Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Jejak Gus Dur

Jejak Gus Dur

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 19 Mar 2015
  • visibility 509
  • comment 0 komentar
Tokoh Ulama ; Selama menjadi Ketua Umum PBNU selama 15 tahun, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) banyak mengunjungi daerah, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. Pada akhir tahun 1985, Gus Dur diundang berceramah oleh Rektor IKIP Makassar, Gubernur Prof. Dr. H. A. Amiruddin.
Waktu itu, Gus Dur berangkat ke IKIP dan dijamu sarapan pagi. Di meja makan, sambil menunggu penjemput dari IKIP, terjadi diskusi antara Gus Dur dengan Gubernur H. A. Amiruddin terkait berbagai hal yang dihadapi bangsa Indonesia. Setelah penjemput dari IKIP datang, Gubernur mengantar Gus Dur ke bawah dijemput oleh Wagub HZB Palaguna. Gubernur A. Ahmad Amiruddin meminta HZB Palaguna mendampingi Gus Dur di IKIP, sambil berkata “Dampingi, dia orang pintar”.
Di atas mobil dalam perjalanan menuju IKIP, Gus Dur bertanya, “Tema apa yang akan saya bawakan dalam ceramaah nanti ?”.“Transformasi sosial menuju masa depan Indonesia”, jawab saya. Sampai di IKIP, Gus Dur dijemput oleh Rektor IKIP Prof. Dr. HP. Parawangsah dirumah jabatan. Setelah minum teh, Gus Dur diantar ke gedung Serba Guna IKIP, disambut oleh Civitas Akademika IKIP dan ratusan mahasiswa yang memenuhi aula gedung Serba Guna.
Setelah pidato penyambutan Rektor IKIP, Gus Dur dipersilakan ke mimbar. Pada awal ceramahnya, mahasiswa menyambut dengan suara “Uuuuuuh”, tetapi pada pertengahan ceramahnya, hadirin mulai diam dan tenang. Menjelang akhir ceramahnya, hampir setiap kalimatnya disambut dengan tepuk tangan yang meriah, dan menutup ceramahnya disambut dengan tepuk tangan yang panjang sambil hadirin berdiri mengantarkan Gus Dur meninggalkan tempat upacara.
Gus Dur Ziarah Makam di Wajo
Akhir Januari 1989 pukul 08.00 pagi, menaiki mobil mini bus DPRD Sulsel, kami berangkat ke Wajo untuk berziarah ke makam Sayyid Jamaluddin al Akbari al Husaini yang wafat pada tahun 1310 dimakamkan berdampingan dengan Raja Tosora Lamaddusila di Tosora (situs purbakala), Sayyid Jamaluddin adalah nenek para wali songo di Jawa.
Menurut Gus Dur, ia mendapat pesan dari kakeknya Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, supaya menziarahi 27 makam Wali di Indonesia.
Sekitar pukul 11.00 kami tiba disuatu desa sekitar 4 Km sebelum sampai ke lokasi makam, jembatan desa terputus yang tidak bisa dilalui kendaraan. Gus Dur mengatakan, “Rupanya Almarhum belum berkenan diziarahi.” Gus Dur berceritera bahwa juga pernah ada makam seorang Wali di Semarang, 5 kali baru bisa tembus mencapai makam wali tersebut. Akhirnya, Gus Dur meminta kepada yang hadir untuk mendoakan di sini saja sambil menunjuk jembatan yang putus.
Kami yang mengantar Gus Dur, antara lain Sayyid Abu Bakar Alatas, Idris Nashir, Muhamad Abduh, Pengurus Cabang NU Wajo berkumpul ditengah persawaahan duduk melingkar sambil berdoa dan mengirimkan bacaan Al Fatihah. Doa dipimpin oleh Sayyid Abu Bakar Alatas. Gus Dur berjanji akan datang lagi secara incognito (tidak resmi).
Belakangan saya ketahui telah datang secara diam-diam dan berdua dengan Habib Abubakar Alatas, Gus Dur telah menziarahi beberapa makam wali di Sulsel seperti makam Syech Yusuf al Khalawatiyah al Makassari di Gowa, Makam Syekh Jamaluddin al Akbari al Husaini di Tosora Kabupaten Wajo, makam Syekh Datok Ri Bandang dan Makam Pangerang Diponegoro di Makassar, makam Tuan Bojodi Kajuara Bone, makam Kareng Lolo Bayo Sanrabone Takalar.
Pada suatu waktu saya menemui Gus Dur di kantor PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, menyampaikan niat saya untuk menyelenggarakan Haul dan tahlilan untuk almarhum Sayyid Jamaluddin Al Akbari al Huseini dan Syech Yusuf Al Halwati di Gowa. Gus Dur mendukung dan bersedia mencarikan sponsor. Niat untuk mengadakan Haul dan tahlilan ini kemudian saya konsultasikan pada M. Parawansyah, Sekretaris Provinsi Sulsel di Kantor Gubernur.
Dari almarhum KHS Jamaluddin Puang Ramma, saya mendapat informasi bahwa 42 orang ulama dan kiai dari Jawa Timur setelah memperoleh informasi dari Gus Dur, dengan mencharter pesawat terbang Fokker 28 mereka ke Makassar menginap di Syahid Hotel datang memui beliau di jalan Baji Bicara 7 Makassar. Mereka semua mengaku sebagai keturunan Sayyid Jamaluddin al Akbari al Huseini nenek para Wali Songo di Jawa. Mereka bermaksud menziarahi makam beliau di Tosora.
Drs. KH. Abdurrahman adalah Ketua PWNU Sulsel 1986 – 1990 dan 1990 – 1995. Ia dikenal dengan nama Abdurrahman ‘Bola Dunia”, karena memiliki rumah dengan pagar Bola Dunia sebagaimana Lambang Nahdlatul Ulama.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Daun Yang Jatuh Tak Membenci Angin

    • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Kehadirannya bagai seorang malaikat bagi keluargaku, dimana dia merengkuh ibu dan juga adikku dari kehidupan kelam hidup di jalanan yang miskin dan nestapa. Dia memberikan kebutuhan yang kami butuhkan baik itu makan, tempat berteduh, sekolah, dan juga janji-janji di masa depan yang lebih baik. Sungguh merupakan malaikat yang diberikan langit untukku, juga memberikan kami kasih […]

  • IPNU/IPPNU Trangkil Mantabkan Komitmen Pengurus

    IPNU/IPPNU Trangkil Mantabkan Komitmen Pengurus

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

    TRANGKIL- PAC IPNU IPPNU Kecamatan Trangkil siang ini (26/7) mengadakan orientasi pengurus. Hal ini dirasa penting untuk menginternalisasikan nilai-nilai yang ada pada organisasi kedepannya. Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU/IPPNU Trangkil Orientasi yang dimaksud adalah tahap pengenalan pengurus pada dirinya sendiri, orang lain, organisasi. Berangkat dari kebutuhan organisasi yaitu komunikasi dan kekompakan harus dimulai sejak awal. […]

  • Dipulangkan, Sejumlah Calon Jemaah Haji Asal Pati Gagal Terbang

    Dipulangkan, Sejumlah Calon Jemaah Haji Asal Pati Gagal Terbang

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 609
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id, Pati – Sejumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Pati gagal terbang ke tanah suci Makkah. Mereka dipulangkan lantaran tak lolos tes kesehatan menjelang penerbangan. Total enam calon jemaah dipulangkan dari Embarkasi Solo. Sebenarnya, mereka sudah diberangkatkan dari Halaman Pendapa Kabupaten Pati ke Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali pada Jumat (16/5/2025) dan Sabtu (17/5/2025) […]

  • Qunut Nazilah dalam Sholat Sunah

    Qunut Nazilah dalam Sholat Sunah

    • calendar_month Jum, 16 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 587
    • 0Komentar

       1.       Pertanyaan : Apakah membaca QunutNazilah juga di sunnahkan di dalam sholat sunnah ?   Jawaban:  Sebagaimana kitaketahui bahwa membaca qunut saat i’tidal nyaroka’at terakhirnya sholat subuh merupakan sebuah kesunnahan, akan tetapi membaca qunut tidak hanya terkhususkan dalam sholat subuh saja, melainkan dalam sholat maktubahyang lain juga di sunnahkan membaca doa qunut […]

  • QUO VADIS PENDIDIKAN NAHDLATUL ‘ULAMA; Membaca Problematika Pesantren dan Madrasah

    QUO VADIS PENDIDIKAN NAHDLATUL ‘ULAMA; Membaca Problematika Pesantren dan Madrasah

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 615
    • 0Komentar

    Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdhatul Ulama (NU) sesungguhnya memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses perkembangan pendidikan terutama pendidikan Islam. Pada dasarnya sejarah pergerakan NU itu sendiri merupakan gerakan pendidikan di seluruh Indonesia.[1]Banyaknya lembaga-lembaga pendidikan seperti pesantren, majlis ta’lim, diniyah atau madrasah yang menjadi basis kultural NU dapat menjadi indikasi gerakan […]

  • Paket Sembako Muslimat Tepat Sasaran Jangkau Masyarakat

    Paket Sembako Muslimat Tepat Sasaran Jangkau Masyarakat

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Paket sembako PC Muslimat NU Pati yang siap edar untuk warga yang membutuhkan PATI-Meskipun belum dilantik secara resmi, Pengurus Cabang Muslimat NU Pati telah melakukan gebrakan. Di patyh kedua Bulan Ramadhan ini, PC Muslimat NU Pati melaksanakan bhakti sosial. Kegiatan yang diawali Minggu (10/5) ini masih terkait danpak covid 19 di masyarakat. Menurut Dr. Hj. […]

expand_less