Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » BNPT – FKPT Jateng Rillis Indeks Potensi Radikalisme (IPR), Ini Datanya!

BNPT – FKPT Jateng Rillis Indeks Potensi Radikalisme (IPR), Ini Datanya!

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
  • visibility 210
  • comment 0 komentar

Semarang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Diseminasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 yang diikuti 372 peserta dari unsur pemerintah daerah, akademisi, aparat penegak hukum, tokoh agama, organisasi masyarakat, media, dan pemangku kepentingan lainnya pada Kamis, 2 Juli 2026.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Pencegahan BNPT Brigjen TNI Dr. Sigit Karyadi, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pencegahan radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, hasil survei menjadi dasar penting dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama di tengah perkembangan ruang digital yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat.

Paparan hasil survei disampaikan oleh Peneliti FKPT Jawa Tengah Ahmad Ro’uf, S.Pd.I., S.H., M.Pd. Ia menjelaskan bahwa Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 tercatat sebesar 10,9, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 11,4. Penurunan terjadi pada seluruh dimensi pengukuran, yaitu pemahaman (11,3), sikap (20,9), dan tindakan (0,4). Survei tersebut dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 600 responden berusia 18–60 tahun di 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 4 persen.

Selain mengukur potensi radikalisme, survei juga memotret perilaku digital masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa 68 persen masyarakat mencari konten keagamaan melalui internet, sementara 20 persen mengaku menyebarkan konten keagamaan kepada orang lain. Platform yang paling banyak digunakan adalah YouTube, TikTok, Facebook, WhatsApp, dan Instagram, dengan bentuk konten yang paling diminati berupa video berdurasi kurang dari 30 menit. Temuan tersebut menunjukkan bahwa ruang digital menjadi salah satu arena strategis dalam upaya pencegahan penyebaran paham radikal.

Pendalaman hasil survei disampaikan oleh Tim Reviu Survei IPR, Lilik Purwandi, S.Si., M.Si. Ia menekankan bahwa penurunan nilai IPR merupakan sinyal positif, namun tidak boleh dimaknai sebagai berakhirnya ancaman radikalisme. Menurutnya, tingginya penetrasi internet, khususnya pada kelompok Gen Z dan milenial, mengharuskan strategi pencegahan lebih diarahkan pada penguatan literasi digital, pengembangan kontra-narasi, serta peningkatan kapasitas keluarga, pendidik, dan tokoh agama dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap penyebaran ideologi ekstrem.

Sementara itu, Ketua FKPT Jawa Tengah, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menyampaikan bahwa hasil survei menjadi pijakan penting dalam penyusunan program pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan di Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, tokoh agama, media, organisasi masyarakat, dan masyarakat luas menjadi kunci dalam memperkuat nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, serta wawasan kebangsaan.

Ibda menegaskan bahwa capaian penurunan Indeks Potensi Radikalisme (IPR) dari 11,4 pada 2024 menjadi 10,9 pada 2025 merupakan kabar menggembirakan. Namun, menurutnya, angka tersebut harus dibaca secara lebih komprehensif karena menyimpan tantangan yang tidak tampak di permukaan.

Bila dibedah berdasarkan dimensinya, kita menemukan paradoks yang menarik. Dimensi tindakan hanya berada pada angka 0,4, menunjukkan masyarakat Jawa Tengah relatif damai dan tidak menunjukkan kecenderungan melakukan tindakan radikal. Akan tetapi, dimensi pemahaman masih berada di angka 11,3 dan dimensi sikap justru menjadi yang tertinggi, yakni 20,9. “Artinya, potensi intoleransi masih hidup pada level cara berpikir dan cara memandang kelompok lain,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, kondisi tersebut sejalan dengan teori perdamaian yang dikembangkan Johan Galtung dalam buku Peace by Peaceful Means: Peace and Conflict, Development and Civilization (1996). Menurutnya, Jawa Tengah telah mampu membangun negative peace atau perdamaian yang ditandai minimnya kekerasan langsung. Namun, pekerjaan rumah berikutnya adalah membangun positive peace, yaitu kondisi ketika masyarakat tidak hanya bebas dari konflik fisik, tetapi juga memiliki budaya toleransi, keadilan, dan penghormatan terhadap keberagaman.

“Rendahnya angka tindakan bukan berarti ancaman telah selesai. Justru kita harus bekerja lebih keras pada aspek pemahaman dan sikap, karena di sanalah bibit intoleransi dapat tumbuh sebelum berubah menjadi tindakan,” kata Ibda yang juga Rektor INISNU Temanggung tersebut.

