Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suluk Maleman Kali Ini; Asal Allah Tak Murka

Suluk Maleman Kali Ini; Asal Allah Tak Murka

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 19.695
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id Kisah di balik doa Rasulullah di Thaif memberi pelajaran penting bagi umat muslim. Selain mengajarkan kasih sayang, juga agar tidak mudah terpengaruh omongan orang. Kisah tersebut menjadi salah satu bahan refleksi yang diangkat dalam gelaran Suluk Maleman pada Sabtu (19/9).
Anis Sholeh Ba’asyin mengungkapkan ada cerita penuh makna dibalik doa itu. Dia menceritakan saat itu nabi berusia 50 tahun dan harus menghadapi tantangan besar saat harus berdakwah.
“Saat itu ditolak terus menerus. Bahkan di waktu haji disebarkan rumor jika Nabi adalah ahli sihir sehingga warga harus menutup kupingnya bila bertemu beliau. Kala itu nabi juga kehilangan dua orang yang selalu mendukungnya dalam berdakwah, yakni Abu Tahlib dan Khadijah,” imbuh dia.
Saat itu rasul kemudian memilih mencoba berdakwah ke Thaif. Berjalan kaki dengan lokasi yang begitu jauh serta berupa gunung berbatu.
“Di Thoif juga menerima penolakan. Bukan hanya penolakan, tapi untuk menghinakan, anak-anak kecil yang disuruh melempari beliau dengan batu. Pada saat terpuruk itulah nabi berdoa,” imbuh dia.
Mendengar doa itu, malaikat Jibril bahkan bergetar hingga menawarkan membalikkan gunung agar menelan Thaif seisinya. Namun tawaran itu justru ditolak nabi lantaran begitu sayangnya dengan sesama manusia.
Peristiwa tersebut juga menekankan bahwa manusia harus melampaui naluri dasar hewan, dengan berfokus pada belas kasih dan empati terhadap seluruh umat manusia bahkan orang yang memusuhinya, bukan hanya keluarga sendiri atau orang dekatnya saja.
Kecuali itu, peristiwa itu juga mengajarkan umat muslim untuk tidak pernah ragu atau berhenti hanya gara-gara sudut pandang dan perilaku orang lain.
“Kalau memikirkan dengan segenap pemikiran bahwa yang dilakukan itu benar, jangan sekali-kali menjual itu hanya karena ingin dipuja manusia. Persoalan terbesar karena sering kali di kehidupan ini kita dikendalikan pemikiran orang lain. Takut melakukan sesuatu yang dianggap benar karena khawatir orang lain tidak suka,” ujar dia.
Apalagi di zaman keberisikan media sosial seperti sekarang, di mana gangguan-gangguan narasi media acap digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dari isu-isu substansial yang dihadapinya.
Anis berujar, ada hadis yang menceritakan jika orang memegang kebenaran seperti memegang api. Banyak yang tidak kuat dan melemparnya.
“Ada masanya kita tidak peduli dengan pemikiran orang lain, yang penting Allah tidak murka,” ujar dia.
Anis menyebut ada dua hal yang sebenarnya bisa dilakukan umat muslim saat ini, yakni khauf dan raja’. Dia menyebut hal itu seperti halnya beribadah seolah-olah melihat Allah atau jika tidak bisa selalu merasa dilihat Allah.
“Kalau masuk ke suatu tempat banyak CCTV pasti kita akan berhati-hati atau sehingga kita merasa semua terasa serba sempit. Itulah sumber khauf. Sementara jika bisa seolah-olah melihat Allah, pasti akan memunculkan harapan kuat, menjadikan semua terasa luas. Itulah sumber raja’. Prose perluasan dan penyempitan adalah sepasang sayap yang membuat kita bisa terbang tataran ruhani yang lebih tinggi,” tambah dia.
Sementara itu KH. Ahmad Nawawi Cholil dari Rembang menambahkan, kanjeng Nabi pernah memberi nasihat agar senantiasa hati-hati dan optimis. Sikap itu perlu dilakukan kepada berbagai hal.
“Seperti dalam sikap berbangsa, maka kita harus berani mengingatkan jika salah tapi juga harus tetap optimis,” ujar dia.
Oleh karena itu, Kiai Nawawi menyebut kenikmatan paling besar adalah ilmu. Sehingga bisa tahu dalam menempatkan situasi.
“Saya teringat Mbah Maimoen pernah memberi nasihat. Orang yang mau bejo dunia akhirat harus punya ilmu ngempet. Bahkan setelah beliau wafat ada peristiwa aneh, dicoba dengan pandemi. Itu kan kita harus ngempet,” ujar dia.
Topik yang begitu dalam itu rupanya menjadi bahan renungan mendalam bagi ratusan pemirsa yang menyaksikan secara langsung maupun melalui berbagai media sosial Suluk Maleman. Hadirnya musik religi dari Sampak GusUran juga kian menghangatkan suasana.

