Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Kedai Nuk Inuk di Gerit Cluwak Tawarkan Konsep ‘Kopi, Buku, Makan Enak’

Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Kedai Nuk Inuk di Gerit Cluwak Tawarkan Konsep ‘Kopi, Buku, Makan Enak’

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 5 Jul 2026
  • visibility 199
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Aroma kopi yang harum menyeruak di antara pilar-pilar kayu sebuah rumah tua di Desa Gerit, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Di sudut ruangan, sebuah radio kuno dan mesin ketik ditata apik, memberikan kesan vintage rustic yang kuat. Di sinilah Mirza (38), anggota Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Pati, menyemai mimpi barunya.
​
Lelaki kelahiran 1988 ini baru saja membuka kedai kopi unik bernama Nuk Inuk. Nama yang terdengar menggelitik di telinga ini ternyata diambil dari filosofi sederhana, “enak-enak”.

​Perjalanan Nuk Inuk sendiri tidak instan. Sebelum memiliki bentuk fisik seperti sekarang, usaha ini sudah berjalan secara daring selama lima tahun dengan menu andalan es teler. Dorongan kuat dari para pelanggan setia yang menginginkan tempat berkumpul, akhirnya Mirza melahirkan kedai ini.

​Ia bercerita bahwa ide membangun kedai ini muncul secara tidak sengaja saat ia sedang menikmati kopi di wilayah Kecamatan Margoyoso. Di tengah perjalanan pulang, tebersit pikiran untuk membuka tempat ngopi sendiri di desanya. Apalagi, Desa Gerit terbilang jauh dari pusat Kecamatan Cluwak dan belum memiliki tempat mengopi yang representatif.

​”Kami terbiasa terbawa iklim Jogja, di mana ada tempat ngopi yang bisa sekaligus dijadikan ruang diskusi dan membaca,” ujar alumnus salah satu kampus di Yogyakarta ini, Ahad (5/7/2026).

​Bukan sekadar tempat nongkrong biasa, Nuk Inuk dibangun dengan konsep matang yang memadukan tradisi dan estetika. Kedai ini resmi dibuka pada Minggu Legi, 28 Juni 2026 lalu. Pemilihan waktu ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan filosofi Jawa yang diyakininya, memulai usaha yang baik sangat tepat jika diawali pada hari Minggu Legi.

​Untuk memperkuat konsep jadulnya, Mirza rela berburu barang-barang lama dari tempat rongsokan. Radio lawas dan mesin ketik tua sengaja ia kumpulkan untuk dijadikan hiasan, menciptakan atmosfer nostalgia bagi siapa saja yang berkunjung. Meski mengusung konsep lawas, kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas utama, salah satunya dengan menyediakan fasilitas musala di area kedai.

​Menariknya, Nuk Inuk mengusung tagline yang kuat, yakni “Kopi, Buku, Makan Enak”. Tempat ini dirancang bukan hanya untuk mengisi perut atau melepas dahaga, melainkan juga sebagai ruang baca. Mirza mengungkapkan bahwa ke depannya, ia berencana memanfaatkan kedai ini sebagai wadah untuk berbagai kegiatan literasi masyarakat.

​Soal urusan perut, Nuk Inuk menawarkan variasi menu yang sangat beragam. Untuk pencinta minuman hangat, tersedia pilihan Kopi Lasem, Kopi Gembong, hingga Kopi Temanggung. Sementara untuk pencinta menu segar, ada salad buah, mango sticky rice, aneka jus segar, hingga menu legendaris yang mengawali bisnis ini yaitu Es Teler Nuk Inuk.

​Tak kalah menggoda, bagian dapur siap memanjakan lidah pengunjung dengan kudapan seperti mendoan, ketan cokelat, ketan susu keju, hingga burger. Bagi yang datang dengan perut lapar, kedai ini menyediakan makanan berat mulai dari nasi bakar, mi, katsu, pempek, hingga nasi kucing yang merakyat.

​Keunikan konsep dan kelezatan menu yang ditawarkan Nuk Inuk mulai memikat hati warga, bahkan dari luar kecamatan. Hanafi, salah seorang pembeli yang rela datang jauh-jauh dari Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, mengaku sangat terkesan dengan suasana kedai ini.

​”Suasananya dapet banget, tenang dan bikin betah. Di wilayah Cluwak sini sepertinya baru ini ada tempat ngopi yang merangkap ruang baca dengan konsep seunik ini. Paket lengkap, bisa ngopi, baca buku, sambil makan enak,” ungkap Hanafi.

​Berjarak hanya sekitar 100 meter di sebelah selatan Balai Desa Gerit, Kedai Nuk Inuk kini berdiri bukan sekadar sebagai tempat melepas penat, melainkan sebagai oase literasi baru yang siap menginspirasi dari sudut desa. (Angga/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usung Tema Keraton Mawaskan, OSIM MA Walisongo Kayen Gelar Pesta Demokrasi

    Usung Tema Keraton Mawaskan, OSIM MA Walisongo Kayen Gelar Pesta Demokrasi

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA Walisongo Kayen mengadakan pemilihan ketua, Kamis (27/10/2022). Kegiatan yang dilangsungkan di halaman Madrasah Aliyah Walisongo Kayen ini mengusung tema “Keraton Mawaska”. Acara dimulai dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh Kepala MA Walisongo Kayen, Sunoto, M. Ag. Dalam kesempatan itu, Kepala Madrasah Sunoto menyampaikan bahwa selalu ada suka […]

  • Marak Kekerasan Seksual, PC Pagar Nusa Pati: Seni Beladiri Penting Ditanamkan Sejak Dini

    Marak Kekerasan Seksual, PC Pagar Nusa Pati: Seni Beladiri Penting Ditanamkan Sejak Dini

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    PATI – Publik sempat dibuat “jengkel” atas maraknya pemberitaan perbuatan pelecehan seorang laki-laki yang dilakukan kepada seorang wanita akhir-akhir ini. Pelaku kekerasan dan penyimpangan seksual tidak hanya dari lingkungan luar namun juga tak jarang didominasi oleh orang terdekat korban. Pelaku kekerasan seksual lebih sedikit dilakukan oleh orang asing dibandingkan orang yang dikenal. Bahkan jika di […]

  • PCNU-PATI

    Melestarikan Tradisi Lebaran Idulfitri

    • calendar_month Rab, 10 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 631
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Jika mendiskusikan tradisi Lebaran Idulfitri memang tidak ada habisnya. Tidak ada selesainya. Tidak habis dituliskan di NU Online Pati ini. Sebab, manusia Islam Indonesia sangat kultural, metaforis, dan suka akan hal-hal mistisisme yang oleh orang barat disebut klenik, mistis, dan bahkan orang kanan menyebutnya bidah. Saya tidak akan membicarakan hal itu. Namun, […]

  • PCNU PATI - Fiqh Sosial Kiai Sahal dan Kesejahteran Umat.

    Fiqh Sosial Kiai Sahal dan Kesejahteran Umat

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Salah satu tujuan utama membentuk masyarakat Islam adalah mensejahterakan masyarakat secara lahir dan batin. Agar tujuan tersebut bisa tercapai, maka harus diikuti dengan langkah-langkah kongkret dalam melakukan pemberdayaan masyarakat yaitu dengan peningkatan kualitas pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan mengubah kultur masyarakat yang berperadaban.Untuk mengubah kultur tersebut diperlukan perangkat-perangkat keilmuan yang peka terhadap persoalan sosial, seperti kemiskinan, […]

  • PR IPNU IPPNU Tlutup Sholawatan Bareng Dalam Rangka Peringati Maulid Nabi dan HSN

    PR IPNU IPPNU Tlutup Sholawatan Bareng Dalam Rangka Peringati Maulid Nabi dan HSN

    • calendar_month Sab, 23 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

    TRANGKIL – Dalam rangka memperingati maulid Nabi dan HSN, Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Tlutup menggelar sholawatan pada kamis (21/10).  Acara tersebut merupakan wujud rasa syukur karena telah menjadi umat Nabi Muhammad SAW., serta diharapkan acara tersebut dapat membangun silaturahmi antar umat.  Acara bertempat di rumah Rekan Lukman Anggota yang hadir sangat antusias mengikuti acara.  “Alhamdulillah, […]

  • PCNU-PATI Photo by Tangerine Newt

    Saweran

    • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 580
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Pada sebuah kafe saya dengan beberapa tim kerja, membahas sesuatu hal yang berkaitan dengan pengumpulan orang, menghimpun masa, menggiring opini untuk satu tujuan yaitu salah satu klien dari kami yang ingin maju dalam pertarungan merebut simpati dari masyarakat dan umat. Dan klien kami ingin menjadi pemenang dalam perebutan pemimpin tingkat nasional. […]

expand_less