Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Hikmah Guru Sekumpul, Bukan Sekadar Sunnah Fashion

Hikmah Guru Sekumpul, Bukan Sekadar Sunnah Fashion

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 9 Jan 2025
  • visibility 733
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Haul Guru Sekumpul atau KH. Zaini Abdul Ghani menjadi momok dunia perulama’an. Bukan hanya jumlah jama’ah haul yang tembus empat juta kepala, namun terlepas dari itu, Guru Sekumpul masih tergolong ulama’ ‘belia’, akantetapi haulnya mampu membagongkan dunia. Sebagai catatan, 5 Rajab kemarin, beliau baru 20 kali dihauli.

Hal ini jelas layak disebut sebagai sebuah fenomena. Setidaknya ada tiga alasan: pertama, kebanyakan ulama yang haulnya dihadiri oleh ratusan ribu orang, biasanya sudah berusia sepuh. Sedangkan Abah Guru Sekumpul–seperti disebut sebelumnya–masih relatif muda. Dengan kenyataan ini, Abah Guru Sekumpul membuktikan bahwa, tidak harus tua untuk menjadi legenda.

Ke dua, haul Guru Sekumpul dinobatkan sebagai haul terbesar di Asean, bahkan di Asia. Secara otomatis, melihat kebanyakan ulama dunia memang berasal dari Asia, Haul Guru sekumpul berpotensi sebagai juara dunia per-haul-an.

Setiap jelang tanggal 5 Rajab, Martapura (kota dimakamkannya Guru Sekumpul) dipadati oleh jutaan jama’ah yang hadir dari berbagai wilayah di Nusantara hingga manca negara. 15 km dari lokasi acara dijamin macet parah, yang datang belakangan, bisa dipastikan mustahil mencapai titik nol maqbaroh abah guru.

Lebih membagongkan lagi, warga Martapura berlomba-lomba memberikan layanan terbaik kepada jama’ah haul melebihi ramahnya teller bank. Makanan, penginapan, kamar mandi, diberikan secara cuma-cuma oleh warga. Armada antar jemput dari pelabuhan dan bandara juga melimpah dan semuanya gratis.

Uniknya lagi, Pengusaha SPBU hingga tambal ban, memberikan layanan gratis juga. Ini menjadi alasan fenomenal ke tiga bagi haul Guru Sekumpul, meskipun hal yang nyaris sama juga dilakukan oleh Warga Arab ketika Musim Haji, namun mereka tidak memberi penginapan gratis seperti Masyarakat Martapura.

Bukan Sekadar Sunnah Fashion

Penulis haqqul yaqin, ada kompensasi yang harus dibayar, oleh sederetan ulama kita, sehingga mereka dicintai secara membabi buta oleh masyarakat luas, seperti halnya Guru Sekumpul. Jawabannya jelas! Mereka–para ulama–secara terampil telah menjalankan sunnah nabi.

Jika muslim newbe baru berkutat pada sunnah fashion, seperti memanjangkan jenggot, jubah anti isbal dan dua tanda jidat, maka para masyayikh NU sudah mampu memgaplikasikan sunnah-sunnah moral dan sosial.

Penulis tidak menganggap remeh sunnah fashion. Hanya saja, jika hanya berpenampilan layaknya Nabi Muhammad, apakah itu sudah cukup memberi manfaat bagi sesama? Jawabannya tentu tidak. Ummat (termasuk yang newbe) harus sadar betul bahwa sunnah bukanlah sekadar fashion, atau ucapan masya allah-tabarakallah, Allahu yahdik dan Allahu akbar.

Ummat islam–seperti dicontohkan Guru Sekumpul dan ulama lainnya– harus mampu menebar cinta. Mencintai semua orang dengan hati, tindakan dan ucapan.

Adapun feedback positif yang diterima adalah sebuah keniscayaan yang lahir tanpa diminta, seperti yang dilakukan Masyarakat Martapura. Mereka sebenarnya dalam upaya ‘membayar’ keterpujian-keterpujian yang telah ditorehkan oleh abah guru selama hidupnya. Tentunya, berapapun triliun uang yang mereka gelontorkan, tidak akan mampu menebusnya.

