Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
  • visibility 220
  • comment 0 komentar

GUNUNGWUNGKAL-Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gunungwungkal Senin (15/6) malam masih hangat. Warga Nahdliyyin Gunungwungkal kini memiliki ketua baru. Terpilihnya KH. M. Faishol sebagai pimpinan tanfidziyah (pelaksana) NU Gunungwungkal merupakan angin segar bagi pergerakan NU kedepan.

Pasalnya tokoh muda energik seperti KH. M. Faishol memang sangat dinantikan gebrakannya di masyarakat. Momentum ini salah satunya dimanfaatkan oleh Ketua PC-NU Pati, K. Yusuf Hasyim. Dorongan moril terlontar dari K. Yusuf yang memiliki kesamaan sebagai tokoh muda. Dalam sambutannya yang penuh semangat, beliau memberikan beberapa wejangan bukan hanya kepada pengurus baru MWC-NU Gunungwungkal tapi untuk warga NU seluruhnya.

Dua hal penting yang ditekankan oleh K. Yusuf adalah penguatan ajaran akidah islam ala ahlus sunnah wal jama’ah an nahdliyyah dan ajakan kepada semua warga nahdliyyin untuk turut serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seruan tersebut disampaikan melalui kalimat persuasi yang teduh dan mudah dicerna masyarakat luas.

Menurut K. Yusuf, ajakan ini sangat penting sebab akhir-akhir ini banyak bermunculan faham-faham radialisme yang mengatasnamakan islam. Bukan hanya itu, beliau juga memaparkan bahwa penyebaran radikalisme dalam islam juga berdampak pada keinginan segelintir orang untuk membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dirasa sangat berbahaya karena rawan campur tangan asing. NU sebagai pelopor ajaran wasathiyyah (moderat) berkomitmen untuk senantiasa menyuarakan dukungannya terhadap NKRI.

“Yang perlu kita perkuat adalah akidah kita, akidah ahlus sunnah wal jama’ah an nahdliyyah. Ingat! Pakai an nahdliyyah. Kedua, mari perkuat juga kecintaan kita terhadap NKRI” ujar K. Yusuf dalam sambutannya.

Agaknya masyarakat yang hadir juga terbawa suasana semangat yang secara gamblang disajikan oleh K. Yusuf. Setiap kali beliau berteriak “NKRI!” maka semua hadirin tanpa terkecuali menjawab “HARGA MATI”.

Jargon ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa cinta warga NU terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab menurut K. Yusuf, selama ini hanya NU-lah ormas islam Indonesia yang masih gigih mempertahankan NKRI.

Pelantikan MWC Gunungwungkal

“Terbukti memang kita yang paling gigih. Bukan berarti yang lain tidak gigih, tapi yang paling menampakkan kegigihan mempertahankan NKRI hanya NU” ungkap K. Yusuf dalam momen lainnya.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakerdin Zona 7, Lembaga Ma'arif NU Diajak Berani Go Internasional

    Rakerdin Zona 7, Lembaga Ma’arif NU Diajak Berani Go Internasional

    • calendar_month Ming, 12 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 297
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Temanggung – Bertempat di Hall KBIHU Babussalam NU komplek INISNU Temanggung, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah resmi melakukan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Zona 7, Ahad (12/1/2025). Ketua LP Ma’arif PCNU Temanggung Drs. H.Yusuf Purwanto, M.Ag., mengatakan atas nama panitia penyelenggara, pihaknya mengucapkan selamat datang […]

  • PCNU-PATI Photo by Artur Stanulevich

    Pak Bon

    • calendar_month Rab, 31 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Di perusahaan dimana saya pimpin. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan pendidikan dan jasa keagamaan yang selalu ramai dengan berbagai aneka macam kegiatan. Baik kegiatan sederhana atau pun yang formal dan non formal hampir setiap minggunya selalu ada. Ketika akan melaksanakan kegiatan tersebut tentu tak lain harus menggunakan jasa […]

  • PCNU - PATI. Pixabay

    Menjemur Padi di Sebrang Jalan

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Sudah menjadi kebiasaan warga desa Sekardadi, ketika musim panen padi tiba mereka menjemur padi hasil panennya di tepian jalan umum (jalan desa) yang mengakibatkan para pengguna jalan melintasi jemuran padi tersebut. Tak jarang perilaku seperti ini menyebabkan pemilik padi dan pennguna jalan merasa dirugikan. NB : Terkadang padi diberi landasan semacam sak yang ukurannya lebar. […]

  • PCNU- PATI Photo by image4you

    Recehan

    • calendar_month Rab, 28 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Kemarin saat selesai makan siang dan rehat sejenak saya mendengarkan salah satu teman saya yang beberapa waktu lalu telah mengikuti pendidikan untuk memantapkan keyakinan, keloyalitasan, perjuangan dalam mengahadapi tantangan zaman, yang makin kesini makin membingungkan. Selama sepekan mengikuti pendidikan tersebut naluri perjuangannya makin meningkat, bahkan jika ada panggilan pengabdian dan […]

  • PCNU Pati Gelar Tasyakuran Hari Santri 2025, Ada Peluncuran Perbup Pesantren hingga Pemberian Beasiswa Santri

    PCNU Pati Gelar Tasyakuran Hari Santri 2025, Ada Peluncuran Perbup Pesantren hingga Pemberian Beasiswa Santri

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.906
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar malam tasyakuran Hari Santri 2025 di halaman Kantor Bupati Pati, Kamis (30/10/2025) malam. Kegiatan ini dikemas dengan acara Istighotsah dan Gema Selawat. Pada kesempatan tesebut, juga dilaksanakan launching Peraturan Bupati (Perbup) Pesantren, penghargaan tokoh santri, serta pemberian beasiswa santri tahfidz. Ketua PCNU Pati, KH […]

  • Kebijakan Full Day School Membingungkan

    Kebijakan Full Day School Membingungkan

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Pemerintah melalui kementerian pendidikan dan budaya mengeluarkan peraturan baru lewat permen no. 20 tahun 2017, tentang kebijakan sekolah 5 hari alias full day school yang banyak menuai kontra di kalangan madrasah dan pesantren. Kebijakan yang kurang tepat sasaran tentunya, karena menuai banyak kontroversi dan kritikan di kalangan akademisi. Suara keras juga dari PBNU tentunya, secara […]

expand_less