Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Unik! Ditengah Ramadhan, Pelajar NU Margoyoso Gelar Ngaji Budaya

Unik! Ditengah Ramadhan, Pelajar NU Margoyoso Gelar Ngaji Budaya

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
  • visibility 412
  • comment 0 komentar

MARGOYOSO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Margoyoso menggelar Gebyar Ramadan dan Workshop Kebudayaan. “Ngaji Budaya” bersama sejarawan muda Pati ini bertempat di Aula Serbaguna Kecamatan Margoyoso, Minggu (24/4/2022)

Puluhan delegasi dari pimpinan ranting sekecamatan Margoyoso memadati lokasi dengan penuh antusias.

Acara tersebut diisi oleh Ragil Haryo Yudiartanto (Sejarawan Muda Pati) dan M. Farid Abbad (Senior PAC IPNU Margoyoso dan Pegiat Literasi Pesantren).

Bagus Mubarik, Ketua PAC IPNU Margoyoso menyampaikan, bahwa acara Gebyar Ramadan ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Ia juga mengatakan kalau Pelajar sangat butuh terhadap pengetahuan mengenai budaya agar ia bisa mengenali diri dan lingkungan di sekitarnya dengan baik.

“Pelajar butuh terhadap pengetahuan budaya. Selain belajar budaya Indonesia secara umum di bangku sekolah, juga dibutuhkan pengetahuan tentang budaya lokal,” ujarnya.

Ia juga menambahi,  kegiatan ini sebagai ikhtiar dalam mengenalkan dan mengembangkan budaya kepada generasi muda, sebagai wujud rasa memiliki dan takut kehilangan akan budaya.

Ragil dalam menyampaikan materi, ia banyak menyampaikan tentang cagar budaya dan kearifan lokal kecamatan Margoyoso serta upaya pelestarian sejarah untuk generasi muda. Ia menjelaskan dengan rinci seluk beluk budaya hingga tradisi apa saja yang masih berlangsung sampai sekarang dan bagaimana langkah-langkah agar situs cagar budaya mendapat pengakuan di level lokal, nasional, hingga international.

Selain memberi penguatan materi, Farid Abbad, senior yang lebih akrab disapa Gus Farid itu mengajak generasi milenial untuk menyukai sebuah sejarah atau setidaknya mempelajari sedikit tentang sejarah, istilahnya kepo, terutama sejarah di desa sendiri.

Gus Farid juga menambahkan untuk menarik minat generasi muda masa kini berarti kita harus mengikuti media dan instrumen yang dekat dengan dunia milenial saat ini.
“Cara kita mengemasnya harus tepat. Sejarah yang luar biasa percuma karena tidak dikemas dengan baik,” ujarnya.

Gus Farid itu juga berpesan bahwa budaya adalah karakter bangsa kita, jadi sudah seharusnya  kita menanamkan nilai-nilai budaya pada kehidupan sehari-hari. Jangan sampai kita terlalu ikut arus hingga budaya kita tercerabut perlahan tanpa kita sadari.

Acara ditutup dengan buka puasa bersama. Dalam bulber tersebut, para peserta tampak bersemangat menyantap hidangan yang disiapkan oleh panitia.(yar/iam/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LTN NU Pati Gelar Gerakan Literasi Melawan Radikalisme

    LTN NU Pati Gelar Gerakan Literasi Melawan Radikalisme

    • calendar_month Jum, 9 Jun 2017
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Pati. LTN NU Kabupaten Pati bekerjasama dengan KMPP (Keluarga Mahasiswa Pelajar Pati) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan BEM IPMAFA (Institut Pesantren Mathali’ul Falah) Pati mengadakan kegiatan pelatihan jurnalistik bagi para santri se-Kabupaten Pati. Acara tersebut dilaksanakan di aula Kampus IPMAFA lantai II  Senin (22/05/17) acara tersebut dimulai dari pukul 08.30 WIB itu berakhir pada pukul […]

  • Momen HSN, Santri RF Tuntaskan 100 Khataman al Qur’an

    Momen HSN, Santri RF Tuntaskan 100 Khataman al Qur’an

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    GEMBONG-Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Falah (RF) Desa Bermi Kecamatan Gembong menggelar khataman al qur’an untuk merayakan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. bukan khataman biasa, namun sebanya seratus kali khataman al qur’an bin nadlor digelar oleh yayasan asuhan KH. Ahmad Djaelani Al Hafidz ini. Pidato Dewan Pengurus Yayasan Raudlatul Falah Bermi oleh Astadi Aslam dalam rangka […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi pemberdayaan masyarakat melalui pesantren. Photo by sam sul on Unsplash.

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pesantren

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Pesantren pada umumnya lebih dikenal sebagai lembaga pendidikan yang konsen dalam transformasi keilmuan di bidang keagamaan. Anggapan ini bukannya tidak beralasan, karena kegiatan yang berlangsung saban harinya secara intensif adalah pada kajian hafalan, sorogan dan bandongan. Model pengajian ini sudah lazim berlaku di berbagai pesantren di Indonesia. Sehingga tidak menafikan apabila mayarakat menilai kalau pesantren […]

  • Ketika Cinta Over Protektif

    Ketika Cinta Over Protektif

    • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 546
    • 0Komentar

      Cintailah cinta dengan sewajarnya, karena cinta yang berlebihan akan membuatmu buta, tak bisa membedakan mana hitam dan mana putih. Bisa jadi pula berlebihan dalam urusan cinta akan berbalik menjadi benci tak terobati. Meskipun kita semua tahu, cinta adalah fitrah manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Tanpa adanya cinta dalam diri manusia kita tak […]

  • PCNU Pati Sosialisasikan Program Kios WarNU

    PCNU Pati Sosialisasikan Program Kios WarNU

    • calendar_month Sel, 6 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 312
    • 0Komentar

    PATI – Lembaga Perekonomian PCNU Kabupaten Pati Kemarin ( Minggu, 04/10/2020) mensosialisasikan konsep ritel modern Kios Warga NU (WarNU) di gedung PCNU Pati Lantai 3 yang dihadiri oleh ketua PCNU Pati K. Yusuf Hasyim, S.Ag, M.Si dan calon-calon mitra Kios WarNU Se-Kabupaten Pati. Yusuf Hasyim menyebutkan usaha ritel sebagai salah satu usaha yang paling diminati di […]

  • Islam Nusantara;  Menangkal Gerakan “Jihad” Radikal

    Islam Nusantara; Menangkal Gerakan “Jihad” Radikal

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Munculnya kelompok Islam yang berhaluan radikal akhir-akhir ini, telah menyedot perhatian serius berbagai kalangan, baik pemerintah, masyarakat, juga umat beragama. Bahkan gerakan radikalisme berkedok agama ini, tidak lagi bersifat lokal atau nasional, namun sudah mulai merambah ke dunia transnasional dan internasional. Mengapa hal ini terjadi? Tidak sedikit orang atau kelompok yang menganggap keyakinannya yang paling […]

expand_less