Cek Fakta! Video Viral Jemaah Salat Disodok Tongkat Bukan di Pati
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8.685
- comment 0 komentar

Cek Fakta! Video Viral Jemaah Salat Disodok Tongkat Bukan di Pati
PATI – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, menanggapi beredarnya video viral yang menunjukkan aksi tidak terpuji sekelompok anak-anak dan remaja saat pelaksanaan ibadah salat di masjid.
Dalam video tersebut, tampak sejumlah remaja menyodok jemaah yang sedang bersujud menggunakan tongkat. Mirisnya, imam salat pun tak luput dari aksi jahil tersebut.
Video ini memicu perbincangan hangat di media sosial. Beberapa akun menarasikan bahwa peristiwa tersebut terjadi di salah satu masjid di wilayah Kabupaten Pati.
Namun, banyak warganet yang menyangsikan kebenaran informasi itu. Selain karena video tersebut pernah viral pada tahun 2025 tanpa lokasi yang jelas, netizen juga menemukan indikasi bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa digital atau kecerdasan buatan (AI).
Menanggapi kegaduhan ini, Ahmad Syaiku menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan sekitar delapan penyuluh agama di setiap kecamatan di seluruh Kabupaten Pati untuk memantau situasi selama Ramadan.
”Satu penyuluh bertanggung jawab atas tiga hingga empat desa. Tugas mereka adalah memastikan pelaksanaan ibadah Ramadan berjalan kondusif,” ujar Syaiku di ruang kerjanya, Senin (23/2/2026)
Selain mengawal kelancaran ibadah, para penyuluh juga bertugas melakukan deteksi dini terhadap hal-hal yang berpotensi mengganggu kenyamanan umat Muslim.
Terkait video viral tersebut, Syaiku menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya kejadian serupa di wilayah Pati.
”Laporan dari para penyuluh sejauh ini menunjukkan situasi yang normal dan kondusif. Kami belum mendapatkan informasi valid mengenai lokasi kejadian dalam video tersebut,” tambahnya.
Meski demikian, Kemenag Pati tetap menginstruksikan seluruh penyuluh agama untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.
Ahmad Syaiku mengimbau masyarakat dan warganet agar lebih bijak dalam menyikapi konten media sosial. Ia meminta publik mengedepankan prinsip tabayun atau verifikasi sebelum menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
”Mohon untuk tabayun dulu. Jangan terburu-buru memberikan predikat negatif, karena belum tentu kejadian itu betul-betul di Pati,” ucap dia.
Sebagai informasi, akun Instagram yang sempat mengunggah video tersebut, @medsos_meledak789, telah menyampaikan permohonan maaf dan mengklarifikasi bahwa peristiwa dalam video itu tidak terjadi di Pati.
”SAYA ATAS NAMA ADMIND MEDSOS_MELEDAK789 MEMINTA MAAF ATAS KEGADUHAN YANG SUDAH SAYA BUAT. Dalam video unggahan yang sebelunya saya posting terdapat kekeliruan dan kelalaian atas kurangnya ketelitian dalam mencari dan membuat narasi tersebut. Mohon Sekiranya Keluasan Hati Pemirsa Memaafkan Kesalahan Yang Telah Admind Perbuat.” Tulis admin @medsos_meledak789 dalam unggahannya, Senin (23/2/2026)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar