Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Moderasi Beragama sebagai Langkah Mengajarkan Cara Pandang Beragama dengan Santun

Moderasi Beragama sebagai Langkah Mengajarkan Cara Pandang Beragama dengan Santun

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 1 Agu 2023
  • visibility 506
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id. – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan sosialisasi moderasi beragama, di Aula Bakorwil Jawa Tengah Pati, Senin (31/7/2023) kemarin. Pada kesempatan itu pihaknya mendatangkan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (UNISNU), Mayadina Rohmi Musfiroh.

Hadir dalam kegiatan itu, ratusan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari SMA maupun SMK di Pati. Agenda ini juga dalam rangka menyukseskan program Indonesia Emas tahun 2045 mendatang. 

Mayadina mengatakan, moderasi beragama sebagai langkah dalam mengajarkan cara pandang dan sikap serta perilaku agar santun dalam beragama. Termasuk dalam memahami esensi ajaran agama.

“Kami harap melalui sosialisasi ini, para guru PAI yang hadir dapat memberi tauladan bagi para siswa dengan menerapkan nilai universal agama berupa kemanusiaan dan kesetaraan,” tutur dia.

Menurut dia, kemanusiaan dan kesetaraan perlu diejawantahkan melalui sejumlah sikap. Di antaranya sikap adil, berimbang, dan taat konstitusi. 

Ia menjelaskan, dalam menjalani moderasi beragama, konstitusi merupakan salah satu hal yang penting. 

Menurutnya moderasi beragama yang berlandaskan pada konstitusi atau perundangan akan menghilangkan kesan keras dalam beragama. 

“Itu menjadi salah satu cara menjaga ekspresi beragama. Sehingga beragama secara radikal tidak ada lagi,” ujar dia.

Sementara itu Ketua MUI Pati, Abdul Karim menuturkan, penyebaran radikalisme cenderung pada masa transisi siswa, yaitu dari SMA ke perguruan tinggi. Dengan itu, sosialisasi moderasi beragama perlu ditekankan pada jenjang SMA sederajat.

Berdasarkan data dari Badan Intelejen Negara (BIN), lanjut Karim, ada sebanyak 15 provinsi di Indonesia yang menjadi tempat pengembangan radikalisme. 

Dari 15 provinsi itu, dengan persentase 33 persen di jenjang SMA, dan 24 persen di perguruan tinggi.

Meskipun demikian, ia meyakini jika di Pati masih aman dari doktrin radikalisme tersebut.  

“Saat ini Kabupaten Pati memang belum. Namun masyarakat Pati yang dikenal multikultural, tidak menutup kemungkinan ada penyerapan,” tandas dia. (Angga/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Aku dan Kau

    Cerita Aku dan Kau

    • calendar_month Ming, 12 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 608
    • 0Komentar

      27 Juli 2011 Wisudawan berkumpul dan berbaris memasuki sidang senat terbuka. Hari itu dia kan menyandang gelar sarjana S1 nya. Genap 8 semester dia tempuh pendidikan. Dan aku tak bisa berbuat apa – apa melihatnya akan pergi. Seperti semuanya yang memiliki keinginan dan kemauan. Mencari yang terbaik untuk masa depan dirinya. Entah mengapa egoku […]

  • MWC NU Batangan Kelola 800 Kotak Koin NU

    MWC NU Batangan Kelola 800 Kotak Koin NU

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 471
    • 0Komentar

    BATANGAN-Kabar Bahagia datang dari pengurus MWC-NU Batangan. Koin NU yang digagas Ramadhan silam, kini teah membuahkan hasil manis. Total ada delapan ratusan kotak koin yang disebar oleh Tim yang dibentuk oleh K. Ali Muhtarom, ketua MWC NU Batangan. Tercatat, 10 desa telah melakukan koinisasi ini. Proses pembedahan kotak koin NU MWC NU Batangan yang dilakukan […]

  • PCNU - PATI

    PC IPNU IPPNU Pati Komitmen Tingkatkan Fasilitasi Pembinaan Kader

    • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Pati. Perkembangan kaderisasi di Kabupaten Pati saat ini semakin meningkat. Hal ini tentunya harus diimbangi dengan bertambahnya fasilatasi pembinaan kader. Kebutuhan untuk membina, mengarahkan, membimbing dan pendistribusian akan dilakukan dan dijalankan sesuai pedoman kaderisasi yang sudah ada. “Tidak hanya Kaderisasi formal saja (MAKESTA & LAKMUD) yang harus ditekankan, tapi juga harus di imbangi kaderisasi yang […]

  • Tuwibon Muktamar NU ke 34

    Tuwibon Muktamar NU ke 34

    • calendar_month Jum, 10 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

     1. Klik Link https://twb.nz/muktamarnahdlatululama 2. Klik Pilih Foto    Pilih Foto yang sesuai 3. Atur Foto dengan cara menyentuh foto dan klik Pungkas     Atur foto untuk menemukan lokasi foto yang sesuai 4. Klik Unduh untuk mendowload hasil twibons    Klik unduh untuk mendowload hasil Foto yang sudah menjadi Twibonze 5. Twibons sudah jadi

  • Kyai Suja’i dan Sutopo Pimpin Kembali MWCNU Kec. Jakenan

    Kyai Suja’i dan Sutopo Pimpin Kembali MWCNU Kec. Jakenan

    • calendar_month Ming, 25 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – KH. Ahmad Suja’i dan Sutopo, S.Pd., MM terpilih kembali menjadi Rais dan Ketua MWCNU Kecamatan Jakenan, masa khidmat 2022-2027. Keduanya, yang merupakan ‘incumbent’ terpilih kembali dalam Konferensi Wakil Cabang MWCNU Kec. Jakenan yang digelar Ahad, 25 Desember 2022 di Gedung Haji IPHI Jakenan.Konferensi Wakil Cabang MWCNU Kecamatan Jakenan, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Panitia, […]

  • PCNU PATI. Ilustrasi THR. Photo by Christian Dubovan on Unsplash.

    THR

    • calendar_month Rab, 27 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Minggu terakhir menuju hari kemenangan saya sering bertanya pada diri saya sendiri, pada hati dan nurani juga saya tanyai. Mengapa setiap orang ketika akan datang hari kemenangan setelah satu bulan full di kekang. Selalu sibuk dan ributnya minta ampun, ada yang minta bagi bagi THR, ada pula yang berbagi rejeki, ada pula yang masih berfikir […]

expand_less