Mahasiswa PMI IPMAFA Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Desa Terdampak Kekeringan di Pati
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 20.177
- comment 0 komentar

Mahasiswa PMI IPMAFA Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Desa Terdampak Kekeringan di Pati
Pcnupati.or.id – Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan pada Minggu (11/10/2026). Penyaluran tahap kedua ini menyasar empat desa di dua kecamatan di Kabupaten Pati, yaitu Desa Treteg dan Kletek di Kecamatan Pucakwangi, serta Desa Mojoluhur dan Ronggo di Kecamatan Jaken.
Koordinator Lapangan, Burhanudin, menjelaskan bahwa distribusi kali ini difokuskan pada wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem. Sebelum menyalurkan bantuan, tim terlebih dahulu melakukan survei pemetaan untuk memastikan air bersih terdistribusi ke lokasi yang paling membutuhkan.
”Pada distribusi tahap kedua ini, kami memfokuskan bantuan ke empat desa yang selama ini mengalami kekeringan ekstrem. Sebelum penyaluran, kami melakukan survei terlebih dahulu untuk mengetahui wilayah yang paling membutuhkan bantuan air bersih,” ujar Burhanudin.
Ia menambahkan, dana kegiatan ini dihimpun secara swadaya oleh para mahasiswa dengan merangkul para alumni dan kolega.
”Alhamdulillah, melalui swadaya dan donasi dari beberapa alumni serta kolega, kami dapat ikut membantu masyarakat yang terdampak kekeringan,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Marwi, mengungkapkan bahwa kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dibandingkan dua tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat warga semakin kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih harian. Meskipun sangat terbantu oleh aksi sosial ini, ia berharap ada penanganan permanen dari pemerintah.
”Kekeringan tahun ini lebih panjang dibandingkan dua tahun yang lalu. Kami berharap ada solusi jangka panjang dari pemerintah agar masyarakat di desa-desa yang terdampak kekeringan tidak terus mengalami kesulitan air bersih setiap musim kemarau,” tutur Marwi.
Senada dengan Marwi, Dosen Pendamping Lapangan, Siswanto, menegaskan bahwa penanganan kekeringan tidak boleh berhenti pada bantuan darurat semata. Kebutuhan air bersih mencakup konsumsi, Sanitasi (MCK), hingga aktivitas rumah tangga sehari-hari. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur air bersih yang berkelanjutan, seperti program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).
”Bantuan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Namun, ke depan, kami berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang lebih permanen, misalnya melalui pembangunan sarana penyediaan air bersih yang dapat diakses masyarakat secara berkelanjutan,” kata Siswanto.
Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur air bersih perlu disertai perencanaan yang matang, pengelolaan yang baik, serta keterlibatan aktif masyarakat agar fasilitas yang dibangun dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Melalui aksi sosial ini, mahasiswa PMI IPMAFA berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memantik kepedulian berbagai pihak terhadap krisis air di Kabupaten Pati. Kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, alumni, dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan penanganan kekeringan yang berkelanjutan.(sis/LTN)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar