Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suluk Maleman Kali ini Membahas Bangsa Yang Kehilangan Kuda Kuda

Suluk Maleman Kali ini Membahas Bangsa Yang Kehilangan Kuda Kuda

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 21 Jun 2026
  • visibility 16.009
  • comment 0 komentar

Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyoroti persoalan hilangnya cara pandang bangsa dalam melihat kemanusiaan. Padahal sejarah menunjukkan banyaknya perjuangan melawan penjajah justru didasari nilai-nilai dasar yang sudah lama menjadi menjadi bagian hidup bangsa. Nilai-nilai yang secara diametral bertentangan dengan nilai yang dibawa penjajah.
Perenungan itu muncul saat digelarnya Ngaji Budaya Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (20/6). Ironisnya, Anis menyebut era hujan narasi informasi seperti sekarang ini justru rentan mengubah perilaku bangsa.
Anis mencontohkan di abad 16, ketika koloniasme bergerak, gerakan perlawanan sangat kuat di negara-negara muslim seperti di Afrika, Asia dan sebagian Kawasan di Timur Tengah. Perlawanan itu juga muncul di nusantara seperti dari Demak, Aceh, Kalimantan dan Sulawesi.
“Kenapa mereka melakukan perlawanan? Hipotesa kami karena mereka menganggap nilai pandangan hidup para penjajah berbeda dan bertentangan dengan nilai-nilai yang mereka yakini,” tambah dia.
Anis menyebut dalam pandangan hidup tersebut, para pejuang melihat kolonialisme tak hanya soal keadilan dalam penyedotan ekonomi. Melainkan bagaimana berfikir akan keadilan menumbuh-kembangkan nilai-nilai dasar yang diyakini masyarakat Indonesia.
“Kolonialisme bukan hanya soal penyedotan kekayaan alam, tapi yang lebih mendasar adalah masalah peremehan nilai-nilai peradaban yang sudah hidup di kalangan rakyat,” imbuh dia.
Anis juga mengingatkan nilai pandang kemanusiaan yang hidup di kalangan para santri. Hal itu begitu terlihat dari banyaknya gerakan perlawanan terhadap penjajah yang juga muncul dari pondok pesantren.
“Kalau dilihat, ada tiga kelompok yang kemudian membentuk tentara, yakni mantan KNIL, mantan PETA, serta mantan laskar Hizbullah yang dipimpin santri dan kyai. Bahkan Hizbullah yang bergabung itu merupakan mayoritas,” terang dia.
Hanya saja, dia menyayangkan setelah kemerdekaan, perlahan-lahan cara pandang yang dipakai justru berubah. Ada banyak cara pandang yang justru menganut dan melanggengkan cara pandang kolonial.
“Seperti undang-undang dan aturan banyak yang masih mengadopsi peninggalan Belanda. Sistem pendidikan juga seperti itu. Kenapa dipilih sistem pendidikan yang bahkan infrastrukturnya pun waktu itu belum banyak kecuali sekadar peninggalan politik etis? Harus diingat SD inpres sendiri baru ada di tahun 70an,” ujar dia.
Anis justru melihat bangsa Iran saat ini dengan berani mendemontrasikan cara hidupnya. Sikap satu bangsa bisa bersatu ketika melawan paham yang berbeda.
“Bahkan oposisi ketika ada musuh dari luar justru bisa bersatu dengan baik,” ujar dia.
Budayawan yang juga akademisi, Bambang Mursito juga mempertanyakan sistem pendidikan saat ini yang terbukti tidak mempertimbangan keseimbangan otak, hati dan spiritual. Bahkan mata pelajaran agama dalam seminggu tak lebih dari tiga jam.
“Padahal tentunya Kementerian Kebudayaan pasti punya dewan pakar dan ahli. Dulu kurikulum sebelum 84 pasti ada penataran guru, buku paketnya disiapkan sekarang ganti Menteri ganti kurikulum dan terkesan amburadul,” ucap dia.
Ratusan masyarakat tampak menikmati diskusi tersebut. Suasana kian hangat setelah diiringi kelompok musik Sampak GusUran.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Inilah Pesan Pembina PK IPNU IPPNU IPMAFA

    • calendar_month Sel, 2 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Margoyoso- Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Institut Pesantren Mathali’ul Falah mengadakan sowan dan silaturahmi kepada para pembina Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Institut Pesantren Mathali’ul Falah  Senin, 01 Mei 2023. Dalam silaturahmi dan sowan di hari […]

  • PCNU-PATI

    Tim Aset PBNU Koordinasi Pendataan aset Pendidikan LP Ma`arif Jawa Tengah

    • calendar_month Sab, 17 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang, Bertempat di Hotel Muria Semarang, Tim Aset PBNU melakukan koordinasi pendataan aset pendikan LP Ma`arif Jawa Tengah pada Sabtu (17/12/2022). Hal itu dilakukan oleh Ketua Tim Aset PBNU yang juga Wakil Bendahara PBNU, H Fahmy Akbar Idries bersama Sekretaris LP. Ma’arif NU PBNU Harianto Ogi. Pendataan tersebut dilakukan di sela-sela rapat koordinasi wilayah […]

  • PCNU Pati Temukan Siswa Mokel Puasa dengan Menu MBG

    PCNU Pati Temukan Siswa Mokel Puasa dengan Menu MBG

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.193
    • 0Komentar

      Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menemukan sejumlah siswa mokel atau membatalkan puasa Ramadan dengan menu makan bergizi gratis (MBG). Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim mengatakan temuan ini terjadi di beberapa sekolahan di Kabupaten Pati. Mulai dari tingkatan SD, SMP hingga SMA. Para siswa makan setelah mendapatkan menu MBG. ”Mohon […]

  • PCNU-PATI

    YPI Monumen Mujahidin Bageng Gelar Sholawatan Bersama Habib Ali Zainal Abidin Aseegaf

    • calendar_month Sab, 26 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Halaman Perguruan Islam Monumen Mujahidin, Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, dipadati ribuan pecinta selawat, Jumat (25/11/2022) malam. Mereka antusias melantunkan selawat Nabi Muhammad SAW bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf. Kegiatan selawatan yang digelar oleh Yayasan Perguruan Islam (YPI) Monumen Mujahidin Bageng ini merupakan puncak rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul […]

  • Jejak Gus Dur

    Jejak Gus Dur

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Tokoh Ulama ; Selama menjadi Ketua Umum PBNU selama 15 tahun, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) banyak mengunjungi daerah, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. Pada akhir tahun 1985, Gus Dur diundang berceramah oleh Rektor IKIP Makassar, Gubernur Prof. Dr. H. A. Amiruddin.Waktu itu, Gus Dur berangkat ke IKIP dan dijamu sarapan pagi. Di meja makan, […]

  • Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman “Robohnya Saka Guru Rumah Kami” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (20/12)

    Bahasan Suluk Maleman Kali ini yaitu Merekontruksi Empat Saka Guru Bangsa

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.653
    • 0Komentar

      Konstruksi rumah joglo yang baku punya ciri khas yakni ditopang empat tiang utama, yang disebut saka guru. Menurut Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman, kontruksi rumah tradisional Jawa ini memuat pesan simbolik dari peradaban muslim Jawa yang seharusnya dicermati bersama. Hal menarik itu diungkapkan oleh Anis saat membuka Suluk Maleman yang digelar di Rumah […]

expand_less