Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Teater Kardus SMK Salafiyah Kajen Rayakan 11 Tahun dengan Pertunjukan “Kampung Kardus”

Teater Kardus SMK Salafiyah Kajen Rayakan 11 Tahun dengan Pertunjukan “Kampung Kardus”

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 1 Des 2025
  • visibility 6.260
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Teater Kardus SMK Salafiyah Kajen Pati menggelar pertunjukan dengan Naskah “Kampung Kardus” Karya Gepeng Nugroho, Kamis (11/12/2025).

Acara ini digelar dalam rangka memperingati hari antikorupsi yang jatuh pada tanggal 9 Desember, sekaligus memperingati 11 tahun Teater Kardus bertumbuh di SMK Salafiyah Kajen.

Rama, Lurah Teater Kardus, yang berperan sebagai Carik, mengajak Gen Alpha untuk lebih kritis dan meningkatkan kesadaran publik agar bersikap antikorupsi.

“Gen Alpha harus lebih kritis untuk meningkatkan kesadaran publik agar bersikap antikorupsi dimulai dari jabatan paling bawah di pemerintahan yaitu lurah dan carik,” ungkap dia.

Salah satu siswi pelakon Siti di Drama Kampung Kardus, Zaskia Zulfatin Neisya, mengaku senang lantaran pementasan tersebut berjalan lancar. Terlebih, pihaknya sudah mempersiapkan pementasan ini sekitar tiga bulan.

“Kampung Kardus menceritakan kehidupan masyarakat miskin yang tinggal di sebuah kampung kumuh dengan rumah-rumah dari kardus. terdapat konflik yang muncul ketika seorang pejabat daerah berniat menggelapkan uang ganti rugi tanah yang seharusnya diterima oleh warga,” cerita dia.

Pembina Teater Kardus, Angga Widhi Pratama, mengaku bangga dengan siswa-siswinya yang sudah menampilkan pentunjukan dengan maksimal. Menurut dia, hal ini tidak lepas dari proses latihan yang dilakukan sebelum pementasan.

“Proses yang sangat menantang dari mulai anak-anak latihan sepulang sekolah. Ada yang pulang sekolah jam 13.30 ada yang 14.30, sedangkan mereka harus balik pondok maksimal jam 16.00. Tentu ini pengalaman pertama bagi mereka dalam dunia teater,” ungkap dia.

Sementara itu Kepala SMK Salafiyah Kajen Erni Sofa Nugraha berharap, siswa-siswinya bisa memahami pesan moral dalam lakon yang disajikan.

“Semoga anak didik kami bisa memahami pesan moral dalam lakon yang disajikan,” kata Erni Sofa Nugraha, Kepala SMK Salafiyah Kajen. Semua kerja keras serta latihan yang dilakukan dengan maksimal berbuah manis setelah pementasan berjalan dengan baik,” ucap dia.

“Selamat bertambah usia yang ke 11 Teater Kardus, semoga tetap menyertai SMK Salafiyah,” lanjut dia. (Angga/LTN).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Ranting NU se-Kecamatan Gembong Dihadiri Gus Muwaffiq

    Pelantikan Ranting NU se-Kecamatan Gembong Dihadiri Gus Muwaffiq

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 562
    • 0Komentar

    GEMBONG-Pelantikan Ranting NU se-Kecamatan Gembong berlangsung hari ini, Rabu (25/9) siang di Lapangan Joko Tingkir, Sentul. Dalam agenda tersebut, dihadiri langsung oleh Gus Muwaffiq untuk mengisi mauidloh hadanah. Sebanyak 39 orang yang terdiri dari ro’is syuriyah, ketua dan sekretaris dari 13 ranting bersumpah setia kepada NU dan NKRI. Baiat ini dipimpin langsung oleh ketua PCNU […]

  • PCNU-PATI

    PT Sukun Santuni Ribuan Anak Yatim, Ketua PCNU Pati Berikan Apresiasi

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 509
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Sebanyak 1.000 anak yatim di Kabupaten Pati mendapat santunan dari PT Sukun, Selasa (4/4/2023) sore. Mereka diundang untuk menerima santunan di Gedung Haji Pati.  Diketahui, Santunan 10 Ribu Anak Yatim PT Sukun diadakan di 10 kota/Kabupaten di Jawa Tengah. Seribu anak yatim di setiap kabupaten menerima santunan.  Pati merupakan Kabupaten kedelapan. Setelahnya, santunan bakal […]

  • Pengakuan Hak-Hak Perempuan

    Pengakuan Hak-Hak Perempuan

    • calendar_month Sab, 25 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikhah* Kehidupan pra Islam membatasi bahkan mendiskriminasi para perempuan. Bahkan ia diperlakukan tidak manusiawi, seperti ketika bayi perempuan lahir maka banyak yang menguburnya hidup-hidup dengan alasan menganggap perempuan lemah tidak mampu berkontribusi dalam perang.  Ada juga yang beranggapan jika membiarkannya hidup maka nanti akan merepotkan saja. Hadist dari Ibnu Abbas RA ia bercerita: […]

  • Karnaval HUT Silahul Ulum Dimeriahkan 16 MB dan Dua Angklung

    Karnaval HUT Silahul Ulum Dimeriahkan 16 MB dan Dua Angklung

    • calendar_month Ming, 18 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 547
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.-id- PATI – Puncak Acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Yayasan Silahul Ulum Asempapan, Trangkil, Pati dimeriahkan dengan karnaval akbar, Minggu (18/6/2023). Karnaval tahun ini berlangsung sangat meriah dengan tampilan 16 grup Marching Band (MB) dan dua grup angklung dari berbagai daerah di Karesidenan Pati. Di antaranya, MB. ESSILAHI, MB. MI Silahul Ulum, MB. RA […]

  • Hikmah dibalik Perpindahan Tempat yang Sudah Digunakan Sholat

    Hikmah dibalik Perpindahan Tempat yang Sudah Digunakan Sholat

    • calendar_month Kam, 22 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 874
    • 0Komentar

      1.       Pertanyaan : Biasanya orang yang telah melakukan sholat fardlu itu menjalankan sholat sunnah dan untuk melakukannya, musholli pindah tempat atau geser sedikit. Apakah tujuan pindah tempat/geser tersebut ?.   Jawaban :Memang sering kita temui, ketika seseorang ingin melakukan sholat sunnah setelah sholat fardhu mereka berpindah tempat dari posisi asalnya, entah itu geser sedikit […]

  • PCNU-PATI

    Pengentasan Kemiskinan Melalui Fikih Sosial Kiai Sahal

    • calendar_month Sab, 3 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 718
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Islam adalah agama sempurna yang membawa perubahan besar dalam hidup. Perubahan yang dilakukan tidak hanya persoalan teologis (tauhid) tapi juga sosial (ijtima’iyah). Kemiskinan, keterbelakangan, ketidakadilan, keterpurukan, dan kezaliman merupakan musuh utama Islam yang harus diberantas. Namun sayang, banyak umat Islam yang terjebak dalam pengertian agama secara sempit, hanya pada aspek teologis. Maka, […]

expand_less