Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Keren! MHI Gembong Serahkan Ribuan Paket Logistik kepada Korban Banjir

Keren! MHI Gembong Serahkan Ribuan Paket Logistik kepada Korban Banjir

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
  • visibility 7.325
  • comment 0 komentar

 

pcnupati.pr.id. – MI Hidayatul Islam atau MHI Gembong Pati menyerahkan bantuan logistik kepada korban banjir di dua titik di Kecamatab Jakenan, Kabupaten Pati. Kegiatan ini dilangsungkan pada Selasa (22/1) lalu.

Dua lokasi tersebut adalah Desa Tondomulyo dan Ngastorejo yang telah terendam banjir lebih dari sepekan yang lalu. Pihak MHI menjangkau lokasi ini didampingi oleh Zaenal Arifin Penyuluh Agama Kemenag Pati dan Agung Cahyono petugas Puskesmas Jakenan.

Keren! MHI Gembong Serahkan Ribuan Paket Logistik kepada Korban Banjir

Keren! MHI Gembong Serahkan Ribuan Paket Logistik kepada Korban Banjir

“Sebelum berangkat, kami kami berkoordinasi dengan Mas Zen dan Mas Agung untuk mencarikan lokasi yang masih membutuhkan donasi, sehingga bisa tepat sasaran,” ungkap Luthfi Karim, salah satu pendidik di MHI.

Sementara Agung, Kasubag TU Puskesmas Jakenan, mengaku sengaja mengarahkan rombongan MHI titik-titik banjir tersebut dengan berbagai pertimbangan. Salah satu pertimbangannya adalah akses dan kebutuhan.

“Desa Ngastorejo adalah salah satu desa yang jarang menerima donasi, padahal sangat membutuhkan. Maka kami berterimakasih kepada temen-temen MHI Gembong sudah mau berkoordinasi dengan kami dan menyalurkan bantuan ke Ngastorejo,” tutur dia.

Sementara itu, pihak MHI juga mengamini apa yang disampaikan oleh Agung. Menurut Sumarni, Kepala Madrasah, para donatur perlu memghubungi orang lapangan jika hendak memberikan donasi.

“Sebab dari jalan raya tidak terlihat adanya tanda-tanda banjir. Semua baik-baik saja, tapi begitu kita masuk sejauh kurang lebih lima kilometer, barulah kita bisa menyaksikan satu desa terendam banjir,” terang dia saat diwawancarai pcnupati.or.id.

Bawa Ribuan Paket Logistik

Rombongan yang terdiri dari lima kendaraan roda empat tersebut membawa bantuan logistik berupa ribuan paket nasi dan lauk pauk, mie instan, ratusan paket obat-obatan serta puluhan dus air mineral.

Paket logistik tersebut didapatkan dari sumbangan wali santri, guru dan para dermawan yang secara sukarela memberikan donasi. Selain itu, dukungan dari ketua Yayasan Al Ma’arif Gembong, tempat di mana MHI bernaung, juga memberikan dampak positif.

Menurut Farida, salah satu wali santri yang turut terjun ke palangan, kegiatan seperti ini memang sudah sepatutnya dilakukan. Dirinya menganggap bahwa, rasa persaudaraan dan solidaritas akan terbangun jika semua kalangan mau terjun dan membantu.

“Ya, kami bisa merasakan sedihnya (korban banjir) dan mudah-mudahan ini menjadi cambuk untuk meningkatkan empati kita semua,” tutur dia di tengah banjir.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    MA Silahul Ulum Optimis Raih Juara di Kompetisi Marching Band se-Asia

    • calendar_month Jum, 22 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-PATI – Marching Band Es-Silahy MA Silahul Ulum siap mengikuti Asian Music Games (AMG) Championship 2023 di Jember pada 22-24 September. Hal ini setelah MB Es-Silahi sukses meraih Juara 3 dalam kejuaran Piala Menpora yang diadakan oleh IPMAFA Marching Competition (IMC) 2023. Pemberangkatan MB Es-Silahi untuk mengikuti kompetisi tersebut dilepas langsung oleh Pj Bupati Pati […]

  • KH. Aniq Muhammadun: Pentingnya Kerjasama Umara Ulama

    KH. Aniq Muhammadun: Pentingnya Kerjasama Umara Ulama

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    PATI – Dalam membina masyarakat perlu adanya kerjasama yang baik antara umara dan ulama. Demikian disampaikan oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pati, KH. M. Aniq Muhammadun, saat memberikan tausyiah dalam acara Gema Pati Bersholawat 2019. Acara Gema Pati Bersholawat 2019 Bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf sendiri digelar di komplek Alun-Alun Pati pada Selasa malam, […]

  • PCNU : Jam’iyyah Wajib Mengayomi Jama’ah

    PCNU : Jam’iyyah Wajib Mengayomi Jama’ah

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

      K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati PATI-Ketua PCNU Kabupaten Pati K. Yusuf Hasyim menyebut adanya dua kekuatan utama yang dimiliki oleh NU. Dua daya ini jika dimaksimalkan mampu untuk mewujudkan kemandirian umat.  Pertama jamaah dan kedua jam’iyyah (organisasi). Dua komponen ini saling berkaitan erat, sebab, menurut K. Yusuf, jamiyyah tidak akan berjalan tanpa jama’ah. […]

  • PCNU-PATI

    NU dan Kehidupan Bernegara

    • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sebagai organisasi sosial kemasyarakat terbesar di Indonesia atau ada yang mengatakan terbesar di dunia Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan bangsa Indonesia. NU senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan Nasional bangsa Indonesia. NU juga secara sadar mengambil peran aktif dalam proses perjuangan mencapai dan memperjuangkan kemerdekaan dan turut serta […]

  • bgunn-jpeg-3

    Buruh Pembangunan Gereja

    • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

      1.       Ada orang bekerja membangun tempat ibadah orang kristen (gereja) dan yang melakukan pekerjaan itu orang Islam.   Pertanyaan : a.      Bagaimana hukumnya melakukan pekerjaan itu ?   Jawaban :Hukumnya diharamkan,karena termasuk muharromah.   Referensi : &  Qulyûbi, vol. 3 hal. 70  

  • Catcalling

    Catcalling

    • calendar_month Jum, 1 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Senja kala itu, saat perjalanan pulang dari bekerja. Saya mendapati hal yang tak seharusnya terjadi. Saya naik motor dengan pelan karena melewati jalan persawahan yang tak seberapa lebar. Maklum desa saya dikelilingi oleh banyak sawah. Barangkali jika dilihat dari atas terlihat seperti pulau. Waktu itu saya mengenakan helm, masker, jilbab, jaket, dan celana panjang. Saat […]

expand_less