Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU dan Modernisasi Bangsa

NU dan Modernisasi Bangsa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 17 Des 2022
  • visibility 573
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan terbebesar di Indonesia, bahkan menurut Gus Dur NU adalah sebuah organisasi terbesar di dunia. Sedangkan enurut Greg Fealy (2003), hadirnya NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang mendorong lahirnya tatanan kehidupan bernegara yang berkeadaban.

Karena karakteristik NU sebagai organisasi Islam tradisional adalah kemampuannya untuk menyerap dan berhubungan dengan perubahan masyarakat yang fleksibel dan memiliki ciri khas tersendiri,sehingga ajaran NU bisa diterima oleh semua elemen masyarakat. Dan hal ini berbeda 180 derajat dengan Islam modernis yang menunjukkan kekauan pemikiran, NU justeru sangat fleksibel dan moderat dalam menghadapi segala bentuk seluk-beluk di masyarakat.

Adapun modernisasi yang tercerabut dari tradisi tidak pernah menghasilkan modernitas dan demokratisasi yang dijalankan ekstrim meninggalkan tradisi yang tidak pernah melahirkan kultur dan nilai-nilai demokrasi.

Modernisasi dan demokrasisasi di lingkungan NU benar-benar mengakar kuat pada tradisi, sehingga perubahan yang dihasilkan juga sangay fundamental dalam mempengaruhi kehidupan bangsa secara nyata. Karena yang diubah bukan pada permukaannya semata, melainkan pada struktur dalamkehidupan masyarakat bangsanya.

NU dan Nasionalisme

NU secara nyata telah menjadi kekuatan nasionalisme dalam menerima modernitas dan menopang demokratisasi secara menyeluruh. Hal ini disebabkan, karena bangunan tradisinya sangat kokoh dan mengakar kuat pada sejarah panjang pemikiran Islam dan budaya masyarakat. Sedangkan pada ranah lain, pesantren NU selalu disebut sebagai pesantren salaf dan pemikiran NU juga mengikuti tradisi salafiyah, karena pemikiran NU selalu mengacu kepada pemikiran para ulama-ulama terdahulu. Misalnya ulama mazhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali).

Dengan bersandar kepada ulama dan tradisi pemikiran mazhab terdahulu, pemikiran NU bisa sangat fleksibel  dan tidak kaku. Dalam banyak hal, ulama mazhab dan ulama klasik seringkali mempunyai cara dan pandangan berbeda dalam memahami dan memutuskan status hukum suatu relaitas persolan hidup masyarakat.     

Dalam konteks ini, khazanah pemikiran ulama klasik tidak hanya memberikan spirit pada pola hidup egalitarian dan pembangunan masyarakat yang toleran,  tetapi juga bisa digunakan untuk menemukan kembali esensi pengalaman keberagamaan secara total yang melintasi batas kerangka legal-formalistik dan pendekatan monokultural terhadap realitas.

Selain itu, dalam tradisi pendidikan di pesantren, selalu diciptakan keseimbangan antara pelajaran fiqh (hukum Islam) dan tasawuf. Karena terlalu banyak mempelajari fiqh di pesantren di pesantren,tanpa diimbangi dengan kajian tasawuf, maka akan membuat seseorang menjadi kaku,keras, dan formalistik. Maka, khusus bulan Ramadan, kebanyakan pesantren NU biasanya mengajarkan kitab-kitab tasawuf atau Hadis tentang keutamaan berbuat kebajikan, dan tidak mengajarkan fiqh.

Sedangkan dalam hal strategi kebudayaan, NU berbeda dengan gerakan modernismeIslam yang puritan. Dan bagi NU, percampuran Islam dengan budaya lokal dianggap sebagai bagian dari kearifan tradisional yang justeru akan membuat agama  mempunyai akar yang kuat dalam kebudayaan masyarakat setempat. Oleh karena itu, spektrum NU sangatlah luas, sehingga dari berbagai  lini memiliki tugasnya masing-masing.

Dengan kata lain, NU dan pesantren selalu melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang kian mencuat, tetapi juga masih memegang erat nilai-nilai filosofis di dalam pesantren. Seperti dalam maqolah Almuhafadatu alalqodimis sholih wal alhkdu bil jadidil ashlah (menjaga tradisi lama yang masih relevan dan mengadopsi tradisi baru sesuai dengan kebutuhan). Sehingga NU dan pesantren akan selalu eksis dan hidup di tengah-tengah hiruk-pikuk dan hingar-bingar di kehidupan yang selalu silih berganti dinamika kehidupan sosial-kemasyarakatan. Maka, dengan berpedom pada maqolah tersebut,  NU dan pesantren akan selalu fleksibel dan moderat dalam banyak hal.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎Lewat Seminar, Dukungan KH Subuki sebagai Pahlawan Nasional Makin Kuat

    ‎Lewat Seminar, Dukungan KH Subuki sebagai Pahlawan Nasional Makin Kuat

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20.399
    • 0Komentar

    ‎TEMANGGUNG – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar Seminar Nasional Pengusulan KH. Subuki sebagai Pahlawan Nasional di Hall Babussalam NU Temanggung, Kamis (15/10/2026). Forum akademik ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kajian sejarah, menghimpun bukti perjuangan, dan membangun sinergi lintas lembaga guna mendorong pengakuan negara terhadap jasa ulama asal Parakan tersebut. ‎ ‎Seminar Nasional […]

  • PCNU-PATI

    Fiqih Pemulasaran Jenazah Covid 19

    • calendar_month Sab, 13 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Menurut penelitian medis, Covid-19 termasuk jenis penyakit berbahaya dan dapatmenular kepada yang melakukan kontak dengan orang yang terpapar Covid-19 atau carapenularan lainnya. Lebih berbahaya lagi jika tubuh kita tidak memiliki kesiapanmemproduksi antibodi sebagaimana layaknya antibodi terhadap virus lainnya.Dalam kondisi demikian orang dapat dengan mudah tertular Covid-19. Meskipenyakit ini jika ditangani dengan baik dapat disembuhkan, namun […]

  • Uniknya Gelar Karya dan Market Day MI Sullam Taufiq Pekalongan

    Uniknya Gelar Karya dan Market Day MI Sullam Taufiq Pekalongan

    • calendar_month Kam, 20 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 589
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pekalongan – MI Sullam Taufiq Kajen sukses menyelenggarakan Gelar Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5RA) dan Market Day pada Rabu (19/02/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program P5RA yang telah dijalankan oleh madrasah dengan tujuan memperkuat karakter dan keterampilan siswa melalui proyek berbasis nilai-nilai Pancasila dan Islam Rahmatan Lil […]

  • PCNU-PATI

    Ketua PCNU Pati Hadiri Peresmian Polresta Pati

    • calendar_month Kam, 13 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    PATI – Kenaikan tipe Polres Pati menjadi Polresta Pati resmi dikukuhkan oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi, di Halaman Mapolresta, Kamis (13/10/2022) pagi. Peningkatan tipe Polres Pati menjadi Polresta Pati tertuang dalam surat keputusan Kapolri Nomor Kep/1154/VIII/2022. Penjabat (Pj) Bupati Pati, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati beserta anggota DPR RI, Tokoh […]

  • PC PMII Pati Galang Donasi Untuk Bencana Gunung Semeru

    PC PMII Pati Galang Donasi Untuk Bencana Gunung Semeru

    • calendar_month Rab, 8 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 606
    • 0Komentar

    PATI — Peduli dengan korban bencana erupsi Gunung Semeru, PC PMII Kabupaten aksi galang dana dengan turun kejalan untuk menampung donasi dari para pengguna jalan. Rabu, (08/12) Rencananya, penggalanagan bantuan akan dilaksanakan dari tanggal 8 sampai dengan 11 Desember mendatang. Kemudian donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada para korban yang berada di Kabupaten Lumajang Jawa […]

  • PCNU-PATI

    Kunci Meraih Keberkahan Ilmu?

    • calendar_month Ming, 11 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    “Ketahuilah, sesungguhnya seorang penuntut ilmu tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula bermanfaat ilmunya, kecuali dengan mengagungkan ilmu dan ahli ilmu, mengagungkan gurunya dan menghormatinya.” —Imam Az-Zarnuji             Demikianlah sekelumit motivasi yang diberikan oleh penulis buku ini kepada para pemuda penuntut ilmu. Buku ini sudah lama dikenal, khususnya di kalangan pesantren yang mengkajinya  dari […]

expand_less