Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Nilai-Nilai Islam Nusantara Harus Menjadi Ruh Kurikulum Merdeka

Nilai-Nilai Islam Nusantara Harus Menjadi Ruh Kurikulum Merdeka

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
  • visibility 8.932
  • comment 0 komentar

 

Semarang – Nilai-nilai Islam Nusantara dinilai harus menjadi ruh dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA). Hal itu ditegaskan oleh Fakhruddin Karmani dalam disertasinya yang dipromosikan pada Rabu, 25 Februari 2026 di Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Fakhruddin Karmani dinyatakan lulus sebagai doktor ke-24 dari Prodi S3 PAI FAI Unwahas dengan masa studi 4 tahun 4 bulan 20 hari. Ia meraih IPK 3,81 dengan predikat cumlaude.

Dalam ringkasan disertasinya berjudul “Integrasi Nilai-Nilai Islam Nusantara dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) pada Kurikulum Merdeka Madrasah dan Sekolah di Jawa Tengah”, Fakhruddin menegaskan bahwa penguatan karakter peserta didik tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Fakhruddin yang juga Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menilai P5RA merupakan ruang strategis untuk mengintegrasikan nilai Islam Nusantara yang moderat, toleran, dan berakar pada kearifan lokal. Integrasi ini memiliki urgensi ideologis, pedagogis, dan sosiokultural, antara lain sebagai benteng karakter murid dari intoleransi dan eksklusivisme.

Fakhruddin resmi mendapatkan gelar doktor dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang yang digelar Rabu, 25 Februari 2026, di Ruang Theater Fakultas Kedokteran Kampus 2 Unwahas, Semarang.

Menurutnya, Kurikulum Merdeka tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi harus menjadi medium pembentukan karakter berakhlak, inklusif, dan beridentitas kebangsaan kuat. Integrasi Islam Nusantara menjadi legitimasi kultural sekaligus penguat moderasi beragama di sekolah dan madrasah. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Aswaja adalah golongan yang konsisten mengikuti tradisi dan metode yang dipraktekkan Nabi dan Para sahabat (ma ana alaihi al-yauma wa ashhabi).Aswaja dalam kontek Indonesia adalah golongan yang secara mayoritas mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari dalam bidang akidah, Imam Asy-Syafi’I dalam bidang fiqih, dan Imam Abu Hamid Al-Ghazali dan Imam Abi al-Hasan Asy-Syadzili dalam bidang tasawuf. […]

  • PCNU-PATI Photo by Microsoft 365

    Menjadi Guru untuk Diri Sendiri, Syukur-syukur Orang Lain

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Dulu, saya sering resah saat memberi ceramah, entah itu bentuknya khutbah jumat, idul fitri, idul adha, maupun kultum. Resah karena merasa tidak pantas menceramahi orang, sedang diri sendiri masih belangsakan. Tapi setelah mendapat nasihat dari dua orang guru, perasaan itu menjadi hilang. Guru pertama mengatakan bahwa penceramah sama halnya profesi […]

  • Zakat dan Pengentasan Kemiskinan dalam Perspektif KH. M.A. Sahal Mahfudz

    Zakat dan Pengentasan Kemiskinan dalam Perspektif KH. M.A. Sahal Mahfudz

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Salah satu masalah terbesar masyarakat Indonesia adalah tingginya angka kemiskinan. Sebagai sebuah masalah, kemiskinan perlu di definisikan terlebih dahulu kemudian di cari factor -factor apa saja yang menyebabkan masyarakat menjadi miskin dan bagaimana kemiskinan itu dapat di minimalisir. Boleh jadi kemiskinan terjadi karena kebodohan yang menyebabkan masyarakat tidak mengetahui masalah dan potensi dirinya. Selain masalah kebodohan boleh […]

  • PAC IPNU – IPPNU Trangkil 2019-2021 Resmi Dilantik

    PAC IPNU – IPPNU Trangkil 2019-2021 Resmi Dilantik

    • calendar_month Jum, 6 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    TRANGKIL – Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU – IPPNU Kecamatan Trangkil, masa khidmat 2019-2021 resmi dilantik, Jumat (06/09) siang tadi. Acara pelantikan yang dilangsungkan di aula Kantor Camat Trangkil tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PC IPNU Kab. Pati, Muhammad Salman dan Ketua PC IPPNU Kab. Pati, Sulistiani. Ketua PC IPNU Kab. Pati, Muhammad Salman memimpin pelantikan Pengurus […]

  • Perkuat Pembelajaran Ke-NU-an, Ma'arif NU Jepara Gelar Workshop

    Perkuat Pembelajaran Ke-NU-an, Ma’arif NU Jepara Gelar Workshop

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.idJepara – Dalam rangka capacity building guru-guru ke- NU-an, LP. Ma’arif NU PCNU Jepara menggelar Workshop Penguatan Aswaja guru MI, MTs, MA, dan SMP se- Kecamatan Donorojo dan Kecamatan Keling. Kegiatan yang digelar di Gedung MWC NU Donorojo hari Selasa 25 Februari 2025 diikuti 70 guru Ke- NU- an di lingkungan LP Ma’arif NU […]

  • Ilustrasi wirausaha pesantren/Foto: dok. IWAPI Bogor Baca artikel detikfinance, "Pesantren Bisa Jadi Andalan Penggerak Ekonomi di Tengah Pandemi" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5129443/pesantren-bisa-jadi-andalan-penggerak-ekonomi-di-tengah-pandemi. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

    Pesantren dalam Mengentaskan Kemiskinan

    • calendar_month Sab, 24 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pesentren pada umumnya merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang fokus dalam kajian kitab kuning dan Alquran. Karena di dalam pesantren kajian kitab kuning dan Alquran merupakan salah satu unsur yang harus dipenuhi di dalam pesantren. Hal ini sebagaimana ditegaskan Zamakhsyari Dhofier dalam bukunya Tradisi Pesantren. Dijelaskan bahwa beberapa unsur yang harus ada dalam […]

expand_less