Ibda juga mengaitkan hasil survei tersebut dengan konsep pendidikan damai (peace education) yang dikembangkan Ian Harris dan Betty Reardon. Menurutnya, pendidikan pencegahan radikalisme selama ini relatif berhasil menekan tindakan kekerasan, tetapi belum sepenuhnya menyentuh transformasi nilai, empati, dan karakter masyarakat.

“Intervensi kita selama ini mungkin baru berhasil pada aspek perilaku yang tampak, tetapi belum cukup kuat mengubah cara berpikir dan cara bersikap. Padahal, pendidikan damai harus menyentuh tiga ranah sekaligus, yaitu pengetahuan, sikap, dan tindakan,” jelasnya.

Dari perspektif keislaman, Hamidullah menilai temuan tersebut selaras dengan pemikiran Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin yang menempatkan hati sebagai pusat pengendali perilaku manusia. Menurutnya, sikap merasa paling benar, kebencian terhadap kelompok lain, dan hilangnya sikap tawazun atau keseimbangan berpikir menjadi faktor yang harus dicegah sejak dini melalui pendidikan agama yang moderat dan berakhlak.

Ia juga mengutip pemikiran Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang menegaskan bahwa ilmu agama seharusnya melahirkan sikap objektif, adil, santun, serta menghormati perbedaan. Karena itu, penguatan literasi keagamaan yang memiliki sanad keilmuan otoritatif menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurut Ketua FKPT Jateng, tantangan tersebut semakin kompleks karena survei menunjukkan lebih dari 65 persen responden berasal dari kelompok Generasi Z dan milenial, dengan tingkat penetrasi internet yang sangat tinggi. Sebanyak 68 persen responden mengaku aktif mencari konten keagamaan melalui internet, terutama melalui YouTube dan TikTok, sementara sebagian besar mengakses internet dalam durasi panjang setiap hari.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa ruang digital bukan lagi sekadar media komunikasi, tetapi telah menjadi arena utama pembentukan cara berpikir dan sikap keagamaan masyarakat. Algoritma media sosial berpotensi menciptakan echo chamber, yaitu ruang gema yang terus-menerus menguatkan pandangan kelompoknya sendiri sehingga berisiko memperbesar intoleransi apabila tidak diimbangi literasi digital yang memadai,” paparnya.

Berdasarkan temuan tersebut, FKPT Jawa Tengah akan mengarahkan strategi pencegahan dengan memperkuat digitalisasi konten kontra-radikalisasi melalui video-video pendek yang kreatif, edukatif, dan sesuai karakter pengguna media sosial. Selain itu, FKPT akan memperkuat peran keluarga, tokoh agama, sekolah, perguruan tinggi, dan organisasi kemasyarakatan sebagai benteng utama pembentukan karakter moderat.

Ia menambahkan, survei juga menunjukkan bahwa pemuka agama (65,5 persen) dan keluarga atau orang tua (33,8 persen) masih menjadi sumber utama rujukan masyarakat dalam memperoleh informasi keagamaan. Karena itu, FKPT akan memperluas kolaborasi dengan Nahdlatul Ulama melalui LP Ma’arif NU Jawa Tengah, LPTNU, Pergunu, Muhammadiyah melalui Dikdasmen dan perguruan tinggi Muhammadiyah, serta berbagai organisasi keagamaan lainnya untuk memperkuat pendidikan moderasi beragama berbasis komunitas.

Di sisi lain, Ibda mengakui tingkat pengenalan publik terhadap FKPT Jawa Tengah yang masih berada pada angka 14,7 persen menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Ke depan, FKPT akan memperluas jejaring kemitraan dengan lebih dari 45 perguruan tinggi, media massa, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan, serta pemerintah daerah agar program pencegahan semakin dikenal dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Data Survei IPR bukan sekadar angka statistik, melainkan kompas dalam menentukan arah kebijakan pencegahan. Target kita bukan hanya mempertahankan rendahnya angka tindakan, tetapi juga menurunkan dimensi sikap agar masyarakat Jawa Tengah semakin toleran, inklusif, dan tetap menjaga karakter guyub, rukun, serta berbudaya,” tegasnya

Di akhir sesi, Subkoordinator Penelitian dan Evaluasi BNPT Teuku Fauzansyah menambahkan bahwa kegiatan penelitian itu, hasilnya bisa menjadi trigger (pemantik) riset-riset lain dari aspek kualitatif maupun dengan metode campuran.

