Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pendidikan Politik Ala Gus Dur

Pendidikan Politik Ala Gus Dur

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
  • visibility 453
  • comment 0 komentar

 Oleh: Siswanto*


KH Abdurrohman Wahid yang sering kita kenal dengan panggilan akrabnya Gus Dur merupakan sosok guru besar bangsa, nasionalis, humoris, dan merakyat. Gus Dur juga terkenal sebagai sosok budayawan dan cendekiawan rakyat yang pemekiran dan sikapnya menunjukkan kepada kepedulian terhadap nasib rakyat di tengah dinamika pembangunan nasional.

Selain itu juga Gus Dur terkenal dengan sepak terjangnya dalam dunia politik. Tak ayal pada tahun 1999-2021 Gus Dur menjabat sebagai Presiden Indonesia. Hal ini membuktikan, bahwa Gus Dur dalam ranah politik sudah tidak diragukan lagi. Walaupun saat Gus Dur jadi presiden melalui “dengkulnya Amin Rais” begitulah candaan khas Gus Dur di salah satu acara Televisi nasional. Karena menurut Gus Dur dengan humor maka semua akan cair dan tidak kaku.

Sedangkan bagi umat Nahdlatul Ulama (NU), sosok Gus Dur merupakan “Sang pamomong”. Yakni, figur yang memiliki watak mengayomi, membimbing, serta memperteguh kasih sayang atas sesama, tanpa membeda-bedakan latar belakangnya.

Oleh karena itu, sikap yang diperlihatkan Gus Dur kepada para pejabat, bahkan kepada presiden sekalipun, tidak beda dengan sikap yang diberikannya kepada wong cilik. Hal inilah yang membedakan Gus Dur dengan pemimpin lain dalam memberlakukan tamunya, sehingga masyarakat (wong cilik) menilai Gus Dur adalah sosok yang mengayomi semua orang.

Sepak terjang Gus Dur, dalam memberikan kontribusi terhadap bangsa sudah tidak diragukan lagi. Seabrek penghargaan sudah beliau dapatkan, baik itu dalam bidang penegakan HAM dan toleransi antarumat beragama, bapak pluralisme, Doctor Honoris causa bidang hukum dari konkuk University, seoul korea selatan, 21 Maret 2003, Doktor Honoris Causa dari Universitas Sokka, Jepang 2002, penghargaan kepemimpinan global (the global leadership award) dari Columbia University,dan penghargaan-penghargaan lainnya. Dikutip dari Republika.co.id.

Dari penjelasan di atas sangat jelas, bahwa seabrek penghargaan dan daya jelajah wawasan keilmuan Gus Dur sudah tak terbantahkan lagi. Sehingga ketika Gus Dur menjabat sebagai presiden sangat wajar. Karena menjadi seorang pemimpin selain memiliki wawasan yang luas, juga bisa mengayomi warganya.

Maka dalam hal ini untuk mengetahui sepak terjang Gus Dur dalam bidang politik, sekurang-kurangnya terdapat tiga  jawaban yang bisa kita petik dan ambil hikmahnya.

Pertama, Gus Dur mengajarkan kepada kita bahwa memasuki dunia politik memerlukan kesabaran dan kesediaan untuk menjadikannya sebagai proses perjuangan jangka panjang. Dalam proses demikian, kekuasaan harus dibangun dengan investasi sosial dan kultural yang cukup.

Maka, kalau saat ini banyak orang yang begitu berambisi masuk dalam ranah politik untuk mengejar sebuah jabatan tertinggi. Maka, berbeda dengan Gus Dur yang memilih lebih membumi dan tidak berambisi untuk mengejar jabatan.

Kedua, Gus Dur membangun jalur politiknya sebagai cendekiawan rakyat. Karena sebagai seorang cedekiawan selain luas wawasannya juga paham peta manuver lawan politik yang harus dihadapi. Tetapi peta kekuatan politik yang usung Gus Dur adalah bukan semata-mata pada kepiawaian manuver politik yang diperagakan, tetapi lebih pada kekuatan struktur pengetahuan yang dibangun untuk menjelaskan yang terjadi dan bagaimana proyeksi masa depannya.

Karena itu, pemikiran dan politik Gus Dur menjadi perentas jalan hubungan masyarakat, bangsa, dan agama. Hal ini ditandai di berbagai kasus yang berhasil ditengahi oleh Gus Dur. Misalnya kasus Ahmadiyah serta gerakan Papua merdeka yang mampu didamaikan oleh Gus Dur melalui konsep pribumisasi Islam dan konsep islam sebagai etika social.

