Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Potret Toleransi di Pati, Sarasehan Paseduluran GKMI Winong dan Masjid Al-Muqorrobin

Potret Toleransi di Pati, Sarasehan Paseduluran GKMI Winong dan Masjid Al-Muqorrobin

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 6.707
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Di tengah hiruk-pikuk perayaan akhir tahun, sebuah gang di Desa Winong, Kecamatan Pati, menyuguhkan pemandangan yang menyejukkan jiwa. Di Jalan Kolonel Sunandar Gang 6, berdiri dua rumah ibadah yang tidak hanya saling berhadapan, tetapi juga “bergandengan tangan” melalui sebuah kanopi permanen yang membentang di atas jalan.

​Pada Minggu (28/12/2025) malam, suasana di bawah kanopi tersebut terasa sangat hangat. Puluhan jemaat Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Winong dan jemaah Masjid Al-Muqorrobin duduk bersimpuh bersama dalam sebuah acara bertajuk “Sarasehan Paseduluran”.

Acara dimulai dengan khidmat ketika seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Semangat nasionalisme ini menjadi fondasi akan kuatnya toleransi.

Suasana malam itu tampak jauh dari kesan formal dan kaku. Jemaah masjid dan gereja, bersama tokoh masyarakat setempat, larut dalam obrolan santai sambil menikmati hidangan yang telah disediakan.

Tahun ini, GKMI Winong memutuskan untuk tidak menggelar perayaan Natal seperti biasa. Tidak ada pesta Natal yang meriah. Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara di wilayah lain, hususnya di Sumatera, yang sedang berduka akibat bencana alam banjir dan tanah longsor. Sebagai gantinya, mereka menggelar sarasehan tersebut.

Pendeta GKMI Winong, Didik Hartono, menjelaskan bahwa pihaknya memutuskan untuk meniadakan perayaan formal sebagai bentuk solidaritas bagi para korban bencana alam di Sumatera.

​”Kami belajar berempati dengan saudara-saudara kita yang sedang berduka akibat banjir dan tanah longsor. Sebagai gantinya, kami menyelenggarakan sarasehan ini untuk tetap merawat persaudaraan yang selama ini sudah terjalin sangat baik antara GKMI Winong dan Masjid Al-Muqorrobin serta masyarakat di lingkungan sekitar,” ujar Pendeta Didik.

​Bagi Didik, makna Natal tahun ini adalah tentang menyadari bahwa Indonesia adalah satu keluarga besar. Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga tersebut dengan cara menjaga kerukunan di tengah keberagaman yang ada.

“Kalau tema Natal secara nasional itu kan ‘Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga’. Nah, kami mencoba memaknai keluarga itu tidak hanya sekadar keluarga batih atau keluarga dalam rumah tangga, melainkan Indonesia ini adalah satu keluarga besar. Dan ada banyak ragam di dalamnya. Sungguh kehadiran Allah juga nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini karena umat yang ada di dalamnya di tengah keberagaman ini mau hidup rukun satu dengan yang lain,” tutur dia.

Acara malam itu jauh dari ketegangan. Para warga dari berbagai latar belakang, mulai dari Takmir Masjid, tokoh agama, hingga pengurus RT/RW, larut dalam obrolan santai.

​Guna memantik semangat perdamaian, acara ini juga menghadirkan pemutaran film dokumenter karya Pendeta Paulus Hartono dari Solo yang bertema perdamaian.

“Ada satu rekan, Bapak Pendeta Paulus Hartono dari Solo, yang memang punya film dokumenter tentang perdamaian, dan kami bagikan itu untuk menyemangati kembali di dalam kami merawat persaudaraan di antara kami,” ucap Didik.

Bagi warga Desa Winong, kerukunan bukanlah teori, melainkan praktik sehari-hari. Hal itu ditegaskan Rachmanudin, salah satu tokoh agama Islam di desa setempat yang turut menghadiri Sarasehan Paseduluran.

Ia pun mengapresiasi inisiatif GKMI Winong ini. Menurutnya, acara ini semakin memperkuat fondasi toleransi yang sudah dibangun sejak lama.

“Ini adalah acara yang luar biasa. Selain menunjukkan persatuan, sarasehan ini memperkuat toleransi yang sebetulnya sudah terbentuk di Winong sejak lama. Kita disatukan dalam satu visi, persatuan NKRI,” ujar dia.

