Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Menjaga Marwah Corak Politik Kebangsaan NU

Menjaga Marwah Corak Politik Kebangsaan NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
  • visibility 527
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Dalam menyongsong pesta demokrasi yang tiap lima tahun sekali diadakan, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki sumbangsih besar terhadap negara dalam menyumbangkan suaranya melalui umatnya untuk menentukan hak pilihnya sebagai warga negara Indonesia.

NU sendiri sebagai ormas terbesar di Indonesia,bahkan terbesar di dunia, tentunya para pengurus paham bentul akan situasi setiap pesta demokrasi telah tiba akan muncul pihak-pihak yang  yang memiliki kepentingan untuk mencatut nama NU untuk dijadikan roda politik.

Oleh karena itu, untuk menyikapi pihak-pihak yang memiliki kepentingan baik untuk dirinya sendiri maupan partainya yang menyertakan bendera NU, KH Yahya Cholil Staquf atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Gus Yahya dengan tegas melarang bendera NU untuk dijadikan sebagai senjata politik.

Dalam pidatonya “Gus Yahya menekankan, NU menjaga jarak dengan politik praktis. Untuk itu, tidak ada calon pejabat publik baik untuk posisi Presiden, Wakil Presiden, Bupati, Gubernur, hingga anggota DPR yang mengatasnamakan NU. Jika ada orang NU yang mencalonkan diri untuk sebuah jabatan publik, yang bersangkutan mewakili dirinya sendiri. Gus Yahya juga berharap bahwa masyarakat kita bisa menumbuhkan dinamika politik yang lebih rasional dan mengedepankan politik kebangsaan bukan politik praktis.”

Adapun dalam berpolitik, corakpolitik NU adalah corak politik kebangsaan yang rahmatan lil alamin, tidak berambisi berkontestansi dalam meraih kekuasaan, tetapi secara arif bersenyawa dengan “wong cilik”. Selain itu juga, memberikan contok pelajaran politik moral kebangsaan terhadap para pemangku politik. Itulah pesan politik NU yang selalu digaungkan oleh para founding fanthers untuk selalu mengingatkan ‘kembali ke khittah 1926’. Maka, NU selalu memosisikan diri sebagai pembela kaum lemah, serta selalu menegakkan keadilan.

Dalam berpolitik ala ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyin, ada beberapa corak politik yang selama ini dipegang teguh dalam tubuh NU untuk menjalankan roda politik kebangsaan. Adapun dalam hal ini antara lain meliputi.

Pertama, NU menyakini adanya sikap persaudaraan (al-ukhuwah) univirsal. Ukhuwan persaudaraan ini tidak hanya dalam ranah personality saja, melainkan menjamah pada persaudaraan antar manusia (ukhuwah basyariyah), persaudaraan antar-bangsa (ukhuwah wathaniyah), persaudaraan antar muslim (ukhuwah islamiyah).

Kedua, adanya semangat tasamuh (toleransi), semangat toleransi ini muncul untuk menghindari adanya konflik baik antar-suku, bangsa, etnis, ras, maupun budaya. Semangat tasamuh ini digelorakan untuksaling menyanyangi antar-bangsa, suku, ras, dan etnis. Karena kita semua adalah sama yakni satu kesatuan bangsa Indonesia dan menjunjung tinggi NKRI. Sedangkan Pancasila adalah sebagai ideologi negara.

Ketiga, adanya sikap tawassuth (jalan tengah) yang merupakan kelanjutan semangat toleransi dan berperan sebagai mediasi untuk memecahkan sebuah masalah. Maka, NU di sini dalam menyelesaikan sebuah masalah selalu mengedepankan mediasi untuk mendapatkan jalan tengah, sehingga melalui mediasi inilah beberapa pertikaian bisa teratasi dan mendapatkan solusi antar kedua belah pihak. Dan melalui sikap tawassuth ini, NU menghindari adanya ekstremisme  antar paham yang serba kanan dimana melahirkan liberalisme dalam pengamalan ajaran. Oleh karena itu, NU selalu menganjurkan kesalehan individual dan sosial harus selalu berjalan beriringan.   

