Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » ‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 8.198
  • comment 0 komentar


‎Temanggung – Dr. Muhammad Syakur, S.Sy., M.H., dosen sekaligus Direktur Program Pascasarjana Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, memaparkan materi krusial mengenai dinamika kekuasaan dunia dalam seminar internasional bertajuk “Disorientation of Global Imperialism”. Presentasi ini menyoroti bagaimana pola penjajahan telah berevolusi dari pendudukan fisik menjadi kontrol digital dan ekonomi yang kerap tidak disadari oleh masyarakat modern.

‎Hal itu terungkap dalam International Seminar with Tezpur Collage, Assam, Indonesia bertajuk “War and The Global Economy Impact” di kampus Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman (GUPPI) Undaris Semarang, Kamis (12/2/2026).

‎Dalam paparan materinya, Dr Syakur menyampaikan salah satu poin paling menarik yang disampaikan adalah kontradiksi antara makna bahasa dan realitas sejarah istilah imperialisme (dalam bahasa Arab disebut Al-Isti’mar).

‎Makna teologis dan linguistiknya berakar dari kata amara yang berarti “memakmurkan” atau “membangun”. Hal ini merujuk pada QS. Hud: 61, di mana manusia diperintahkan untuk memakmurkan bumi.

‎Namun dalam realitas sosiopolitik, Dr. Syakur menegaskan bahwa imperialisme justru tidak memiliki hubungan dengan upaya memakmurkan. Sebaliknya, ia menjadi instrumen bagi negara atau kelompok terorganisir untuk menguasai wilayah, sumber daya, dan penduduk secara sistematis.

‎Dr. Syakur menjelaskan bahwa imperialisme tidak lagi identik dengan ekspansi militer atau pendudukan wilayah secara langsung. Ia mengalami transformasi dalam tiga fase utama.

‎Pertama, imperialisme klasik, yakni kolonialisme melalui pendudukan teritorial secara langsung.

‎Kedua, imperialisme modern, yang beroperasi melalui dominasi ekonomi, penetrasi budaya, kontrol media, serta ketergantungan teknologi.

‎Ketiga, imperialisme digital, sebagai bentuk mutakhir yang mengontrol data, algoritma, infrastruktur platform global, serta arus informasi lintas negara.

‎Seminar ini juga menyoroti adanya fenomena “disorientasi”, yaitu ketika praktik penjajahan gaya baru dibungkus dengan narasi yang tampak positif.

‎Eksploitasi ekonomi sering dilakukan atas nama investasi.

‎Homogenisasi budaya dipromosikan atas nama globalisasi.

‎Intervensi politik dijalankan dengan dalih penegakan demokrasi dan hak asasi manusia.

‎Kondisi inilah yang disebut sebagai disorientasi imperial global, ketika kemajuan dan modernitas menjadi retorika yang menutupi ketimpangan struktural dan ketergantungan sistemik.

‎Imperialisme gaya baru membawa dampak signifikan, khususnya bagi institusi pendidikan dan negara berkembang.

‎Dalam konteks akademik, muncul hegemoni kurikulum dan riset, di mana standar publikasi dan metodologi global sering kali meminggirkan pengetahuan lokal serta tradisi intelektual berbasis komunitas.

‎Sementara itu, pada tingkat negara, ketergantungan terhadap pasar global dan teknologi asing berpotensi melemahkan kedaulatan nasional secara struktural.

‎Sebagai penutup, Dr. Syakur menegaskan bahwa universitas seperti INISNU Temanggung harus mengambil peran strategis sebagai pusat kesadaran kritis dan pembebasan intelektual.

‎Peran tersebut mencakup pengembangan keilmuan yang kontekstual dan kritis, penguatan riset berbasis kebutuhan masyarakat lokal, serta pembangunan etika akademik yang berpihak pada keadilan dan kedaulatan pengetahuan.

‎Dijelaskan Syakur, bahwa imperialisme global bukanlah fenomena masa lalu. Ia hadir dalam bentuk yang lebih halus, sistemik, dan canggih. Melalui forum akademik internasional ini, INISNU Temanggung menunjukkan komitmennya untuk terus mendorong pemikiran kritis dan membangun kesadaran intelektual dalam menghadapi hegemoni global yang merugikan.

‎Dalam acara sama, Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung bersama 8 perguruan tinggi lain di Jateng dan DIY melakukan kerjasama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)  dan Memorandum of Agreement (MoA) pada rangkaian kegiatan tersebut.

MoU diteken oleh Rektor Inisnu Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., dengan Principal of Tezpur College, Assam, India Dr. Manoj Kumar Hazarika. Sedangkan MoA dilakukan oleh Direktur Program Pascasarjana Inisnu Dr. Muhammad Syakur, M.H., Dekan FSHEI Inisnu Dr. Sumarjoko, M.S.I., Dekan FTK Inisnu Yenny Aulia Rachman, M.Pd. Hadir pula Wakil Rektor III INISNU Dr. Husna Nashihin, M.Pd.I.‎ (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lazisnu Serahkan ‘Laporan Amal’ kepada PCNU

    Lazisnu Serahkan ‘Laporan Amal’ kepada PCNU

    • calendar_month Ming, 1 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 147
    • 0Komentar

    PATI – PC Lazisnu Pati menyerahkan Laporan Keuangan Triwulan tahun 2022 kepada PCNU Pati pada Jumat (29/4) di Gedung NU, Pati. Laporan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua Lazisnu Pati, Muhammad Niam Sutaman dan diterima secara langsing juga oleh Ketua PCNU Pati, Kyai Yusuf Hasyim. “Laporan Keuangan Triwulan tahun 2022 baru saja kami serahkan kepada […]

  • Digitalisasi NU Semakin Dekat, Ini Pernyataan PBNU

    Digitalisasi NU Semakin Dekat, Ini Pernyataan PBNU

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan adanya program-program unggulan NU di tahun 2025 ini. Ungkapan ini dilontarkannya dalam agenda Ngopi Bareng Gus Yahya di Gedung PBNU lantai 8, Jumat (3/1) kemarin. Kepada awak media, putra Rembang tersebut menyebut akan digalakkannya program yang bernama DIGDAYA NU. Ini merupakan akronim […]

  • Abadiyah Juara Umum Pagar Nusa Cup 2019

    Abadiyah Juara Umum Pagar Nusa Cup 2019

    • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Persatuan Silat Pagar Nusa NU dari Yayasan Abadiyah Gabus, meraih juara umum pertama dalam Kejuaran Pecak Silat Pagar Nusa Cup 3 Tahun 2019.  Raihan ini mengungguli PN Al Ghozaliyah dan PN Cimande Dukuhseti yang berada diurutan kedua dan ketiga. Seperti diberitakan sebelumnya, Persatuan Pecak Silat Pagar Nusa Kabupaten Pati menggelar Kejuaran Pencak Silat Pagar Nusa […]

  • Unveiling Ceremony; LP Ma’arif NU Jateng dan Universitas di Cina Siap Kerjasama

    Unveiling Ceremony; LP Ma’arif NU Jateng dan Universitas di Cina Siap Kerjasama

    • calendar_month Sab, 23 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Guangzhou – Bertempat di Nanyang King’s Hotel Guangzhou Cina, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani didampingi Sekretaris Ahsanul Husna secara resmi membuka kerjasama antara LP Ma’arif NU Jawa Tengah dengan beberapa Universitas di Tiongkok Cina. Acara berlangsung di sela sela Kegiatan konferensi internasional “The Second Belt and Road Chinese University and Overseas […]

  • Peran Enterprenuer Bagi Stabilitas Roda Organisasi

    Peran Enterprenuer Bagi Stabilitas Roda Organisasi

    • calendar_month Sel, 26 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Jika melihat berdirinya NU dari segi sisi ekonomi yaitu bisa dilihat dari lahirnya Nahdatut tujjar (Kebangkitan Para Pedagang) pada tahun 1918. Gagasan ini berawal dari kecerdasan seorang KH. Wahab Chasbulah karena melihat NU akan bisa maju dan mempunyai kemandirian Embrio berdirinya NU berasal dari tiga organisasi. Masing-masing bergerak dalam bidang yang berbeda, Nahdlatut Tujjar pada […]

  • Retreat & Ma`arif Staff Meeting; Ketua Ma`arif NU Jateng “Aku, Kamu, Kita Setara”

    Retreat & Ma`arif Staff Meeting; Ketua Ma`arif NU Jateng “Aku, Kamu, Kita Setara”

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Membangun organisasi itu tidak bisa dilakukan sendirian oleh seorang ketua, bahkan pengurus yang dianggap paling inti, pasti banyak keterbatasan dan juga banyak tantangan. Oleh karena itu siapapun yang ada di dalam organisasi harus dijadikan unsur penting jika sebuah organisasi ingin maju, berkembang dan tumbuh kuat. Seperti halnya posisi staff yang duduk di meja […]

expand_less