Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketum GP Ansor Minta Kader Turun ke Desa-Desa

Ketum GP Ansor Minta Kader Turun ke Desa-Desa

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
  • visibility 167
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Addin Jauharuddin meminta seluruh kader Ansor dan Banser untuk turun ke desa-desa. Itu untuk merespon kondisi ekonomi nasional yang sedang tidak baik-baik saja.

“Teruslah bergerak dan berjuang melakukan yang terbaik untuk organisasi. Turunlah ke desa-desa, ke masyarakat, bantulah mereka dengan perangkat kita, baik itu satuan-satuan di Banser dan sahabat Ansor. Karena sejatinya Ansor lahir dari rahim masyarakat,” ujarnya seusai bersilaturrahim dengan Rais Syuriyah PBNU KH Muadz Thohir di Kajen, Pati, Sabtu (3/5/2025) malam.

Seusai bersilaturrahim, Addin bersama jajarannya didampingi Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jateng dan Pimpinan Cabang GP Ansor Pati, Jepara, dan Kudus, berziarah ke makam waliyullah Syekh Ahmad Mutamakkin. Sebelumnya, Ketum Ansor menghadiri Apel Patriotisme dan Kemah Bakti II yang diikuti 5.000 kader Ansor Banser di GOR Al Fitroh Desa Watuaji, Kecamatan Keling, Jepara.

Dia menjelaskan, kader Ansor dan Banser harus semakin dekat dengan masyarakat. Segala aktivitas masyarakat merupakan aktivitas Ansor.

Menurut dia, Ansor tahun ini mencanangkan gerakan Satu Barisan Membangun Negeri dengan fokus tema Patriot Ketahanan Pangan. Itu menjadi tema Harlah ke-91 GP Ansor.

“Ini kebutuhan mendasar saat situasi ekonomi nasional sedang tidak baik akibat beragam situasi, termasuk perang tarif dunia. Perlu penguatan pertumbuhan ekonomi nasional, dan paling tepat adalah menghidupkan ekonomi pedesaan, salah satunya melalui potensi pangan,” urainya.

Pangan, lanjut dia, merupakan bidang yang luas, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, hingga peternakan. Kader Ansor diminta turun ke desa-desa untuk mengidentifikasi kemudian memaksimalkan potensi pangan di daerah masing-masing.

Setelah terpetakan, menurut Addin, perlu dilanjutkan dengan upaya membuka lapangan pekerjaan yang bersifat padat karya. Pencanangan itu telah diresmikan PP GP Ansor saat puncak peringatan Harlah di GOR Satria Banyumas pada 24 April.

“Itu menjadi panduan gerakan pangan nasional Ansor,” katanya, saat berdiskusi santai dengan jajaran pimpinan PW Ansor Jateng dan pimpinan Ansor wilayah Pati Raya di kediaman Ketua PC Ansor Pati Abdullah Syafiq Kajen.

Dalam kesempatan itu, Addin mengungkapkan dua tantangan besar yang harus dijawab Ansor saat ini, yaitu sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi. SDM yang unggul harus terus diwujudkan. Itu sejalan dengan gerakan pengembangan ekonomi kader dan masyarakat.

“SDM unggul bisa dilakukan melalui peningkatan pendidikan formal. Ditambah dengan pendidikan skill untuk orientasi pekerjaan. Karena usia kader Ansor adalah usia produktif, yakni 20-45 tahun. Pelatihan skill yang dibutuhkan dunia kerja harus digalakkan di semua lini,” tandasnya. (*/ltn)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Mark mc neill

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 6

    • calendar_month Ming, 1 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Salman baru saja selesai menggulung ujung atas sarung ketika ponselnya berdering. Tampak foto lelaki mengenakan suit and tie dengan ekspresi dingin memenuhi layar. Ia berdecak sebelum mengangkat telepon atas nama “Kak Eugene” itu—lelaki yang seratus persen berhasil menduplikat Daddy-nya. Mungkin Salman perlu mempertemukan Kang Awan dengan Kakaknya. Barangkali mereka akan cocok […]

  • Catcalling

    Catcalling

    • calendar_month Jum, 1 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Senja kala itu, saat perjalanan pulang dari bekerja. Saya mendapati hal yang tak seharusnya terjadi. Saya naik motor dengan pelan karena melewati jalan persawahan yang tak seberapa lebar. Maklum desa saya dikelilingi oleh banyak sawah. Barangkali jika dilihat dari atas terlihat seperti pulau. Waktu itu saya mengenakan helm, masker, jilbab, jaket, dan celana panjang. Saat […]

  • Pelantikan MWCNU Jakenan, Ketua PCNU Ingatkan Pesan K. Ali Maksum

    Pelantikan MWCNU Jakenan, Ketua PCNU Ingatkan Pesan K. Ali Maksum

    • calendar_month Ming, 21 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Ketua PCNU Kabupaten Pati, KH. Yusuf Hasyim, mengingatkan ulang pesan KH. Ali Maksum Krapyak kepada pada pengurus MWCNU Kecamatan Jakenan, sesaat setelah dilantik (21/05). Pengurus MWCNU Kec. Jakenan masa khidmat 2023-2028 akhirnya resmi dilantik oleh PCNU Kabupaten Pati. Acara pelantikan berlangsung di Gedung NU Jakenan, Ahad pagi kemarin. Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kabupaten […]

  • PCNU-PATI

    Siraj Al Huda

    • calendar_month Jum, 19 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 116
    • 0Komentar
  • Tanya Jawab Bersama Syuriyah

    Tanya Jawab Bersama Syuriyah

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh Banyak terjadi di desa-desa, masyarakat memberikan zakatnya kepada modin (kesra) dan pemuka agama. Padahal orang-orang yang diberi zakat tersebut kelihatan kecukupan, bahkan ada yang kaya. Atas nama apakah orang-orang tersebut dalam golongan mustahiq az-zakah (orang-orang yang berhak menerima zakat) ? Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh                                               Orang yang menerima zakat dalam pertanyaan di […]

  • Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

    Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani* Foto : Zahir Media Hari ini, Sabtu, 17 Agustus 2019 – 16 Dzulhijjah 1440 adalah Hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 74. Usia yang tidak muda lagi untuk ukuran manusia. Diharapkan di usia 74 ini, Indonesia semakin matang demokrasinya, nasionalismenya, Dan mampu menegakkan sila ke 5 Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi […]

expand_less