Keempat, tawazun (seimbang) dalam mengambil beragam keputusan, NU selalu nmendasarkan pada syura (musyawarah) kepada pihak-pihak yang terkait. Karena konsep ini dilakukan untuk mendapatkan aspek-aspek keseimbangan dan kemaslahatan bersama (al-mashalih al-‘ammah). Jika ada selisih pendapat, yang harus dikedepankan adalah al-mujadalah billati hiya ahsan (perdebatan rasional yang diorientasikan untuk kebaikan). Maka, meskipun NU sering diguncang fitnah, keutuhan dan solidaritas NU baik kulturan dan strukturan tetap terjaga.

Dengan demikian, keempat corak politik NU di atas menggambarkan,bahwa NU selalu menjunjung tinggi politik kebangsaan yang diamanahkan oleh para founding fanthers NU untuk menolong yang lemah dan menegakkan keadilan, demi terciptanya kondusifitas berpolitian di Indonesia.         

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    PC IPNU IPPNU Pati Komitmen Tingkatkan Fasilitasi Pembinaan Kader

    • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Pati. Perkembangan kaderisasi di Kabupaten Pati saat ini semakin meningkat. Hal ini tentunya harus diimbangi dengan bertambahnya fasilatasi pembinaan kader. Kebutuhan untuk membina, mengarahkan, membimbing dan pendistribusian akan dilakukan dan dijalankan sesuai pedoman kaderisasi yang sudah ada. “Tidak hanya Kaderisasi formal saja (MAKESTA & LAKMUD) yang harus ditekankan, tapi juga harus di imbangi kaderisasi yang […]

  • PCNU PATI - Aswandi Ketum Harus Tegal Lurus dengan PBNU

    Aswandi: Ketum Harus Tegal Lurus dengan PBNU

    • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 647
    • 0Komentar

    Aswandi Jailani Ketum PP IPNU menilai kandidat calon penerus Pimpinan Pusat adalah kader unggulan terbaik dalam periode ini. Ia berharap Ketum yang terpilih harus menuntaskan tugas yang belum usai. “Siapapun nanti yang terpilih untuk memimpin organisasi Pelajar NU ini, diminta agar bisa melanjutkan program yang belum usai terealisasi untuk menggarap sekolah negeri,” ujar Aswandi. Ia […]

  • LP Ma’arif NU Jateng Siap Kirim Peserta Magang di Jepang

    LP Ma’arif NU Jateng Siap Kirim Peserta Magang di Jepang

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.722
    • 0Komentar

    Pekalongan – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) PWNU Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul berdaya saing global. Bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan IM Japan, LP Ma’arif NU Jawa Tengah dipercaya menyelenggarakan Pelatihan Tahap I Daerah Program Pemagangan ke Jepang yang berlangsung di SMK Syafi’i Akrom Kota […]

  • Ketua PWNU Jateng Gus Rozin Serukan Idulfitri Bermakna, Utamakan Persaudaraan

    Ketua PWNU Jateng Gus Rozin Serukan Idulfitri Bermakna, Utamakan Persaudaraan

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.526
    • 0Komentar

      SEMARANG — Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya warga Nahdliyin di Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Gus Rozin saat di Kantor PWNU Jateng, Jalan dr Cipto Nomor 180 Semarang, Jumat (20/3/2026). Dalam keterangannya, ia […]

  • BNPT - FKPT Jateng Rillis Indeks Potensi Radikalisme (IPR), Ini Datanya!

    BNPT – FKPT Jateng Rillis Indeks Potensi Radikalisme (IPR), Ini Datanya!

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Semarang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Diseminasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 yang diikuti 372 peserta dari unsur pemerintah daerah, akademisi, aparat penegak hukum, tokoh agama, organisasi masyarakat, media, dan pemangku kepentingan lainnya pada Kamis, 2 Juli […]

  • 60-an Pelajar Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalistik

    60-an Pelajar Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalistik

    • calendar_month Kam, 16 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 669
    • 0Komentar

    Momen salah satu sesi pelatihan jurnalistik, dimana peserta membacakan hasil gagasannya di depan para peserta lain MARGOYOSO – Lembaga Pers dan Jurnalistik Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Pati sukses menyelenggarakan pelatihan jurnalistik di MTs Darun Najah, Ngemplak Kidul, Margoyoso selama dua hari berturut-turut pada tanggal 11 – 12 Desember 2021. Pelatihan ini menyasar peserta didik MTs […]

expand_less