Keterangan foto:
Anis Sholeh Ba’asyin dan KH. A. Nawawi Cholil dalam NgAllah Suluk Maleman “Asal Kau Tak Murka, Aku Tak Peduli” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (19/9).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momen halal Bi Halal MWCNU Winong, Ranting NU dan Banomnya Sepakat Dukung Penuh Klinik NU HALAL BI HALAL Pratama Rawat Inap

    Momen halal Bi Halal MWCNU Winong, Ranting NU dan Banomnya Sepakat Dukung Penuh Klinik NU HALAL BI HALAL Pratama Rawat Inap

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Winong mengadakan acara Halal Bihalal pada minggu, 20 April 2025. Halal Bihalal yang dilaksanakan bertempat di Gedung Klinik Pratama Rawat Inap NU Winong ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kab Pati KH Yusuf Hasyim, S.Ag, M.SI, Pengurus MWCNU Winong, Muspika Kec Winong, Badan Otonom Muslimat NU, Fatayat […]

  • a couple of people walking down a dirty street

    Islam, Perang dan Perdamaian

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.395
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Perang di Timur Tengah sejak Ramadlan 1447 H. menyita perhatian publik, baik di dunia nyata maupun online. Perang terjadi secara offline dan digital. Isu agama mencuat tajam. Pihak Iran menyebut ini ada perang agama sehingga umat Islam dunia harus mendukung Iran. Sedangkan Amerika lewat Menteri Pertahanan menyatakan bahwa ini adalah perang […]

  • PCNU-PATI

    Santri Kilat dan Santri Virtual Ramadan

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Setiap Ramadan, bahkan setiap hari, saya rajin menonton video Youtube para kiai-kiai yang saya kenal. Selain sosok kiai mainstream seperti Gus Baha, Gus Mus, Gus Ulil, saya sering menonton live streaming dari sejumlah channel dan kiai-kiai saya dulu seperti Kiai Muslim Assalamy, Kiai Kholilulrahman, Kiai Umar, dan lainnya yang aktif ngaji secara […]

  • Sosok Pengkader Hebat Telah Berpulang

    Sosok Pengkader Hebat Telah Berpulang

    • calendar_month Sen, 15 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

     Dr. Jamal Makmur Asmani* Wakil ketua PCNU Pati, Dr. Jamal Makmur Asmani (kanan) bersama dengan KH. Ali Munfaat saat berziarah di maqbarah KH. Maimoen Zubair di Ma’la tahun 2019 Pagi ini seakan tidak percaya kabar wafatnya KH. Ali Munfaat, Ketua PCNU Pati, Periode 20013-2019. Banyak sekali kenangan bersama beliau. Kesan paling kuat adalah beliau, Bapak […]

  • PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

    PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    PATI-Perlunya koordinasi hingga akar rumput, memaksa NU harus memiliki corong-corong hingga ke tingkat desa. Hal ini sangat penting sebagai media penyaluran informasi baik dari atas ke bawah (up-down) maupun dari bawah ke atas (buttom-up). Sebenarnya, secara organisasi, NU sudah didesain untuk menembus level ini. Keberadaan Pengurus Ranting NU sebagai strata organisasi NU yang bersentuhan langsung […]

  • NU Winong Sebarkan 1094 Vaksin

    NU Winong Sebarkan 1094 Vaksin

    • calendar_month Kam, 30 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Suasana kegiatan ‘Serbuan 1000 Vaksin Covid-19’ di gedung MWC NU Winong WINONG – Mengusung tema ‘Serbuan 1000 Vaksin Covid-19’, MWC-NU Winong Berbakti menyelenggarakan aksi vaksinasi Covid di Gedung MWC setempat. Menggandeng DPD Hipakad Provinsi Jawa Tengah, kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari.  “Mulai Selasa, 28 sampai hari ini, Kamis, 30 September,” ungkap Dhofir Maqoshid, ketua […]

expand_less