Ketiga, Gus Dur adalah tokoh yang selalu menjaga hubungan baik dengan semua kalangan. bagi Gus Dur politik adalah bentuk silaturahim dengan lawan politiknya. Meski dalam prakteknyasering diperlakukan secara tidak adil oleh lawan politiknya, tetapi Gus Dur tetap menjaga silaturahim. Karena menurut Gus Dur “tidak ada jabatan di dunia ini yang perlu diperhatikan mati-matian”. 

Itulah Gus Dur sosok santri yang menjelma menjadi cendekiawan rakyat dan pemimpin politik yang sangat berpengaruh. Karena, pengaruh itu bisa diraih apabila memiliki pengatuan yang luas dan kemampuan dalam meramu strategi dalam memecahkan persoalan yang ada di lingkungan masyarakat. Itu bisa dicapai oleh Gus Dur karena, ia memiliki kemampuan dan luasnya samudra keilmuan yang tinggi untuk menapaki jalur politik sebagai proses investasi sosial jangka panjang.

 

 *Aktivis Literasi Santri

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Rumah Terbakar, Satsus Bagana Satkoryon Banser Gercep Padamkan Api

    Dua Rumah Terbakar, Satsus Bagana Satkoryon Banser Gercep Padamkan Api

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Bagana Banser bersama-sama dengan Damkar Pati dan SatpolPP memadamkan api dari dua rumah yang mengalami kebakaran di Pucakwangi PUCAKWANGI – Dua rumah warga Dukuh Jatilawang, Desa/Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati alami kebakaran, Selasa (15/2) siang. Rumah tersebut adalah milik Jono dan Kasbi, warga RT 5 RW 2 desa setempat. Kasatsus Bagana Satkoryon  Pucakwangi, Syaiful Maarif menjelaskan, […]

  • PCNU PATI - Maraknya Pelecehan Seksual, Forum Rekanita Gelar Edukasi Kesehatan Reproduksi

    Maraknya Pelecehan Seksual, Forum Rekanita Gelar Edukasi Kesehatan Reproduksi

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 349
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Forum Rekanita Bergerak (FRB) menggandeng Lembaga Konseling Pelajar Putri (LKPP) PC IPPNU Pati, Lembaga Komunikasi Perguruan Tinggi (LKPT), Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT IPPNU IPMAFA dan Pelajar NU Dukuhseti mengadakan Sosialisasi Edukasi mengenai Kesehatan Reproduksi dan Pelecehan Seksual pada Sabtu (23/4/2022), di Gedung Haji Kecamatan Dukuhseti.  Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk […]

  • PCNU-PATI Photo by 2081671

    Selamat Hari Ibu

    • calendar_month Jum, 23 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Berbicara soal peringatan hari ibu kemarin, kiranya sangat tepat jika tulisan saya kali ini bercerita tentang keseharian ibunda tercinta. Sosok inspiratif yang senantiasa mengajarkan saya banyak hal. Mulai dari bagaimana bersikap sebagai seorang perempuan hingga soal urusan perdapuran. Bagi saya ibu adalah seorang perempuan biasa yang memiliki semangat luar biasa. Ibu […]

  • Sambangi Pati, Khofifah Pamer Progam Muslimat NU

    Sambangi Pati, Khofifah Pamer Progam Muslimat NU

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

      Pati – Ketua Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyambangi Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Minggu (29/6/2025). Ia pun memamerkan program unggulan Muslimat NU. Khofifah menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-79 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Pati. Acara itu juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi yang […]

  • Sudah Saatnya MWCNU Batangan  Lebih Maju

    Sudah Saatnya MWCNU Batangan Lebih Maju

    • calendar_month Sen, 7 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Sabtu, (28/11/15) kemarin MWNU Kec Batangan mengadakan konferensi yang bertempat di MA Tarbiyatul Islamiyah Lengkong Batangan, turut hadir dalam acara tersebut para Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama, Muslimat, Fatayat, Muspika, Polsek, Dandim serta para tamu undangan. “Sudah waktunya reorganisasi ini di lakukan dan di gantikan yang muda, lebih berwawasan luas dan lebih semangat dalam memimpin, saya […]

  • Khitan Gratis, Program LAZISNU Kec Pucakwangi

    Khitan Gratis, Program LAZISNU Kec Pucakwangi

    • calendar_month Sen, 28 Jun 2021
    • account_circle admin
    • visibility 380
    • 0Komentar

      Pati. Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, melalui NU Care meluncurkan program khitan gratis.   Program ini diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu.   Khitan gratis ini terealisasi berkat kerja sama Lazisnu Pucakwangi dengan Rumah Khitan As-Syifa Tegalwero, Pucakwangi.    Semenjak diluncurkan pada awal tahun ini, program tersebut […]

expand_less