Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gus Rozin di Sidang MK: Biayai Pesantren Itu Kewajiban Konstitusi Negara, Bukan Intervensi!

Gus Rozin di Sidang MK: Biayai Pesantren Itu Kewajiban Konstitusi Negara, Bukan Intervensi!

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 12 Jun 2026
  • visibility 15.955
  • comment 0 komentar

Jakarta, 11 Juni 2026 — Ketua Majelis Masyayikh, KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) kembali hadir dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (11/6/2026). Dalam sidang tersebut, Gus Rozin menyampaikan jawaban tertulis atas berbagai pertanyaan yang diajukan para hakim konstitusi pada persidangan sebelumnya.

Gus Rozin menyampaikan empat pokok argumentasi yang semakin memperkuat posisi Majelis Masyayikh dalam Perkara Nomor 75/PUU-XXIV/2026.

Majelis Masyayikh menegaskan bahwa kehadiran negara dalam pembiayaan pesantren merupakan konsekuensi logis dari pengakuan pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.

“Kami mencoba meyakinkan yang pertama bahwa kehadiran pendanaan dari negara untuk pesantren itu sekali lagi merupakan tanggung jawab konstitusi negara terhadap pesantren,” ujar Gus Rozin saat diwawancara usai sidang di Gedung MK, Kamis (11/6/2026).

Ketika pesantren sudah diakui sebagai bagian dari pendidikan nasional, lanjutnya, maka negara juga mempunyai tanggung jawab konstitusional untuk memberikan pembiayaan kepada pesantren.

Menurutnya, pembiayaan dari negara tidak dapat dipahami sebagai bentuk intervensi terhadap pesantren. Sebab, Undang-Undang Pesantren justru menjamin kekhasan, tradisi, dan kemandirian masing-masing pesantren tetap terpelihara.

Gus Rozin juga menjelaskan bahwa dua frasa dalam Pasal 48 UU Pesantren, yakni “membantu pendanaan penyelenggaraan pesantren” dan “sesuai dengan kemampuan keuangan negara”, merupakan satu kesatuan yang memiliki hubungan sebab-akibat.

Karena itu, menurut Gus Rozin, penafsiran terhadap pasal tersebut tidak dapat dilakukan secara parsial dengan memisahkan kedua frasa tersebut.

“Itu dua frasa kausalitas antara sebab dan akibat. Dua frasa itu merupakan frasa yang berkesinambungan dan tidak bisa dipisah-pisah,” ucapnya.

Dalam sidang tersebut, Majelis Masyayikh juga memaparkan secara utuh berbagai bentuk dan karakter pendidikan pesantren yang berkembang di Indonesia.

Penjelasan tersebut mencakup pesantren formal dan nonformal, pesantren sebagai penyelenggara pendidikan maupun sebagai satuan pendidikan, serta berbagai jenjang pendidikan yang ada di lingkungan pesantren.

Pemaparan tersebut dimaksudkan agar Majelis Hakim memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai keragaman ekosistem pendidikan pesantren di Indonesia.

Gus Rozin mengakui bahwa selama ini pesantren tumbuh dan berkembang melalui dukungan para kiai, masyarakat, muhibbin, serta berbagai sumber pembiayaan yang berasal dari masyarakat.

Namun, kondisi tersebut tidak menghapus kewajiban negara untuk menjalankan amanat konstitusi dalam pembiayaan pendidikan pesantren.

“Pesantren memang tumbuh dari masyarakat, tetapi negara juga mempunyai kewajiban konstitusional untuk membiayai pendidikan pesantren. Kedua hal tersebut berbeda dan saling melengkapi,” kata Gus Rozin.

Sidang kali ini juga dihadiri anggota Majelis Masyayikh, Nyai Hj Badriyah Fayumi, serta KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) selaku anggota Dewan Masyayikh Pondok Pesantren Tebuireng.

Kehadiran Gus Kikin, menurut Gus Rozin, menjadi suntikan semangat sekaligus menunjukkan bahwa perjuangan untuk memperkuat posisi pesantren dalam sistem pendidikan nasional memperoleh dukungan luas dari kalangan pesantren.

