Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Laziz NU » Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 2 Agu 2021
  • visibility 523
  • comment 0 komentar

Juliono dan anggur-anggur hasil budi dayanya

PATI – Berbagai cara ditempuh masyarakat Kabupaten Pati untuk bertahan hidup di masa pandemi ini. Tak terkecuali Juliono (25), pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi yang memilih banting setir dari pekeja proyek bangunan menjadi pembudidaya tanaman anggur. 

Pria yang merupakan anggota Barisan Ansor Sebaguna (Banser) sekaligus staf Lembaga Amil Zakat, Infaq, Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Pucakwangi ini  mengatakan, pembatasan sosial selama pandemi Covid-19 mulai tahun lalu menyebabkan mobilitas antar wilayah terganggu. Hal itu membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.

“Saya berpikir untuk mencari aktivitas menghasilkan uang yang bisa dikerjakan dari rumah,” terang dia belum lama ini.

Dari informasi yang dipelajari di media sosial dan ketekunannya menimba ilmu dari sejumlah komunitas, dia mantap membangun rumah pembibitan anggur. Berbagai macam jenis varietas anggur dia coba semaikan. Usahanya tak sia-sia, pemuda itu berhasil membudidayakan puluhan jenis anggur hingga proses pembuahannya.

“Tanaman anggur memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bukan hanya buahnya, namun potongan batang tanaman anggur bisa dijual sebagai bakal bibit. Saya juga membuka toko bibit anggur jenis lokal maupun impor. Hampir tiap hari saya dapat pesanan dari luar kota. Hasilnya lebih dari cukup dibandingkan penghasilan proyek,” kata dia.

Kebun anggur milik Juliono

Juliono menilai, profesi petani tak selalu identik dengan penghasilan rendah. Namun diperlukan inovasi dan pengetahuan yang cukup untuk menghasilkan pertanian yang selaras dengan tren dan kebutuhan masyarakat.

“Di sejumlah wilayah di pulau Jawa sudah ada beberapa kampung anggur yang cukup sukses sebagai Kawasan agribisnis,” jelas dia.

Ia menyebut kelebihan tanaman anggur yakni bisa hidup dengan baik di hampir semua jenis tanah dataran rendah maupun tinggi. Meskipun demikian, butuh trik khusus untuk membesarkan anggur yang berbuah produktif dengan jenis impor. 

“Bibit anggur impor termahal jenis Ninel, Trans dan Carnival. Harganya dari Rp 1 hingga 1,5 juta per batang. Metode yang saya pakai menyambung anggur lokal dengan batang tanaman luar negeri yang buahnya lebih besar dan lebat. Namanya teknik okulasi atau penggantian varietas,” jelas dia.

Menurut Juliono, tanaman anggur membutuhkan pengairan dan mendapatkan sinar matahari secukupnya. Tanaman akan tumbuh dengan baik jika mendapatkan pupuk dengan kadar nitrogen saat mulai tumbuh akar. Kemudian membutuhkan pupuk kalium pada saat pembuahan.(angga/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alumni Al Falah Ploso di Pati Gelar Pengajian Rutin Minahus Saniyah

    Alumni Al Falah Ploso di Pati Gelar Pengajian Rutin Minahus Saniyah

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 792
    • 0Komentar

      Pcnupati – Ittihadul Mutakharrijin Al Falah Ploso (IMAP) di Kabupaten Pati, menyelenggarakan pengajian rutin kitab Minahus Saniyah, di Musala Pondok Pesantren PMH Pusat Kajen, Kecamatan Margoyoso, Jumat (27/9/2025). Sekretaris Pengurus Daerah (PD) IMAP Pati, Dedy Syarif Hidayat, mengatakan bahwa pengajian Minahus Saniyah menjadi agenda rutin triwulan alumni Pondok Ploso Kediri untuk menghidupkan serta melestarikan […]

  • Anggota Lesbumi Pati Luncurkan Buku Kumpulan Naskah Drama

    Anggota Lesbumi Pati Luncurkan Buku Kumpulan Naskah Drama

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

      Pati – Anggota Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pati, Miftahur Rohim (34), menerbitkan buku kumpulan naskah drama yang sarat dengan nuansa religi, klenik, dan isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat tani di wilayah Pati Selatan. Buku ini menawarkan perspektif unik tentang kehidupan sehari-hari dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat setempat melalui sudut pandang […]

  • PCNU-PATI

    Peringati Maulid Nabi, Pramuka Mathaliul Falah Kajen Gelar Bakti Sosial

    • calendar_month Jum, 7 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, kembali melaksanakan kegiatan pramuka setelah sempat terhenti selama dua tahun sejak pandemi. Kegiatan kepramukaan itu dilakukan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini berlangsung pada Kamis (06/10/2022) di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Kegiatan itu diikuti 1.633 peserta yang terdiri […]

  • Direktur

    Direktur

    • calendar_month Rab, 9 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Jika tulisan rabu lalu, saya tulis dengan sedih berlapis lapis dan hati gemuruh tak tentu arah. Namun berbeda dengan hari ini saya menulis dengan riang gembira dan emosi yang meronta ronta. Atas ketidak adilan, atas semua kebisuan atau bahkan dengan segala ritme ritme yang sudah berjalan. Sebelum melanjutkan tulisan ini, […]

  • Hukum Adzan yang Lupa Beberapa Lafadz

    Hukum Adzan yang Lupa Beberapa Lafadz

    • calendar_month Sab, 20 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 814
    • 0Komentar

    Bagaimana hukum adzan yang dilakukan saat ada beberapa kalimat atau bacaan yang terlupa atau terlewat tidak diucapkan? Karena kodrat manusia, maka lupa menjadi suatu hal yang lumrah terjadi. Pun bagi muadzin (orang yang melafalkan adzan), bisa terlupa tidak melafalkan salah satu kalimat adzan. Permasalahan ini lah yang kemudian diangkat dalam Bahtsul Masail yang diselenggarakan rutin […]

  • PCNU-PATI

    Luka yang Kau Tinggal Senja Tadi

    • calendar_month Ming, 11 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Kembali lagi dengan review wattpad. Tarik nafas dulu..authornya sama seperti Rembulan di Pinggang Bukit, kak Susan. Saya harus peringatkan kalau mau baca karya-karya beliau harus siap mental buat nggak jatuh hati sama tokoh utamanya. Bener deh! Sejak Diary Jingga kalo ga salah, trus Tsani & Athaya, Ranjang yang Ternoda, sampe ini yang juga masih berlanjut […]

expand_less