Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
  • visibility 356
  • comment 0 komentar

GUNUNGWUNGKAL-Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gunungwungkal Senin (15/6) malam masih hangat. Warga Nahdliyyin Gunungwungkal kini memiliki ketua baru. Terpilihnya KH. M. Faishol sebagai pimpinan tanfidziyah (pelaksana) NU Gunungwungkal merupakan angin segar bagi pergerakan NU kedepan.

Pasalnya tokoh muda energik seperti KH. M. Faishol memang sangat dinantikan gebrakannya di masyarakat. Momentum ini salah satunya dimanfaatkan oleh Ketua PC-NU Pati, K. Yusuf Hasyim. Dorongan moril terlontar dari K. Yusuf yang memiliki kesamaan sebagai tokoh muda. Dalam sambutannya yang penuh semangat, beliau memberikan beberapa wejangan bukan hanya kepada pengurus baru MWC-NU Gunungwungkal tapi untuk warga NU seluruhnya.

Dua hal penting yang ditekankan oleh K. Yusuf adalah penguatan ajaran akidah islam ala ahlus sunnah wal jama’ah an nahdliyyah dan ajakan kepada semua warga nahdliyyin untuk turut serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seruan tersebut disampaikan melalui kalimat persuasi yang teduh dan mudah dicerna masyarakat luas.

Menurut K. Yusuf, ajakan ini sangat penting sebab akhir-akhir ini banyak bermunculan faham-faham radialisme yang mengatasnamakan islam. Bukan hanya itu, beliau juga memaparkan bahwa penyebaran radikalisme dalam islam juga berdampak pada keinginan segelintir orang untuk membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dirasa sangat berbahaya karena rawan campur tangan asing. NU sebagai pelopor ajaran wasathiyyah (moderat) berkomitmen untuk senantiasa menyuarakan dukungannya terhadap NKRI.

“Yang perlu kita perkuat adalah akidah kita, akidah ahlus sunnah wal jama’ah an nahdliyyah. Ingat! Pakai an nahdliyyah. Kedua, mari perkuat juga kecintaan kita terhadap NKRI” ujar K. Yusuf dalam sambutannya.

Agaknya masyarakat yang hadir juga terbawa suasana semangat yang secara gamblang disajikan oleh K. Yusuf. Setiap kali beliau berteriak “NKRI!” maka semua hadirin tanpa terkecuali menjawab “HARGA MATI”.

Jargon ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa cinta warga NU terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab menurut K. Yusuf, selama ini hanya NU-lah ormas islam Indonesia yang masih gigih mempertahankan NKRI.

Pelantikan MWC Gunungwungkal

“Terbukti memang kita yang paling gigih. Bukan berarti yang lain tidak gigih, tapi yang paling menampakkan kegigihan mempertahankan NKRI hanya NU” ungkap K. Yusuf dalam momen lainnya.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meriah, Porsema Hadirkan Ekspo di Alun-Alun Wonosobo

    Meriah, Porsema Hadirkan Ekspo di Alun-Alun Wonosobo

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Wonosobo – Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII PWNU Jawa Tengah tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, seni, pertunjukan Seni Warok Lengger dan Tari Topeng, Porsema Bersholawat, tetapi juga diramaikan dengan ekspo dan bazar yang berpusat di Alun-Alun Wonosobo. Tahun ini, Porsema XIII diikuti oleh 5.577 peserta, 1.794 official, serta lebih dari 4.000 partisipan dari […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Sayman & Kartinah. Photo by Mayur Deshpande on Unsplash.

    Sayman & Kartinah

    • calendar_month Rab, 20 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Sudah lama terlintas di kepala saya, dengan polah pilah kehidupan teman satu komplek di perumahan. Saat bulan April tiba selalu ada saja yang diributkan. Baik tentang penampilan dengan Kebaya terbaru, desain unik dan ciamuk, serta tusuk konde, mengunakan model pipih atau lonjong, dengan pahan logam, atau perak bercampur dengan emas tembaga. Kartina selalu saja ribet […]

  • Komentar PCNU tentang Pembongkaran Mandiri Bangunan di Kawasan LI

    Komentar PCNU tentang Pembongkaran Mandiri Bangunan di Kawasan LI

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 639
    • 0Komentar

      Sosok Rodhi, pemilik bengkel di kawasan LI yang membongkar sendiri bangunannnya (foto : modess) PATI – PCNU mengapresiasi positif para pemilik bangunan di kawasan Lorok Indah (LI) yang secara sukarela membongkar sendiri bangunan yang tersisa pasca pembongkaran yang dilakukan Pemda Pati tgl 3 Pebruari 2022 lalu. “Seperti yang dilakukan oleh Rondli pemilik bengkel yang […]

  • PCNU-PATI

    MA Walisongo Pecangaan Bekali Siswa Wawasan Studi Lanjut

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jepara – Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Pecangaan Jepara membekali peserta didik kelas XII dengan wawasan studi lanjut dan jenjang karir yang berlangsung di Laboratorium Multimedia, Ahad (21/1). Hadir dalam kegiatan Kepala MA Walisongo Ainun Najib, Direktur Eksekutif Yayasan Walisongo Adib Khoiruz Zaman, dan narasumber alumnus UGM Achmad Widiatmoko. Juga 37 peserta didik jurusan IPA […]

  • Mantabkan Organisasi, PAC IPNU/IPPNU Juwana Adakan Pelantikan dan Raker

    Mantabkan Organisasi, PAC IPNU/IPPNU Juwana Adakan Pelantikan dan Raker

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    JUWANA-Usai pelaksanaan Konferensi Anak Cabang, PAC IPNU IPPNU Juwana adakan pelantikan & rapat kerja 1 pada Jum’at, 2 Agustus 2019. Kegiatan yang dilaksanakan digedung haji Juwana ini, bertujuan untuk merencakan sekaligus melaksanakan kegiatan-kegiatan PAC IPNU IPPNU Kecamatan Juwana dalam 1 tahun kedepan yang telah di sepakati dalam forum. Para pengurus baru PAC IPNU Juwana Mengusung […]

  • water droplets on glass window

    Rangkaian Hujan

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Aku sangat menyukai momen ini, saat kecil.  Hujan. Adalah momen bahagiaku untuk bermain di setiap rintik-rintiknya. Entah sambil berlari-lari atau hanya sekadar berguyur di bawah deraiannya. Lain halnya dengan sekarang, paling tidak suka dengan hujan. Bukan, lebih tepatnya kehujanan,. Aku tak pernah menyalahkan Tuhan yang menurunkan hujan. Hanya saja aku tak menyukai kehujanan. Itu saja. […]

expand_less