujuh, membimbing dengan keteladanan. Sebagai seorang ulama kaidah lisanul hal afshahu min lisanil maqal, tindakan lebih efektif dari pada ucapan, benar-benar beliau praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau adalah sosok dengan pertahanan mental yang sangat tinggi, sehingga dalam menyikapi segala hal selalu menampakkan kesejukan, kematangan, dan kearifan, bukan luapan emosi dan ejekan yang justru memperkeruh suasana dan tidak menjadi solusi. Sebagai seorang pemimpin dan mursyid thariqah, ucapan dan tindakan beliau menjadi marji’ul ummah (referensi umat) dalam bersikap dan bertindak.
Kedelapan, tegas dalam mengambil keputusan. Dalam mengambil keputusan apapun, ketegasan beliau jaga. Seorang pemimpin tidak boleh plin-plan dalam mengambil keputusan karena keputusannya diikuti oleh seluruh anggota tanpa terkecuali. Dalam hal masuk sekolah, beliau begitu gigih melaksanakannya. Beliau akan tetap masuk mengajar, meskipun banyak siswa yang tidak hadir. Ketegasan beliau ini menjadi teladan bagi para pemimpin di negeri ini sehingga keputusan yang diambil diikuti oleh seluruh anggotanya.
Kesembilan, kaderisasi. KH A. Nafi’ Abdillah adalah sosok yang memperhatikan kaderisasi, sehingga memperhatikan pertumbuhan kader-kader muda, karena merekalah yang nanti meneruskan estafet keilmuan dan perjuangan ulama. Ketika masih di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM), saya bersama teman-teman seksi pendidikan HSM (Himpunan Siswa Mathali’ul Falah) dan siswa-siswa yang lain pernah dua minggu di ndalem beliau untuk mematangkan persiapan berangkat ke Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang untuk mengikuti forum bahtsul masail. Di ndalem beliau saat itu, selain beliau ada KH. Zainuddin Dimyati, KH. Ali Fattah Ya’qub, KH. Ahmad Yasir, dan Kiai Nurhadi Pesarean. Beliau begitu antusias melihat semangat siswa-siswi dalam tafaqquh fiddin.
Ya Allah, ampunilah semua dosa guru kami ini, siramilah dengan rahmah dan Ridla-Mu, tempatkan beliau dalam maqam yang mulia, tabahkan keluarga dan santri yang ditinggalkan, dan lahirkan ulama-ulama yang sejuk, santun, dan ramah seperti beliau, Amiin ya Rabbal Alaamiin.( Jamal Ma’mur A, Santri KH Ahmad Nafi’ Abdillah di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen Tahun 1995-1997)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Syuriyah NU Pati Ingatkan Kembali Warga untuk Taat Prokes

    Syuriyah NU Pati Ingatkan Kembali Warga untuk Taat Prokes

    • calendar_month Sen, 19 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    KH. Aniq Muhammadun, Ro’is Syuriyah PCNU Pati.  KOTA-Pengurus Cabang NU Pati kembali membuka suara mengenai kebijakan pemerintah selama pandemi. Hal ini disampaikan oleh KH. Aniq Muhammadun, Ro’is Syuriyah NU Pati.  Melalui video berdurasi sekitar tiga menit, kiai yang akrab disapa Yi Aniq ini menegaskan bahwa aturan pemerintah mengenai protokol kesehatan sudah sangat tepat.  Bahkan, KH. […]

  • Tim Rukyat dan Arah Kiblat Kemenag Pati Sosialisasikan Rashdul Kiblat di MAN 1 Pati

    Tim Rukyat dan Arah Kiblat Kemenag Pati Sosialisasikan Rashdul Kiblat di MAN 1 Pati

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.650
    • 0Komentar

    Pati — Tim Rukyat dan Arah Kiblat Kelopok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kementerian Agama Kabupaten Pati mengadakan sosialisasi dan praktik pengukuran arah kiblat melalui metode Rashdul Kiblat di MAN 1 Pati pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh guru dan peserta didik sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang penentuan arah kiblat yang benar berdasarkan fenomena astronomi. Dalam […]

  • NU Peduli PWNU Jawa Tengah Kerahkan Relawan Profesional ke Aceh

    NU Peduli PWNU Jawa Tengah Kerahkan Relawan Profesional ke Aceh

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.209
    • 0Komentar

    Aceh — NU Peduli Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah secara resmi mengerahkan 22 relawan dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah untuk mendukung penanganan bencana banjir di Provinsi Aceh. Pengerahan relawan ini dilakukan dengan pendekatan berbasis kompetensi, menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan. Para relawan berasal dari unsur LPBINU, Bagana, Fatayat NU, LP […]

  • IPNU/IPPNU Trangkil Mantabkan Komitmen Pengurus

    IPNU/IPPNU Trangkil Mantabkan Komitmen Pengurus

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    TRANGKIL- PAC IPNU IPPNU Kecamatan Trangkil siang ini (26/7) mengadakan orientasi pengurus. Hal ini dirasa penting untuk menginternalisasikan nilai-nilai yang ada pada organisasi kedepannya. Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU/IPPNU Trangkil Orientasi yang dimaksud adalah tahap pengenalan pengurus pada dirinya sendiri, orang lain, organisasi. Berangkat dari kebutuhan organisasi yaitu komunikasi dan kekompakan harus dimulai sejak awal. […]

  • PCNU-PATI

    I Wuf You

    • calendar_month Jum, 30 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

    ARI menyeka keringatnya yang bercucuran di dahi, lalu menegak isi botol minuman. Latihan futsalnyasebentar lagi selesai tapi Ari sudah kelelahan gini. Sekarang dengan dulu memang sangat berbeda. Aribisa menghabiskan tiga ronde permainan sampai-sampai teman setimnya minta ampun untuk berhenti.“Iris biasanya dateng,” ledek salah satu temannya, Zaki. “Lagi selek lo berdua?”Ari sebenernya nggak mau jawab, tapi […]

  • Petualangan Air Terjun Semirang Ajarkan Kepedulian Alam

    Petualangan Air Terjun Semirang Ajarkan Kepedulian Alam

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.688
    • 0Komentar

      Nuansa petualangan mewarnai Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah melalui kegiatan jelajah Air Terjun Semirang, Kecamatan Ungaran Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (18/12/2025) dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan dan kelestarian alam. Para peserta menempuh jalur trekking menuju air terjun sambil melakukan aksi bersih lingkungan. Sampah-sampah yang ditemui di sepanjang […]

expand_less