Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU; Menjaga Tradisi, Membangun Peradaban

NU; Menjaga Tradisi, Membangun Peradaban

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 14 Des 2024
  • visibility 532
  • comment 0 komentar

Oleh. Siswanto, MA

Nahdlatul Ulama (NU) adalah salah satu organisasi sosial-keagamaan terbesar di Indonesia, bahkan ada yang menyebutnya sebagai yang terbesar di dunia. Sebagai organisasi yang telah berdiri lebih dari satu abad dalam kalender Hijriyah, NU memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga tradisi serta membangun peradaban bangsa Indonesia. Salah satu kontribusi utama NU adalah menanamkan nilai-nilai Islam Nusantara yang mengedepankan moderasi, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman.

Lebih dari sekadar menjaga kelangsungan tradisi keagamaan, NU turut berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil, makmur, dan harmonis. Sebagai penjaga tradisi, NU tidak hanya bertugas mempertahankan ajaran agama, tetapi juga berupaya terus berinovasi untuk menjawab tantangan zaman demi membangun peradaban yang lebih baik, tidak hanya untuk bangsa Indonesia, tetapi juga untuk dunia.

Sebagai ormas terbesar di dunia, NU terus berkomitmen untuk merawat dan membangun peradaban global. Salah satu contoh nyata kontribusi NU dalam membangun peradaban adalah melalui program-program sosial yang dilaksanakan, seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat, bantuan bagi korban bencana, serta pendirian rumah sakit dan klinik kesehatan. Melalui lembaga-lembaga seperti NU Care, organisasi ini berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga material. Dengan demikian, peran NU dalam membangun peradaban melampaui dimensi keagamaan semata, melainkan juga mencakup aspek kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.

Selain itu, NU terus menekankan pentingnya memelihara ajaran Islam yang moderat, yang mampu mengakomodasi kebutuhan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Indonesia. Ajaran Islam Nusantara yang diperkenalkan NU menggabungkan prinsip-prinsip Islam yang lurus dengan kearifan lokal Indonesia. Islam Nusantara bukanlah sekadar reinterpretasi ajaran Islam, melainkan sebuah penghayatan dan praktik keagamaan yang sejalan dengan konteks budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini tercermin dalam berbagai tradisi khas, seperti tahlilan, maulidan, dan perayaan hari besar Islam yang dilaksanakan dengan cara yang unik di Indonesia.

Dalam konteks ini, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran yang sangat strategis sebagai penjaga dan penerus tradisi Islam yang inklusif dan moderat. Sebagai organisasi yang lahir di tengah masyarakat Indonesia yang kaya akan keragaman, NU tidak hanya berfungsi sebagai penjaga ajaran agama, tetapi juga sebagai pelopor dalam mengembangkan pemahaman agama yang adaptif terhadap kebutuhan zaman dan keberagaman budaya. Salah satu aspek utama yang menjadi prinsip dasar NU adalah toleransi, yang diterjemahkan dalam sikap saling menghargai antarumat beragama dan antarbudaya. Prinsip ini juga tercermin dalam ajaran Islam Nusantara, yang mengedepankan ajaran Islam yang ramah terhadap budaya lokal, serta menegaskan bahwa Islam bukanlah agama yang bersifat eksklusif, tetapi agama yang terbuka dan mengakomodasi keragaman.

NU senantiasa menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial dalam masyarakat yang multi-ethnic dan multi-religius, seperti Indonesia. Dalam kerangka ini, NU memandang perbedaan agama, suku, ras, dan budaya bukan sebagai hambatan, tetapi sebagai kekayaan yang harus dijaga dan dirayakan. Dengan memahami bahwa perbedaan adalah fitrah dari kehidupan manusia, NU mengajarkan bahwa kekuatan suatu bangsa terletak pada kemampuannya untuk merawat keberagaman tersebut dan menjadikannya sebagai potensi untuk mencapai kemajuan bersama. Prinsip ini dijunjung tinggi dalam berbagai kegiatan NU, baik dalam forum keagamaan, sosial, maupun politik, yang selalu mengedepankan dialog dan kerja sama antar berbagai kelompok.

Melalui sikap inklusif dan moderat ini, NU juga berperan sebagai penggerak terciptanya kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan politik, NU tidak hanya berperan sebagai penyeimbang dalam situasi yang rawan konflik, tetapi juga sebagai agen pencerahan yang mendorong umat untuk hidup dalam suasana damai, penuh saling pengertian dan toleransi. Misalnya, NU berperan penting dalam memitigasi radikalisasi dengan menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil-‘alamin Islam yang membawa rahmat bagi seluruh umat manusia. Dengan demikian, NU bukan sekadar menjaga tradisi agama, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan adil.

Lebih dari itu, NU dengan komitmennya yang terus berkelanjutan, tidak hanya menjaga tradisi dan memperkuat peradaban, tetapi juga menjembatani masa lalu dan masa depan untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik, adil, dan penuh kasih sayang. Dalam menghadapi perubahan zaman yang serba cepat dan penuh tantangan, NU berusaha untuk tetap relevan dengan perkembangan sosial, politik, dan teknologi, sekaligus tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan moral dan spiritual umat Islam. Sebagai organisasi yang mendalam dalam pemahaman agama dan sosial, NU menjembatani gap antara masa lalu yang penuh dengan tradisi dan masa depan yang membutuhkan inovasi serta pembaruan.

Tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, kontribusi NU juga memiliki dampak global. Dalam dunia yang semakin terhubung ini, NU terus berupaya memperkenalkan nilai-nilai Islam yang moderat dan inklusif kepada dunia internasional, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti terorisme, radikalisasi, dan intoleransi antarumat beragama. Dengan jaringan internasional yang luas, NU berperan aktif dalam forum-forum internasional untuk mempromosikan dialog antaragama, perdamaian dunia, dan keadilan sosial.

Dengan demikian, peran NU dalam merawat dan membangun peradaban tidak hanya terbatas pada dimensi keagamaan, tetapi juga mencakup dimensi sosial, budaya, dan politik. Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan keadilan, NU terus berkomitmen untuk menciptakan dunia yang lebih damai dan sejahtera bagi seluruh umat manusia, baik di Indonesia maupun di dunia global. Prinsip yang dijunjung tinggi oleh NU—toleransi, saling menghormati, dan keadilan—akan terus menjadi landasan dalam perjalanan panjang organisasi ini, untuk menjawab tantangan zaman dan mewujudkan masyarakat yang lebih baik, penuh kasih sayang, dan beradab.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tantangan NU Menuju Satu Abad

    Tantangan NU Menuju Satu Abad

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

                Pada tanggal 31 Januari 2015 lalu, Nahdlatul Ulama baru saja berulang tahun yang ke 90tahun, dan kurang 10 tahun lagi NU akan memasuki usia satu abad. 90 tahun adalah usia kematangan suatu oragnisasi seperti NU. Kendati demikian, NU ke depan memiliki tantangan yang cukup serius yang perlu direspon dan dicarikan solusi secara konkrit, yaitu […]

  • Gandeng IPNU-IPPNU, Irmas Baitun Nur Selenggarakan Sarasehan Literasi

    Gandeng IPNU-IPPNU, Irmas Baitun Nur Selenggarakan Sarasehan Literasi

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    PATI-Literasi menjadi kebutuhan mendesak di era digital ini. Terlebih minimnya minat kaum milenials terhadap dunia literasi akhir-akhir ini menambah beban bagi kehidupan yang akan datang. Aguk Irawan, salah satu pemantik ketika memaparkan materi dalam Pelatihan Literasi yang digelar di Aula Islamic Centre Masjid Baitun Nur Pati. Dari satu fenomena ini, sudah selayaknya generasi muda mulai […]

  • FKPT Jateng Sukseskan Rakornas FKPT se-Indonesia

    FKPT Jateng Sukseskan Rakornas FKPT se-Indonesia

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.195
    • 0Komentar

      Semarang — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah turut menyukseskan pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) FKPT ke-VIII yang diikuti pengurus FKPT dari 36 provinsi se-Indonesia, Selasa (23/12/2025). Kegiatan nasional ini dilaksanakan secara hybrid, terpusat di Jakarta dan diikuti daerah secara daring maupun luring. Di Jawa Tengah, Rakornas FKPT dipusatkan di Kantor Badan Kesatuan […]

  • Bupati Dukung Penuh Proker Fatayat

    Bupati Dukung Penuh Proker Fatayat

    • calendar_month Sen, 12 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang Fatayat Pati melakukan kunjungan ke kantor Bupati Pati, Senin (12/8) siang. Fatayat mendelegasikan sepuluh orang koordinator bidang untuk bertemu dengan Bupati. Pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut menghasilkan beberapa agenda. Foto bersama Pengurus Harian Cabang Fatayat Pati bersama Bupati Pati.  “Kami terus berupaya membangun komunikasi dan kerja sama dengan siapa saja, […]

  • Jumat Berkah Yayasan Wahid Hasyim Santuni Yatama

    Jumat Berkah Yayasan Wahid Hasyim Santuni Yatama

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Agus Sukari (tengah), ketua Yayadan Wahid Hasyim Pati didampingi Hj. Hartami (kanan), kepala MTs Wahid Hasyim bersama para Santri yatim Wahid Hasyim usai penyerahan paket bantuan dalam acara ‘Jumat Berkah’ (10/9) PATI – ‘Jumat Berkah’, program rintisan Yayasan Wahid Hasyim Pati ini kembali melakukan kegiatan bhakti sosial, Jumat (10/9). Hal ini dinyatakan oleh Agus Sukari, […]

  • PCNU-PATI

    Pesyair Pulo Lasman Simanjuntak Ikut Baca Puisi Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya Karya Nuyang Jaimee

    • calendar_month Rab, 20 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jakarta, Selasa 19/12/2023,- Pesyair  Pulo Lasman Simanjuntak, 62 tahun, mendapat giliran pertama dalam parade baca puisi “Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya” karya Nuyang Jaimee di Rooftop, Pasar Gembrong Baru,  Jln.Jendral Basuki Rachmat, Prumpung, Jakarta Timur, Selasa sore (19/12/2023). Pada kesempatan tersebut Pesyair Pulo Lasman Simanjuntak-yang sehari-harinya adalah seorang pewarta- dari komunitas sastra Kampung Seni […]

expand_less