Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PCNU Kabupaten Pati Jadi Tuan Rumah Seminar Literasi Wakaf NU

PCNU Kabupaten Pati Jadi Tuan Rumah Seminar Literasi Wakaf NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 1 Jun 2024
  • visibility 559
  • comment 0 komentar

 

 

Setelah 2 minggu sebelumnya menyelenggarakan Bahtsul Masail bertema Tahqiq Wakaf Uang, maka pada Jumat, 31 Mei 2024 PCNU (Pengurus Cabang Nahdltul Ulama) Kabupaten Pati melalui LWPNU (Lembaga Wakaf dan Pertanahan) menyelenggarakan Seminar Literasi dan Inklusi Wakaf. Seminar ini merupakan kerjasama LWP PCNU Kabupaten Pati sebagai pelaksana acara dengan LWP PBNU, Kementerian Agama, dan Asuransi Prudensial Syariah. Dengan jangkauan peserta se-eks Karisedenan Pati seminar perwakafan ini merupakan  rangkaian ke-9 acara dengan tema sama yang telah terlaksana di berbagai kota di Jawa. IPMAFA (Institut Pesantren Mataliul Falah dipili menjadi tempat acara antara lain karena di kampus berbasis NU ini terdapat Program Studi S1 Mananemen Zakat Wakaf.

 

Tidak kurang 160 orang peserta hadir di acara ini. Mereka merupakan pengurus cabang LWP PCNU serta MWC NU se-eks Keresidenan Pati, yaitu Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora, dan Lasem. PCNU Lasem memang berdiri sendiri dan tidak tergabung dengan PCNU  Rembang karena PCNU Lasem dalam riwayat sejarahnya terbentuk lebih dahulu. Hadir pula para penyuluh agama Islam se-Kabupaten Pati, khususnya yang membidangi wakaf dan para dosen serta mahasiswa Zawa Ipmafa.

 

Dalam sambutan mewakili Ketua Ketua LWP PBNU, Mohammad Dawam menyampaikan bahwa kegiatan LWP NU dengan melakukan tour Seminar Literiasi & Inklusi Wakaf ini didasarkan atas tiga hal, yakni shilatul arwah, shilatul afkar, dan  shilatul a’mal. Shilatul arwah merupakan bangunan spirit dan motivasi pengelolaan wakaf, shilatul afkar merupakan bangunan gagasan pengelolaan wakaf,  dan shilatul a’mal merupakan bangunan kerjasama  program dalam ekosistem perwakafan dan pertanahan dilingkungan NU .”Oleh karenanya, potensi pengelolaan wakaf dan pertanahan ini akan sangat produktif jika dilaksanakan dengan cara yang profesional. Saya berharap pengelolaan wakaf kedepan dengan melibatkan kalangan profesional agar manfaatnya nanti terasa nyata bagi masyarakat luas, termasuk di Jawa Tengah ini”, harapannya.

 

Saat membuka acara secara resmi, Ketua PWNU Jateng, K.H. Abdul Ghaffar Rozin menegaskan bahwa Seminar Literasi & Inklusi Wakaf semacam ini sangatlah penting dan menjadi concern PWNU dalam rangka membangun ekosistem dunia perwakafan yang produktif bagi umat. Maka kami perlu mengambil peran strategis ini.  “Wakaf butuh revitalisasi melalui kerjasama bersifat partnership diantara pihak Pemerintah dengan pihak NU secara seimbang. Dibutuhkan strategi berbeda bagaimana cara “menyonggek” dan bagaimana cara strategi “menyedot”. Saya menganggap hal ini penting maka saya hadir di tiga titik acara Seminar Literasi & Inklusi Wakaf di Jateng yakni di Klaten, Pekalongan Kota dan Pati ini.

 

Narasumber seminar ini berasal dari 3 pihak, yaiktu LWP PBNU, Kementerian Agama RI, dan Asuransi Prudensial Syariah. H. Anas Nasikhin, narasumber dari LWP PBNU menyatakan, dulu di era akhir 1980 dan awal 1990 an, P3M (Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat) membuat semacam “pilot project” (proyek percontohan) di 4 Pesantren; Kajen, Cipasung, Nurul Jadid dan Guluk-Guluk Sumenep, dimana hal itu merupakan implementasi dari Fiqh Sosial yang digagas oleh KHMA Sahal Mahfud. “Bahwa khidmah sosial Pesantren dan NU secara kelembagaan kedepan harus semakin variatif, relevan, dan sesuai zaman”

 

Narasumber dari Kemenag H. Muhibuddin mewakili Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, menyatakan bahwa Kemenag RI akan terus berkomitmen mendukung pengembangan program-program perwakafan di Indonesia sebagaimana Seminar Literasi & Inklusi Wakaf yang diselenggarakan di Ipmafa Pati ini.

