Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menata Kebudayaan Sebagai Landasan Politik

Menata Kebudayaan Sebagai Landasan Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
  • visibility 526
  • comment 0 komentar

 

Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke -154 yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia kembali mengangkat isu yang menarik, “Menata Budaya, Menyemai Harapan”. Tema ini diambil untuk kembali mengingatkan pentingnya menata ulang kebudayaan sebagai landasan bagi semua sisi kegiatan masyarakat, termasuk politik.
Tema ini dianggap penting, bukan hanya karena permintaan Bawaslu Jawa Tengah agar Suluk Maleman ikut menyosialisasikan pentingnya partisipasi masyarakat, tapi juga karena adanya anggapan umum bahwa keterlibatan rakyat dalam demokrasi hanya terjadi 5 tahun sekali.

Untuk membedah tema tersebut dihadirkan Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang dikenal sebagai Noe Letto, Dr. Abdul Jalil dan KH. A. Nawawi Cholil; kecuali itu ikut hadir komisioner Bawaslu Jawa Tengah Nur Kholiq serta Ketua Bawaslu Kabupaten Pati Supriyanto.

“Setiap tahapan dari penyusunan daftar pemilih, pencalonan, pembentukan badan penyelenggara, kampanye, pemungutan suara, hingga penetapan hasil dan pelantikan harus sama-sama dikawal pelaksanaan demokrasi agar sesuai prinsip peraturan perundang-undangan,” ujar Supriyanto, ketua Bawaslu Kabupaten Pati dalam forum yang dihadiri unsur pimpinan daerah dan perwakilan seluruh ormas di Pati tersebut.

Dr. Abdul Jalil, salah seorang narasumber menilai ada persoalan kuat yang perlu diurai dalam penentuan pemimpin yang baik dalam setiap pemilu. Dia menyebut ada persoalan perselingkuhan abadi antara jabatan, uang dan suara.

“Karena pemilu basisnya adalah suara, sedangkan saat ini sangat disayangkan munculnya stigma suara butuh uang, sedangkan uang tentu butuh penguasa. Ini menjadi mata rantai yang sulit diputus,” ujarnya.
Diapun menyebut pentingnya faktor individu seorang calon pemimpin. Seorang individu yang baik bisa membuat sistem berjalan dengan baik.

“Meskipun terkadang karena terlanjur lama di sistem justru tertelikung oleh sistem. Persoalannya bagaimanakah caranya mengeluarkan individu tersebut dari telikungan sistem,” ujarnya.

Anis Sholeh Ba’asyin mengamini pentingnya melihat peran individu dalam menjalankan sistem. Dia menganalogikannya seperti mobil yang memiliki sistem yang baik.

“Mobil itu punya sistem yang baik. Ada jalan, ada peraturan berlalu lintas, ada tata cara baku untuk mengoperasikan mobil. Tapi kalau sopirnya tidak beraturan, tidak hanya akan membuat kerusakan pada mobil, tapi juga tingkah laku penumpang lain dan kondisi berlalu-lintas secara umum. Kalau dilihat dari sisi ini, peran individu memang tampak utama,” imbuhnya.

Anis juga menyoroti persoalan hilangnya etika. Karena etika adalah salah satu basis membangun peradaban. Kebudayaan harus ditata berlandas etika, sehingga terbangun peradaban yang kuat. Dengan etika, manusia bisa menjalankan fungsinya masing-masing dengan baik..

“Jika etika diletakkan sebagai landasan, tentu rakyat akan menjalankan fungsi sebagai rakyat. Begitu pula pejabat juga akan menjalankan fungsi sebagai pejabat dengan baik. Dan hukum tetap akan diposisikan di bawah etika,” imbuhnya.

Oleh karenanya, Anis menyebut dalam memilih calon pemimpin, kecuali melihat rekam jejak, maka sebaiknya melihat dari bagaimana progam yang disiapkannya bila menjabat.

KH. A. Nawawi Cholil, salah seorang kyai asal Rembang menambahkan bahwa kehadiran seorang pemimpin adalah keniscayaan bagi sebuah masyarakat.

“Tapi, memilih pemimpin harus dilihat dari akhlaknya. Moral itu yang penting. Imam Ghozali pun menekankan pentingnya seorang imam. Meskipun jika melanggar tentu perlu kita ingatkan,” tegasnya.

Sementara itu, Sabrang MDP menambahkan bahwa sebaiknya setiap individu untuk mulai berfikir secara mendasar. Hal itu dinilainya baik untuk melakoni segala hal termasuk dalam bernegara. Manusia harus bertanya tidak hanya persoalan apa tapi juga kenapa. Dari situ penataan kebudayaan bisa dilakukan dengan lebih baik dan mendasar.

