Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Upacara Hari Pancasila Elemen Muda NU Tak Diundang, PMII Pati: Tidak Mencerminkan Persatuan

Upacara Hari Pancasila Elemen Muda NU Tak Diundang, PMII Pati: Tidak Mencerminkan Persatuan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
  • visibility 128
  • comment 0 komentar

Pcnupti.or.id- Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Pati yang digelar Halaman Setda Pati pada 1 Juni 2023 lalu tak mengundang elemen muda Nahdlatul Ulama (NU) Pati seperti GP Ansor, Banser, Fatayat, IPNU-IPPNU, maupun PC PMII Pati. Hal itu pun mendapat berbagai sorotan seperti unggahan akun Facebook Ansor Pucakwangi Net, beberapa hari lalu.

“Salam Hormat Pak Henggar Budi Anggoro. Tanya pak, apakah sebenarnya jenengan atau Sekda punya sentimen tertentu dengan organisasi pemuda NU? Tidak jadi persoalan jika tak suka dengan sepak terjang Ansor Banser. Barangkali peran sosial kami di tengah masyarakat kalah jauh ketimbang kontribusi teman-teman ormas lain. Atau dinilai tidak memberikan sumbangsih apa-apa untuk kemajemukan. Tidak masalah.”

“Namun elemen muda NU tak hanya Ansor Banser. Masih ada satuan Garda Fatayat, sahabat PC PMII Pati atau adik-adik IPNU-IPPNU mereka layak diakui. Minimal, sebagai bentuk respek persatuan dari pemerintah daerah kepada komponen penggerak bangsa. Sesuai dengan penggalan tema hari lahir Pancasila tahun ini: Gotong Royong Membangun Peradaban,” tulis Akun Facebook Ansor Pucakwangi Net disertai dengan unggahan foto undangan yang tidak mencantumkan undangan untuk elemen muda NU.

Unggahan Ansor Pucakwangi Net tersebut kemudian dibagikan oleh Akun Ansor Banser Pati dengan menambahkan tulisan, “Pemilihan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada momen sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI) dalam upaya merumuskan dasar negara Republik Indonesia.”

“Untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut, maka BPUPKI membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai Panitia Sembilan, yang termasuk di dalamnya tokoh besar NU ; KH Abdul Wahid Hasyim (Putra Mbah Hasyim Asy’ari, ayah Gus Dur). Lha kok di Pati, peringatan Harlah Pancasila, tak satupun elemen NU dinganu, haha Pak PJ mau melucu?,” tulis Akun Ansor Banser Pati.

Merespon hal itu, Ketua PC PMII Pati, Agus Ulin Nuha, sangat menyayangkan hal tersebut. Menurut dia, Pemkab Pati seharusnya bisa adil dan bijaksana dalam bersikap serta menentukan kebijakan.

“Apapun alasannya, kegiatan 1 Juni yang di selenggarakan oleh Pemkab Pati jelas tidak mencerminkan persatuan. Sebagaimana yang tertuang di sila ketiga dalam Pancasila,” tegas Ulin, Minggu (4/6).

Pihaknya menilai bahwa sikap Pemkab Pati tersebut dapat menimbulkan kegaduhan di dalam masyarakat. Maka dari itu, ia meminta agar persoalan serupa tidak terjadi lagi. “PC PMII Pati mengingatkan Pemkab Pati supaya hal seperti ini tidak terulang kembali di masa yang akan datang. Karena ini jelas menggangu stabilitas kerukunan di Kabupaten Pati,” tandasnya

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Ilustrasi Reuni. Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash.

    Reuni

    • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sebenarnya saya adalah termasuk orang yang malas untuk menghadiri acara acara yang melibatkan banyak orang. Salah satunya reuni atau halal bihalal, dan lain sebagainya. Lha kemarin saya terpaksa mengikuti acara reuni, sebab suatu hal yang tak bisa saya jelaskan disini, kenapa saya harus menghadiri? Kenapa tak izin saja, toh masih banyak segudang alasan untuk tak […]

  • Ramadan: Saatnya Pindah Rumah

    Ramadan: Saatnya Pindah Rumah

    • calendar_month Jum, 21 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Pada Ahad Pahing 16 Maret 2025 kemarin, saya mewiwiti (memulai) pindahan rumah dari rumah lama di Sampangan ke Gunungpati, Kota Semarang. Meski rencana saya tempati full usai Lebaran Idulfitri, namun di hari itu secara rukun dan syarat sudah saya bancaki dengan manaqiban yang dibacakan Mbah Niam.   Awalnya ya saya […]

  • Pelajar NU Sumur Sambut Tahun Baru Hijriyah

    Pelajar NU Sumur Sambut Tahun Baru Hijriyah

    • calendar_month Ming, 1 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 118
    • 0Komentar

    CLUWAK-IPNU-IPPNU Ranting Sumur, Cluwak sambut Tahun Baru dengan tahlil dan diba’an. Banyak cara positif yang bisa dilakukan umat Islam untuk menyambut Tahun Baru 1441 H. Salah satunya  yang dilakukan Pengurus Ranting IPNU IPPNU desa Sumur, tersebut. Para pengurus IPNU/IPPNU sedang melakukan mahalul qiyam dalam acara tahlil dan diba’an bersama untuk menyambut tahun baru hujriyah  Acara […]

  • PCNU PATI. Pesantren Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin Photo by Aaron Burden on Unsplash.

    Pesantren Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin

    • calendar_month Sab, 8 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan sebuah lembaga pendidikan yang konsen dalam kajian ilmu agama. Sehingga pesantren identik disebut sebagai tempat untuk memperdalam ilmu agama. Definisi ini tentunya tidak lepas dari kegiatan sehari-hari di dalam pondok pesantren yang saban harinya disi dengan kajian kitab kuning, Alquran, dan hafalan menjadi rutinitas sehari-hari para santri dalam […]

  • Tarekat vs Syariat. Photo by Fereshteh Ghazisaeedi on Unsplash.

    Tarekat vs Syariat

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Sering kita temukan, perdebatan sengit antara pengikut tarekat versus pengikut fikih sentris. Forum apapun bisa jadi medan laga siapa yang terbaik di antara mereka berdua. Follower tarekat terbiasa kultus akan amalan-amalan wirid yang mereka lakukan, tanpa mau didikte oleh syariat atau fikih (dalam batas tertentu). Sementara kubu sebelah bangga dengan fikih […]

  • PCNU PATI - Iluistrasi NU dan Wirausaha Masyarakat. Photo by Álvaro Serrano on Unsplash.

    Wirausaha di Masyarakat NU

    • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sejak didirikan oleh Kiai Haji Hasyim Asy’ari dan beberapa Kiai karismatis di Surabaya pada tahun 1926, Nahdlatul Ulama telah menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU mempunyai keunikan tersendiri karena berbasis di pedesaan (urban-based organization), unggul dalam mengembangkan pendidikan Islam tradisional, yaitu pesantren yang tersebar terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimatan Selatan, […]

expand_less