Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PCNU Pati Donasi Uang Tunai Rp. 300 Juta Korban Semeru 

PCNU Pati Donasi Uang Tunai Rp. 300 Juta Korban Semeru 

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
  • visibility 203
  • comment 0 komentar

PCNU Kabupaten Pati berkunjung ke PCNU Kabupaten Lumajang pada sabtu (16/7) lalu. Maksud kunjungan ini adalah untuk menyerahkan donasi bagi warga yang terdampak erupsi Semeru akhir tahun 2021. 

Pihak PCNU Kabupaten Pati terdiri dari Dr. Choiron selaku wakil ketua, Maskan selaku sekretaris, Dr. Qosim selaku ketua LKNU dan ketua NU Peduli Pati, serta perwakilan LAZISNU M. Burhan Abdurrohim. Kemudian kedatangannya disambut ramah oleh H. Jamaluddin selaku plt ketua Tanfidziyah dan KH. Abdul Kafi selaku syuriah dan beberapa pengurus PCNU Lumajang. 

Donasi yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp. 300.000.000 (Tiga Ratus Juta Rupiah) yang terkumpul dari hasil galang donasi yang diinisiasi oleh LAZISNU Cabang Pati. 

Dr. Choiron mewakili PCNU Kabupaten Pati menyampaikan bahwa donasi yang terkumpul dari masyarakat Pati, harapannya dapat memberikan manfaat bagi warga NU Lumajang  yang terkena musibah erupsi.  

“Uang ini digunakan dalam bentuk apapun, silakan. Pada dasarnya yang penting bermanfaat untuk korban bencana erupsi semeru, khususnya bagi warga NU.” Ujarnya

Dilain kesempatan plt ketua Tanfidziyah PCNU Lumajang, H. Jamaluddin menceritakan rencana relokasi untuk warga yang terdampak erupsi gunung Semeru. 

“untuk relokasi korban bencana semeru dibangun sejumlah 2000 HUNTAP (Hunian Tetap) 5 Fasum (Fasilitas Umum). Unsur NU turut serta membangun 250 Huntap oleh PCNU, 50 Huntap Banser, dan 4 Fasum. Dana tersebut hasil dari penggalangan donasi warga NU dari berbagai daerah di Indonesia .” Ujarnya

Lanjutnya ia mengatakan bahwa donasi dari PCNU Pati nantinya akan digunakan untuk membangun Fasum 3.

“Donasi ini nantinya akan digunakan untuk membangun masjid agar nilai manfaatnya lebih yaitu sebagai amal jariyah masyarakat Pati.” Lanjutnya

Disamping itu pengelolaan dan pengerjaan Huntap dan Fasum tersebut dilaksanakan oleh pihak pemerintah Kabupaten Lumajang agar satu pintu dan melibatkan PCNU Lumajang untuk senantiasa berkolaborasi. Tandasnya.(Inayah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Aku dan Kau

    Cerita Aku dan Kau

    • calendar_month Ming, 12 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

      27 Juli 2011 Wisudawan berkumpul dan berbaris memasuki sidang senat terbuka. Hari itu dia kan menyandang gelar sarjana S1 nya. Genap 8 semester dia tempuh pendidikan. Dan aku tak bisa berbuat apa – apa melihatnya akan pergi. Seperti semuanya yang memiliki keinginan dan kemauan. Mencari yang terbaik untuk masa depan dirinya. Entah mengapa egoku […]

  • PCNU - PATI

    Pengurus PAC IPNU IPPNU Resmi Dilantik

    • calendar_month Sel, 5 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    KAYEN – Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Tlogowungu Periode 2022–2024 telah resmi dilantik pada Ahad (3/7/2022), di Gedung Serbaguna Balai Desa Trimulyo Kecamatan Kayen. Sebanyak 80 Pengurus telah berikrar pada kesempatan tersebut, 34 IPNU dan 46 IPPNU. Acara tersebut dihadiri oleh MWC NU Kayen, Camat, Anggota Polsek Tlogowungu, Fatayat dan Muslimat sekitar. Tema […]

  • Disiplin Prokes Sejak Usia Dini, Kebapa Tidak?

    Disiplin Prokes Sejak Usia Dini, Kebapa Tidak?

    • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Oleh : Nur Hidayatun Nikmah* Kurangnya sikap disiplin protokol kesehatan oleh orang tua ternyata sangat berpengaruh terhadap anak usia dini. Karena orang tua adalah panutan anak selama dirumah, maka jika dalam aktivitas sehari-hari orang tua tidak mencontohkan sikap disiplin yang baik dan benar, dikhawatirkan anak akan meniru perilaku ini.  Contoh kecil saja, dalam penerapan protokol […]

  • PCNU Dampingi Takmir Masjid dan Pemdes yang Berpolemik

    PCNU Dampingi Takmir Masjid dan Pemdes yang Berpolemik

    • calendar_month Rab, 4 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

      PATI-Polemik terjadi anatar Pemerintah Desa (Pemdes) dengan takmir Masjid Al-Muhlisin Desa Kedungwinong, kecamatan Sukolilo. Konflik ini dipicu akibat tidak adanya izin dari  Pemerintah Desa (Pemdes) setempat kepada takmir masjid terkait rencana renovasi salah satu makam di sana yang juga melibatkan CSR PLN. Berdasarkan keterangan, Takmir Masjid Al-Muhlisin, Kiai Maswan, renovasi yang dimaksud yakni berupa […]

  • Nilai-Nilai Islam Nusantara Satukan Keberagaman dalam Bingkai Pendidikan

    Nilai-Nilai Islam Nusantara Satukan Keberagaman dalam Bingkai Pendidikan

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.952
    • 0Komentar

      Semarang – Disertasi Fakhruddin Karmani menegaskan bahwa Islam Nusantara merupakan model keberagamaan yang relevan bagi Indonesia sebagai bangsa multikultural. Dalam pendahuluannya dijelaskan bahwa Islam Nusantara menekankan toleransi, komunikasi terbuka, serta penghormatan terhadap perbedaan sebagai kekuatan penyatu dalam bingkai NKRI. Nilai-nilai utama seperti tasāmuh (toleransi), musāwah (egaliter), insāniyyah (humanis), dimūqrāṭiyyah (demokratis), dan waṭaniyyah (nasionalis) menjadi […]

  • Mempertahankan Tradisi Nilai. Photo by Aditya Nara on Unsplash.

    Mempertahankan Tradisi Nilai

    • calendar_month Kam, 20 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin Ngumbah keris atau gaman (mencuci benda pusaka) menjadi tradisi malam 1 Muharrom di Pulau Jawa. Ritual ini digunakan sebagai ajang untuk menyambung ‘silaturrahim’ antara pemilik keris dan benda keramatnya setidaknya setahun sekali. Hanya saja, kultur yang telah melegenda ini, terancam punah akibat pengkultusan terhadap benda-benda semacam itu sudah mulai langka. Benda […]

expand_less