Rachmanudin menilai, melalui pemutaran film bertema perdamaian dan dialog antarwarga, Sarasehan Paseduluran ini kembali mengingatkan bahwa di tengah perbedaan keyakinan, ada satu ikatan yang tak boleh putus, yakni kemanusiaan.

Dalam konteks ini, Desa Winong telah membuktikan bahwa perbedaan bukanlah pembatas, melainkan warna yang mempercantik tenun kebangsaan. Di bawah “kanopi persaudaraan” yang menghubungkan kedua tempat ibadah, mereka tidak hanya berbagi makanan, melainkan juga berbagi harapan untuk Indonesia yang lebih rukun. (Angga/LTN).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelajar NU Pelajar NU Gelar Sholawatan, Jamaah Terharu

    Pelajar NU Pelajar NU Gelar Sholawatan, Jamaah Terharu

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Habib Hilmy Basyuroh (bersorban) diapit Gus Faiz Aminuddin, M.A. (rida’hijau) dan K. Ro’fat Hilmy, M.Si., Pimpinan Majelis Pembina PAC IPNU-IPPNU Gembong. GEMBONG-Semarak Peringatan tahun baru islam ditambah dengan HUT-RI le-75 diwarnai dengan beragam kegiatan. Salah satunya, dilakukan oleh PAC IPNU-IPPNU Gembong.  Para pelajar NU ini menggelar gema sholawat dengan menghadirkan Habib Hilmy Basyuroh beserta grup […]

  • NU Sukolilo Adakan Pelantikan MWC Plus Dua Banom

    NU Sukolilo Adakan Pelantikan MWC Plus Dua Banom

    • calendar_month Ming, 30 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 667
    • 0Komentar

    Sumpah jabatan dipimpin langsung oleh ketua MWC NU Kecamatan Sukolilo SUKOLILO – Sabtu (29/1) kemarin, NU Kecamatan Sukolilo melaksanakan kegiatan pelantikan di Gedung NU setempat. Tak hanya pengurus MWC, dua Banom NU-nya juga dilantik berbarengan. Keduanya adalah GP Ansor dan Muslimat NU.  Dalam agenda yang dihadiri langsung oleh ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim tersebut, […]

  • PCNU-PATI

    Pemuda Jateng Diajak Cegah Radikalisme

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id –  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah adakan Festival Aksi Musik Anak Bangsa (ASIK BANG), Rabu (22/11/2023) malam. Kegiatan ini dilaksanakan di Atap Langit Cofee n Eatery Tembalang Semarang, dan dibuka oleh Ketua FKPT Jawa Tengah Prof. Dr. Syamsul Ma’arif. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak generasi muda terlibat […]

  • YPMNU Pati Gelar Lomba Membatik untuk Anak-Anak

    YPMNU Pati Gelar Lomba Membatik untuk Anak-Anak

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Pncupati – Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (YPMNU) Kabupaten Pati mengadakan lomba membatik untuk anak-anak PAUD, Raudhatul Athfal (RA) dan Taman Kanak-Kanak (TK), di pendopo kabupaten, Kamis (2/10/2025). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. Ketua YPMNU Kabupaten Pati, Nur Laili, mengatakan bahwa perlombaan membatik bagi anak-anak ini dilakukan secara serentak se-Jawa Tengah. […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Teruslah Bekerja, Jangan Berharap THR!

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.192
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Detik-detik terakhir menjelang Lebaran Idulfitri 1447 H saya kepikiran berbagi Tunjangan Hari Raya (THR). Meski sederhana berupa jajan, parcel, sajadah, dan sarung, namun bagi saya memberi itu penting. Ya, tentu di akhir Ramadan seperti ini, suasana di banyak ruang kerja sering mengalami perubahan psikologis yang unik sekaligus menarik. Sebelumnya fokusnya […]

  • Photo by The Cleveland Museum of Art

    Crush Never Ending

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.386
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Pertanyaannya masih sama. Kenapa aku belum bisa bergerak untuk membuka hati. Sedang kamu sudah punya kebahagiaan baru. Aku masih mempertanyakan kenapa perasaanku masih begitu lekatnya. Sedang kamu sepertinya sudah hilang beban dan melepasku tanpa arah. Aku tak pernah ingin tahu kehidupanmu sekarang. Entah siapa istrimu, entah bagaimana anakmu. I don’t care. […]

expand_less