Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » NU Care-LAZISNU Pati Salurkan Program Kambing Bergulir Tahap 2 kepada Warga Slungkep Kayen

NU Care-LAZISNU Pati Salurkan Program Kambing Bergulir Tahap 2 kepada Warga Slungkep Kayen

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
  • visibility 365
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – NU Care-LAZISNU Pati tasarufkan program zakat produktif berupa kambing bergulir tahap ke 2, pada Rabu (21/5/2025). Adapun penerima manfaatnya adalah Moh. Supriyanto, warga desa Slungkep, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati.

Ketua LAZISNU Pati, Edi Kiswanto mengatakan, program kambing bergulir ini disalurkan kepada warga wilayah di UPZIS MWC Kayen.

“Karena UPZIS MWC Kayen sudah layak untuk mengawal program ini,” katanya.

Ia menyebut, program ini bertujuan untuk membantu perekonomian warga penerima. Rencananya ke depan, setiap bulan NU Care-LAZISNU Pati akan menasarufkan program serupa di masing-masing kecamatan di Pati.

“Setelah berjalan, selanjutnya pengelolaan akan diserahkan kepada MWCNU setempat. Kami minta partisipasinya agar bisa berjalan seterusnya,” harap dia.

Edi menjelaskan, jangka pengelolaan kambing setelah diterima penerima manfaat kurang lebih 9 bulan. “Setelah itu, kambing akan digilir untuk dirawat penerima manfaat lain,” tutur dia.

Ia juga menegaskan, penerima manfaat berhak menerima dan memiliki anak-anak kambing setelah kambing tersebut melahirkan, berapapun jumlahnya.

Menurut Edi, Moh. Supriyanto berhak menerima penyaluran program ini, selain karena termasuk dalam golongan penerima manfaat yakni miskin, ia merupakan amil UPZIS Ranting NU Kayen.

Koordinator Divisi Penyaluran, Suparyono, menyampaikan bahwa ada 2 ekor kambing yang diberikan kepada Supriyanto, yaitu dua kambing betina dan satu ekor sudah melahirkan anakan.

“Sumber dana pentasyarufan Kambing ini berasal dari dana Zakat,” ucap dia.

Adapun tahapan dalam proses penyaluran program kambing bergulir, antara lain:

1. Mencari calon penerima manfaat dengan berkoordinasi pada UPZIS MWC se Kabupaten Pati untuk mengajukan penyaluran program ini.
2. Setelah mendapatkan calon penerima dilakukan survei ke calon penerima manfaat oleh tim LAZISNU Kabupaten Pati
3. Hasil survei dilakukan pembahasan di LAZISNU Kabupaten Pati, untuk menentukan kelayakan calon penerima.
4. Kelayakan calon penerima diumumkan/ diinfokan ke UPZIS MWC Margorejo dan calon penerima.
5. Penentuan hari penyaluran ke penerima manfaat.

Sebagai informasi, sebelum kambing diserahterimakan, bendahara LAZISNU Kabupaten Pati Umini membacakan Nota Kesepakatan LAZISNU Pati dan Moh Supriyanto atas hak dan kewajibannya. (*/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Mahasiswa Pati di Unissula Berikan Bantuan Air Bersih

    Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Mahasiswa Pati di Unissula Berikan Bantuan Air Bersih

    • calendar_month Sab, 23 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Kekeringan akibat kemarau panjang di Kabupaten Pati belum berakhir. Sejumlah wilayah di Bumi Mina Tani hingga kini masih mengalami krisis air bersih. Melihat kondisi ini, para mahasiswa Pati yang menimba ilmu di Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang yang tergabung dalam Pati Student of Sultan Agung Islamic University (Passa), menyalurkan bantuan air bersih ke […]

  • Triwulan GP Ansor, Gus Nanal: Banyak Ulama Indonesia Berkelas Internasional

    Triwulan GP Ansor, Gus Nanal: Banyak Ulama Indonesia Berkelas Internasional

    • calendar_month Ming, 6 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Faham Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja) punya peran penting baik bagi pribadi maupun sosial. Kalimat ini diungkapkan oleh Kiai Sholikhin dalam sambutannya sebagai Ketua MWC NU Gembong dalam acara Triwulan GP Ansor Gembong, Sabtu (5/8) malam. “Sebagai pribadi, Aswaja penting untuk kelangsungan hidup di akhirat. Dalam lingkup sosial, Aswaja yang berprinsip moderasi dan […]

  • 5.000 Santri Ramaikan Kirab HSN

    5.000 Santri Ramaikan Kirab HSN

    • calendar_month Sen, 23 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Pati. Perayaan  Kirab Hari Santri Nasional di Pati tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena di sebabkan  diikuti ribuan warga lintas agama. Mereka mulai berjalan dari depan Markas Kodim 0718/Pati di Jalan P Sudirman menuju Alun-alun, Minggu, 22/10. Jamal Makmur mengatakan, Kirab Hari Santri Nasional di Pati diikuti sekitar 5.000 peserta. Mereka berasal dari santri, […]

  • Bedah Buku Mbah Sahal dan Perjalanan Intelektualnya

    Bedah Buku Mbah Sahal dan Perjalanan Intelektualnya

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – “Mbah Sahal dan Perjalanan Intelektualnya” menjadi tema bedah Buku Perpustakaan Mathali’ul Falah bekerjasama dengan Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) IPMAFA Jum’at, 7 Februari 2020. Bertempat di auditorium PIM Gedung Banat, acara ini menghadirkan Ibu Tutik Nurul Janah, MH Direktur PUSAT FISI yang sekaligus menantu Kiai Sahal Mahfudh, sebagai narasumber. Acara […]

  • PCNU PATI - Aswandi Ketum Harus Tegal Lurus dengan PBNU

    Aswandi: Ketum Harus Tegal Lurus dengan PBNU

    • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Aswandi Jailani Ketum PP IPNU menilai kandidat calon penerus Pimpinan Pusat adalah kader unggulan terbaik dalam periode ini. Ia berharap Ketum yang terpilih harus menuntaskan tugas yang belum usai. “Siapapun nanti yang terpilih untuk memimpin organisasi Pelajar NU ini, diminta agar bisa melanjutkan program yang belum usai terealisasi untuk menggarap sekolah negeri,” ujar Aswandi. Ia […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Semua akan NU pada Waktunya

    • calendar_month Kam, 15 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Dulu, dulu sekali, diceritakan bahwa Imam Syafi’i sudah mengajar di Masjidil Haram sebelum usianya genap 12 tahun. Santrinya bukan anak-anak yang masih belajar a-ba-ta, melainkan para syaikh, pemuka agama. Bukan main! Al kisah, di suatu hari di Bulan Ramadhan, Imam Syafi’i mengajar sejak pagi sampai siang bolong. Saat mencapai tengah […]

expand_less