“Dalam kaitan ini, pemahaman tentang konteks dan latar belakang sesuatu kejadian menjadi sangat penting. Adegan orang jatuh dari tangga misalnya. Bila adegan tersebut diiringi musik yang lucu, kita justru akan tertawa. Kita baru akan sedih bila diberi latar musik yang menyayat. Itulah pentingnya memahami akar setiap permasalahan yang disajikan pada kita,” tambahnya.

Acara yang sejak awal berlangsung gayeng tersebut, atas permintaan jamaah yang hadir, ditutup dengan 2 lagu oleh Sabrang alias Noe Letto, dan sebagai dukungan untuk Palestina, lagu We Will Not Go Down oleh Sampak GusUran.*

Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin, KH. A. Nawawi Kholil, Sabrang Mowo Damar Panuluh dan Dr. Abdul Jalil dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Menata Budaya, Menyemai Harapan’ yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (26/10) kemarin.

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LEKAS PC IPNU IPPNU Pati siapkan 1.500 Songkok IPNU

    LEKAS PC IPNU IPPNU Pati siapkan 1.500 Songkok IPNU

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

      Sample peci IPNU yang dipamerkan oleh salah satu pengurus Lekas PC IPNU Pati PATI – Banyaknya permintaan songkok IPNU mendesak, LEKAS (Lembaga Ekonomi Kewirausahaan PC IPNU IPPNU Pati) memproduksi kurang lebih 1.500 songkok IPNU, Sabtu (16/10).  Selain kualitas yang terbilang High Quality, songkok ini juga menjadi ciri khas IPNU Kabupaten Pati. Songkok hitam polos […]

  • Bergerak Masif, Fatayat Agendakan Dua Kali Audiensi dalam Sehari

    Bergerak Masif, Fatayat Agendakan Dua Kali Audiensi dalam Sehari

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang Fatayat NU Pati masa khidmat 2019-2024 terus bergerak untuk merealisasikan program kerjanya. Bukan hanya membangun aspek internal, PC Fatayat juga mengagendakan beragam kerjasama dengan lembaga dan instansi eksternal bahkan diluar NU. Seperti lembaga pemerintah dan lembaga-lembaga swasta lainnya. Selasa (20/8) Fatayat mengadendakan dua pertemuan sekaligus. Dua pertemuan tersebut di antaranya mensosialisasikan program kerja […]

  • PCNU-PATI

    Meneguhkan Khittah NU

    • calendar_month Sab, 11 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Khittah Nahdlatul Ulama (NU) merupakan sebuah landasan berfikir, bertindak, dan berjuang sesuai dengan nilai-nilai NU. Khittah NU ini dirumuskan pada Muktamar ke- 27 di Situbondo tahun 1984. Khittah NU juga merupakan hasil dari gerakan kembali  ke khittah yang dalam sejarahnya telah disuarakan sejak tahun 1959. Khittah NU, meski baru dirumuskan secara tertulis […]

  • GLM Ramadan, Ikhtiar Ma’arif NU Jateng Kuatkan Literasi

    GLM Ramadan, Ikhtiar Ma’arif NU Jateng Kuatkan Literasi

    • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 781
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Blora – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah pada Ramadan 1446 H tahun 2025 menggelar Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pengurus Bidang Literasi, Numerasi, dan Pendidikan Inklusi melalui Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus. Dikatakan Koordinator GLM Plus Hamidulloh Ibda, bahwa Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah sebagai […]

  • Lagi Hangat, Pelajar NU Kolaborasi dengan Seniman Teater Atap

    Lagi Hangat, Pelajar NU Kolaborasi dengan Seniman Teater Atap

    • calendar_month Sel, 7 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 622
    • 0Komentar

    Pertemuan perdana OSB PC IPNU/IPPNU Kabupaten Pati dengan Teater Atap, Minggu (5/12) lalu PATI – Teater Atap lakukan pertemuan pertama dengan talent Pelajar NU Pati beserta departemen Olahraga Seni dan Budaya (OSB) PC IPNU IPPNU Pati pada Minggu (5/12). Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan seniman-seniman di masa depan.  Terdapat pula beberapa bahasan serta poin yang […]

  • HARLAH NU KE 89 DIPERINGATI DENGAN BALAP MOTOR LAMBAT DAN PANJAT PINANG

    HARLAH NU KE 89 DIPERINGATI DENGAN BALAP MOTOR LAMBAT DAN PANJAT PINANG

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    IPNU-IPPNU Komisariat MA Tarbiyatul Banin Pekalongan Kec. Winong Kab. Pati,  pada hari Sabtu, 31 Januari 2015 menggelar  tasyakuran hari lahir (Harlah) ke-89 NU di halaman MA Tarbiyatul Banin, (31/1). Perhelatan kali ini mengusung tema “membangkitkan jiwa beragama dengan tetap berjiwa muda.”. Peringatan Harlah NU ke 89 tahun ini, dimeriahkan dengan berbagai kegiatan antara lain Lomba […]

expand_less