Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » IPMAFA Peduli Korban Banjir

IPMAFA Peduli Korban Banjir

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 7 Apr 2017
  • visibility 423
  • comment 0 komentar

Pati. Program Studi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA Pati mendatangi salah satu wilayah korban banjir Pati. Bapak Dr. Jamal Ma’mur Asmani, MA selaku Kaprodi Zawa didampingi Sekprodi M. Luthfi, S.Pd.I perwakilan dari anggota BEM Pro Zawa menyerahkan bantuan secara langsung kepada bapak Agus Sutrisno (Ketua RT 02/03) Dukuh penggingwangi, Desa Kasiyan Sukolilo Pati. Di desa yang mempunyai 96 Kepala Keluarga ini kondisinya masih sangat memprihatinkan, terletak di pinggiran kabupaten Pati dengan lokasi geografisnya yang lebih rendah dari bantaran sungai yang ada di sampingnya tepat mengakibatkan setiap tahunnya sungai tersebut meluap dan membutuhkan waktu lama untuk surut.
Bantuan yang diserahkan Prodi Zawa tersebut berasal dari donasi seluruh civitas akademik IPMAFA Pati yang meliputi pakean pantas pakai dan mie rebus.  Bantuan ini tidak seberapa, tapi menjadi bukti kepedulian civitas akademik IPMAFA terhadap penderitaan orang lain. meskipun terlambat, tapi bantuan tersebut sangat berarti bagi mereka yang sedang mengalami kesusahan. Bapak Agus Sutrisno menyampaikan rasa terima kasih kepada IPMAFA yang berkenan memberikan bantuan. Bantuan tersebut akan didistribusikan kepada warga setempat yang betul-betul membutuhkan bantuan.
Dr. Jamal Ma’mur Asmani, MA, setelah penyerahan bantuan tersebut menyatakan, IPMAFA sebagai kampus riset berbasis nilai-nilai pesantren selalu menjadikan nilai-nilai pesantren sebagai referensi utama dalam setiap kegiatannya. Sikap tolong menolong kepada sesama adalah salah satu nilai pesantren yang sangat luhur yang relevan diterapkan dalam situasi dan kondisi apapun, apalagi saat ujian datang. Dengan mengunjungi korban secara langsung, lanjut Pak Jamal, sudah seyogianya Pemerintah Kabupaten Pati menata kembali sungai yang ada di dukuh Penggingwangi supaya tidak menjadi hantu yang menakutkan bagi warga-warganya.
Sungai tersebut sudah harus dinormalisasi supaya mampu menampung debit air, sehingga tidak meluap dan menggenangi rumah warga setiap tahunnya. Kerjasama Pati dan Kudus menjadi keniscayaan karena sumber air di dukuh Penggingwangi banyak berasal dari Kudus, mengingat lokasinya menjadi daerah perbatasan Pati-Kudus. Kerjasama ini diharapkan mampu mengatasi persoalan banjir yang terjadi setiap tahun supaya masyarakatnya bisa tenang bekerja. (red)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Calon Jemaah Haji Pati Mulai Jalani Manasik 9 Februari Mendatang

    Calon Jemaah Haji Pati Mulai Jalani Manasik 9 Februari Mendatang

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.570
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Calon jemaah haji asal Kabupaten Pati bersiap memasuki tahapan penting sebelum bertolak ke Tanah Suci. Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Pati menjadwalkan bimbingan manasik haji tingkat kecamatan akan dimulai serentak pada Senin, 9 Februari 2026. ​Kepala Kemenhaj Pati, Umi Isti’anah, menjelaskan bahwa rangkaian bimbingan ini dibagi menjadi dua fase utama, […]

  • Kisah Arsya, Bocah 7 Tahun Pecahkan Celengan untuk Palestina

    Kisah Arsya, Bocah 7 Tahun Pecahkan Celengan untuk Palestina

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Donasi untuk Palestina tak henti-hentinya bergulir. Hari ini, Senin (6/11) giliran peserta didik MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong-Pati yang menggalang donasi. Satu di antara ratusan peserta didik tersebut, bahkan rela membongkar celengannya demi membantu korban genosida di Palestina. Peserta didik tersebut adalah Arsya Djamil, yang saat ini duduk di kelas 1B MHI. Putra […]

  • Pati Berduka, Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (KH Ali Fatah Ya’qub telah di panggil yang Esa)

    Pati Berduka, Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (KH Ali Fatah Ya’qub telah di panggil yang Esa)

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2015
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Kabar NU, Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Jumat 18 September 2015, pukul 09.30. Wib Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama  KH Ali Fatah Ya’qub (Waturoyo) telah pulang kerahmatullah di RSI Pati. Dan di makamkan hari itu juga pada pukul 14.00. Wib.  Yi Fatah para santri biasa memanggilnya. Beliau adalah sosok yang sederhana, sosok yang penuh […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb. Sering saya lihat masjid digunakan sebagai tempat kegiatan – kegiatan ibadah seperti mauludan, isrro’ mi’roj dan sebagainya, dan biasanya setelah acara selesai orang – orang pada makan bersama di dalam masjid, apa itu tidak apa – apa (makan kok di dalam masjid) ? Wa’alaikum  salam Wr Wb. Masjid merupakan salah satu tempat […]

  • Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-Tokoh kontroversial, Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) hadir di Yogyakarta, Sabtu (28/9) malam. Dosen Monash Institute, Australia tersebut, merupakam salah satu tokoh NU yang dianggap liberal oleh khalayak. Hal ini tak lepas dari aktivitas Gus Nadir di media sosial yang cukup intens dan memancing reaksi kaum radikalis. Gus Nadir saat merespon pertanyaan hadirin Malam ini, Gus […]

  • PCNU PATI - Hari Santri dan Bursa Jodoh. Photo by Mufid Majnun on Unsplash.

    Hari Santri dan Bursa Jodoh

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Hari Santri 22 Oktober adalah suatu ‘monumen’ perjuangan kalangan santri. Begitu luar biasanya jasa kaum sarungan ini kepada negeri, hingga harinya pun diperingati di jagad Indonesia bi washilati Keppres Nomor 22 Tahun 2015. Penulis sempat berfikir, adakah tujuan tersembunyi Pak Jokowi membuat Keppres itu? (Pembaca jangan su’udz dzon dulu). Ahaa… Sampai […]

expand_less