Melalui kegiatan ini, BNPT dan FKPT Jawa Tengah berharap hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme Tahun 2025 dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis data sekaligus memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun masyarakat Jawa Tengah yang aman, inklusif, dan tangguh terhadap penyebaran paham radikal dan ekstremisme berbasis kekerasan. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Philip Oroni

    Puisi Puisi Eska Mariska

    • calendar_month Ming, 20 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Pesan setiap kali aku singgah di tempat yang sama rasanya begitu nyata kamu yang menatapku aku membalas malu-malu desiran ombak yang membawamu ke sisiku menyadarkanku akan kehadiranmu sesaat-menyenangkan lalu aku berbisik kepada angin untuk membawakan secarik pesan yang aku tulis di tengah kerumunan 24 Juli 2022 Tak Pernah Usai percakapan kita tak pernah usai setiap […]

  • Dapat Air Bersih dari PCNU, Warga : Kami Sangat Terbantu

    Dapat Air Bersih dari PCNU, Warga : Kami Sangat Terbantu

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 748
    • 0Komentar

    WINONG-Delapan truk tangki berisi air bersih kembali diterjunkan oleh PCNU Pati. Kali ini, ada tiga kecamatan yang menjadi target pendistribusian air bersih, Jumat (20/9). Desa Sidomukti, Kecamatan Jaken, Desa Sarimulyo dan Kropak, Kecamatan Winong serta Desa Sembatur Agung Kecamatan Jakenan menjadi sasaran pendistribusian air beraih siang tadi. Keempat desa di tiga kecamatan tersebut memperoleh bantuan […]

  • Ketua MWC NU Gembong : Pengurus NU Jangan 'Omdo'

    Ketua MWC NU Gembong : Pengurus NU Jangan ‘Omdo’

    • calendar_month Ming, 19 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah (Lazisnu) MWC-NU Gembong menggelar Diskusi Upzis – Lazisnu di MI Hidayatul Islam (MHI). Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad (19/1) siang. Shodiq, Ketua Lazisnu Gembong, dalam pengantarnya pengantar menyatakan bahwa, agenda ini dilaksanakan untuk me-refresh kepengurusan Upzis di tingkat Ranting NU. “Maka kami hadirkan para Pengurus […]

  • Jamaah Masjid Besar Baitul Muttaqin Santuni Yatim-Dhuafa

    Jamaah Masjid Besar Baitul Muttaqin Santuni Yatim-Dhuafa

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pengurus Takmir Masjid Besar Baitul Muttaqin menyantuni yatim-dhuafa Senin (17/4) malam ini. Panitia penyelenggara menggelontorkan sedikitnya Rp 24,7 juta. Dana tersebut dikumpulkan dari masyarakat sekitar dan didonasikan kepada 113 yatim, dhuafa dan marbot. “Alhamdulillah santunan dari beliau-beliau sangat bermanfaat khususnya menjelang hari saya,” ujar Supardi, salah satu penerima donasi. Agenda yang dihelat sekaligus […]

  • NU dan Bupati Bicarakan Kesiapan Pesantren Sambut New Normal

    NU dan Bupati Bicarakan Kesiapan Pesantren Sambut New Normal

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Rapat terbatas PCNU, RMI-NU, Bupati Pati dan gugus tugas covid-19 di rumah dinas Bupati Pati.  PATI-PCNU bersama PC RMI-NU (Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama’) Kabupaten Pati dan perwakilan pengelola pesantren berkoordinasi dengan Bupati Pati dan gugus tugas covid-19 terkait kesiapan new normal. Pertemuan terbatas ini dilakukan Jumat (5/6) pagi di rumah dinas Bupati Pati. Koordinasi […]

  • Dua Atlet Petanque Salafiyah Kajen Sabet Medali di Ajang Popda

    Dua Atlet Petanque Salafiyah Kajen Sabet Medali di Ajang Popda

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 564
    • 0Komentar

      Dua siswi Salafiyah yang membanggakan warga Pati lewat cabang olahraga Petanque  PATI – Dua atlet Cabang Olahraga (Cabor) Petanque Kabupaten Pati berhasil meraih dua medali pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Non Virtual Jateng 2021. Pertandingan tersebut  berlangsung di lapangan Petanque Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) 15 -16 November 2021. […]

expand_less