 

Sedangkan dari Asuransi Prudensial Syariah bertindak sebagai nara sumber Vice Presiden, Harpedi Puseto. Dalam paparannya dia sampaikan bahwa konsep pengelolaan wakaf uang sebagai dana abadi umat dilingkungan NU sangat membutuhkan kepercayaan masyarakat. “Jika warga NU berwakaf secara massif, potensi besar sekali“.

 

Dosen Prodi Zakat Wakaf Ipmafa, KH  Umar Farouq yang bertugas menjadi moderator menyampaikan bahwa seminar ini secara substansi merupakan satu di antara sembilan program LWP NU yang telah dibahas pada saat Rakornas LWP NU di Gedung PBNU pada 14 Januari 2024 lalu. Ketua LWP PCNU Kab Pati ini menambahkan, atas nama LWP NU menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi, berpartisipasi dalam pengembangan program LWP NU.

 

Hingga seminar selesai para peserta masih terlihat semangat berdiskusi sehingga mereka merasa perlu tindak lanjut dalam forum-forum berikutnya yang lebih spesifik temanya.-

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memahami Kembali Masyruiyyah Ihtifal

    Memahami Kembali Masyruiyyah Ihtifal

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله […]

  • Drama Konferensi: Menang Aklamasi, Kiai Sarwo Nyaris Menolak jadi Ketua Lagi

    Drama Konferensi: Menang Aklamasi, Kiai Sarwo Nyaris Menolak jadi Ketua Lagi

    • calendar_month Sab, 28 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. Konferensi MWC NU Kecamatan Tayu yang berlangsung di MTs Miftahul Huda, Jumat (27/12) kemarin diwarnai dengan aksi tarik ulur kesanggupan. Hal ini lantaran Kiai Ahmad Sarwo, petahana Ketua MWC NU Tayu 2019-2024 yang merasa sudah saatnya undur dari jabatannya itu, terpilih kembali via jalur aklamasi. Sebelumnya, dalam konferensi bertajuk ‘Meneguhkan Khidmah Jam’iyyah untuk Ummat’ […]

  • PCNU-PATI Photo by Pawel Czerwinski

    Pernikahan Kritis Part 2

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Najila segera menegakkan punggung. Baru pukul setengah tiga dini hari. Para santri Al-Mukmin pasti sudah banyak yang bangun jam segini. Ada yang mengerjakan tugas kuliah, tahajud, atau melakukan hal lain. Dia juga harus bergegas, mengenyahkan rasa malas. Jika terus-terusan memeluk guling seperti ini, hanya akan membuatnya terjebak oleh rasa sedih berkepanjangan. […]

  • PCNU-PATI

    Tahlilan Wah Ala Kampung

    • calendar_month Kam, 13 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin*  Mengejutkan! Kata pertama yang terlontar saat mendengar bahwa ada sebuah desa yang mungkin belum dijamah Google Street View, biaya kematiannya begitu mahal. Bahkan bisa lebih mahal daripada di kota-kota besar.  Cerita ini bermula saat penulis mengantar seorang ustadz untuk mengisi ceramah dalam acara tujuh hari kematian. Tentu cuma orang NU yang […]

  • MAMU Ngerang Salurkan Air Bersih

    MAMU Ngerang Salurkan Air Bersih

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO-Kekeringan yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Pati menyebabkan terhambatnya aktivitas masyarakat. Pasalnya, air sebagai salah kebutuhan vital sulit di dapat. Akhirnya, kegiatan-kegiatan seperti bercocok tanam hingga makan dan minum menuai kendala. Diatribusi air bersih di RW 1 Desa Ngerang, Kecamatan Tambakromo, Pati oleh MA Miftahul Ulum, Ngerang, Mingu (22/9) Menyikapi hal ini, banyak organisasi […]

  • PCNU-PATI

    Menu Berbuka yang Dianjurkan Rasulullah SAW

    • calendar_month Jum, 22 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Menu berbuka puasa yang dianjurkan Rasulullah SAW sangat sederhana dan harus kita sesuaikan dengan kondisi negara masing-masing. Selain perintah Nabi Muhammad, sebenarnya kita sendiri jika mengacu ilmu medis dan anjuran Islam, banyak sekali makanan sehat dan berkhasiat yang bisa dikonsumsi saat berpuasa. Sebab, jika memakan makanan haram dan tidak menyehatkan tentu selain […]

expand_less