Namun manusia memang tempatnya salah dan lupa. Ummat Islam cenderung sombong dengan setetes ilmu yang mereka punya, hingga ancap kali menabur kebencian kepada siapa saja yang berbeda pandangan dengannya. Mereka yang menulis Mashaa Allah, membodoh-bodohkan yang menulis Masyaa Allah. Shalat harus pakai gamis, yang pakai celana jeans, bukan golongan kami. Subuh pakai qunut sama dengan bid’ah, bid’ah berarti masuk neraka.

Permisalan demi permisalah itu jelas menunjukkan bahwa, sepercik ketidaksamaan pun mereka anggap sebagai aduwwun mubin, musuh bebuyutan. Betapa rapuhnya nilai kasih jika demikian adanya.

Kita lalai bahwa, menjalankan sunnah paling utama adalah menebar jala-jala cinta di lautan kehidupan. “Andaikata engkau (Muhammad) berhati keras lagi kasar, niscaya mereka akan hengkang dari sekelilingmu.” (Ali Imran: 159).

*Mudir Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMII Pati Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Dukuhseti

    PMII Pati Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Dukuhseti

    • calendar_month Sab, 27 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – PC PMII Pati bersama PMII Komisariat Syekh Mutamakkin IPMAFA, PMII Komisariat Joyo Kesumo STAIP dan KSEI STIEF hari ini (Sabtu, 27/02) menggelar bakti sosial dengan memberikan paket sembako kepada masyarakat desa Dukuhseti Kecamatan Dukuhseti yang terdampak banjir. Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, PMII menyalurkan 100 paket sembako yang berupa beras 2,5 Kg, gula pasir […]

  • Gandeng Karang Taruna Mandala, LPBI NU Pati Gelar Pasar Murah di Desa Lahar

    Gandeng Karang Taruna Mandala, LPBI NU Pati Gelar Pasar Murah di Desa Lahar

    • calendar_month Ming, 16 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Pati, gelar pasar murah di Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Ahad (16/4/2023) sore. Kegiatan yang bertempat di musala Balai Desa Lahar itu terselenggara atas kerja sama dengan Karang Taruna Mandala desa setempat.  Adapun dalam pasar murah itu, menjajakkan berbagai bahan pokok masyarakat. Seperti beras, […]

  • Lewat Literasi, SMK Ma'arif NU 01 Bener Purworejo Diharap Jadi Pelopor Kebenaran

    Lewat Literasi, SMK Ma’arif NU 01 Bener Purworejo Diharap Jadi Pelopor Kebenaran

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id- Purworejo – Bertempat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif NU 01 Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu (19/3/2025), program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan Zona 6 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah terlaksana sebagai putaran keenam di Jawa Tengah. Kegiatan GLM Ramadan tersebut mengusung tema Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN) […]

  • PCNU - PATI

    Sepotong Hati yang Baru

    • calendar_month Sab, 23 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Banyak sekali diksi yang bisa gue resap di banyak cerpennya yang walau pun mengangkat tema romance, tetapi rasa dari setiap cerpennya begitu berbeda. Di cerpen pertama, romance yang ditawarkan begitu masa kini, tentang anak muda belia yang begitu GR dengan seorang laki laki yang ternyata hanya menebar pesona yang disalah artikan saja. Endingnya, si cewek […]

  • Jaringan Sekolah PC IPNU IPPNU Pati Agendakan Pertemuan dengan OSIS

    Jaringan Sekolah PC IPNU IPPNU Pati Agendakan Pertemuan dengan OSIS

    • calendar_month Ming, 17 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Departemen Jaringan Sekolah (JS) PC IPNU IPPNU Pati dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan dengan OSIS di beberapa sekolah. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi pintu utama terealisasinya kerjasama departemen Jaringan Sekolah PC IPNU IPPNU Pati dengan OSIS, baik sekolah Madrasah maupun Negeri. Diharapkan konsolidasi ini menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan di kedua belah pihak. Dari JS […]

  • 9 Wasiat Dari Mbah Liem

    9 Wasiat Dari Mbah Liem

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Pelajaran-pelajaran KH Muslim Rifa’i Imampuro atau Mbah Liem (alm) yang disampaikan di sini saya kutip dari tulisan yang ada di kalender Yayasan Pondok Pesantren Al muttaqien Pancasila Sakti yang menurut saya sangat-sangat penting dan saya anggap sebuah pelajaran penting dari Mbah Liem. Saya berharap dan berdo’a semoga saya dan saudara semua pun bisa meneladani pelajaran-pelajaran […]

expand_less