“Kami berbangga karena hari ini didampingi Yai Kikin sebagai anggota Dewan Masyayikh Pondok Pesantren Tebuireng. Ini merupakan kehormatan yang luar biasa bagi kami. Getaran perjuangan ini ternyata bersambut dengan kehadiran para pengasuh pesantren,” ujar Gus Rozin.

Sidang uji materi UU Pesantren di Mahkamah Konstitusi akan berlanjut dengan agenda mendengarkan keterangan dari pihak-pihak terkait lainnya. Majelis Masyayikh berharap perkara ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa pesantren merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang berhak memperoleh jaminan pembiayaan sebagai amanat konstitusi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Anita Austvika

    Kadar Bahagia itu Berbeda

    • calendar_month Jum, 17 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Minggu lalu saya tak menulis seperti biasanya. Namun kali ini saya ingin menuliskan sedikit unek-unek yang saya rasakan tentang fenomena beberapa hari terakhir ini yang tengah viral. Perdebatan antara Childfree Versus punya anak. Meski saya menyadari dalam tulisan kali ini pun pasti tak runtut layaknya seorang penulis pada umumnya. Maklum, saya masih […]

  • Logam Jowo

    Logam Jowo

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Logam Jawa, sebuah usaha kuningan yang berkonsentrasi di bidang handle pintu. usaha yang di tekuni oleh Kader Nahdlatul Ulama di Juwana Pati Jenis     : Hadle MinimalisPanjang: 45 cmHarga    : Rp. 75.000 belum OngkirHub       : 082276951949   Logam Jawa, sebuah usaha kuningan yang berkonsentrasi di bidang handle pintu.usaha yang di tekuni oleh Kader Nahdlatul Ulama di Juwana […]

  • PCNU PATI - Hari Ini Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN 2022 Diumumkan.

    Hari Ini Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN 2022 Diumumkan, Berikut Lima Kampus dan Prodi Favorit

    • calendar_month Jum, 15 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    JAKARTA – Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru SPAN UM PTKIN Kementerian Agama hari ini (15/4/2022) Pukul 14.00 WIB mengumumkan hasil Seleksi Prestasi Akademik Nasional- Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN). Ketua SPAN UM PTKIN Prof Dr Imam Taufiq yang juga Rektor UIN Walisongo Semarang telah mengeluarkan pengumuman Nomor B-130/SPAN-UM/IV/2022 tentang akses pengumuman hasil SPAN-PTKIN tahun […]

  • Afif Imam Anshary Pimpin Ansor Juwana

    Afif Imam Anshary Pimpin Ansor Juwana

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Afif Imam Anshary terpilih menjadi ketua PAC GP Ansor Kec, Juwana. Pemilihan ketua baru ini dilaksanakan melalui Konferensi Anak Cabang Ansor (Konferancab) yang berlangsung sejak Ahad (4/8) pagi. Afif Imam Anshary menggantikan pemimpin lama, H. Muhammad Sutomo. Sebagaimana diberitakan NU Pati sebelumnya, PAC GP Ansor Kecamatan Juwana menggelar Konferensi Anak Cabang Ansor (Konferancab) pada Ahad […]

  • PCNU Pati Gelar Rapid Test Gratis Untuk Santri Lirboyo

    PCNU Pati Gelar Rapid Test Gratis Untuk Santri Lirboyo

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    NU Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati gelar Rapid Test gratis bagi Himpunan Santri Pati Lirboyo (Hispal), bertempat di halaman gedung PCNU, Sabtu (4/7/2020). Kegiatan rapid test gratis untuk santri Pondok Pesantren Lirboyo yang diikuti oleh 93 santri ini terlaksana atas inisiatif PCNU Pati Peduli Covid-19 dan Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU […]

  • Puisi- Puisi Pulo Lasman Simanjuntak

    Puisi- Puisi Pulo Lasman Simanjuntak

    • calendar_month Ming, 20 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Lelaki Baya Berlemak lelaki baya berlemak setiap pagi menyodorkan berita ekonomi dan bisnis dengan kurva gratis dalam hamparan ladang minyak bumi harganya sangat mahal bisa bermimpi bersetubuh dengan gandum serta gas beracun “biarkan mata uang dolar terus bertempur dengan mata uang karet, tugasmu hanya menulis puisi bermata emas dan terus mempersiapkan perang nuklir supaya penyair […]

expand_less