Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Recehan

Recehan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 28 Sep 2022
  • visibility 381
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Kemarin saat selesai makan siang dan rehat sejenak saya mendengarkan salah satu teman saya yang beberapa waktu lalu telah mengikuti pendidikan untuk memantapkan keyakinan, keloyalitasan, perjuangan dalam mengahadapi tantangan zaman, yang makin kesini makin membingungkan.

Selama sepekan mengikuti pendidikan tersebut naluri perjuangannya makin meningkat, bahkan jika ada panggilan pengabdian dan perjuangan langsung cap cus berangkat.

Hingga saat ini ketika tulisan ini saya masih terngiang dengan cerita kisah tanpa kasih teman saya tersebut. Mengemukakan jika mengumpulkan uang recehan untuk semua kemaslahatan itu tak ada fungsinya. Dan anehnya lagi yang mengatakan tersebut adalah narasumber yang mencari sumber dari pendidikan itu, meskipun notabenenya orang tersebut adalah politikus, pemain yang sedikit rakus dan lain seterusnya.

Seharusnya, ketika saya dan Anda sudah berusaha mengikrarkan diri untuk sebuah pengabdian tentu jerih payah, atau pun program-program ide baik yang level recehan atau pun level gebokan, semuanya saling menopang satu sama lainnya. Jadi tak ada yang lebih utama, lebih bagus, lebih efektif dan lebih aktif. Sebab dalam sebuah pengabdian seharusnya tanpa ada pengharapan. Meskipun recehan akan tetapi hal tersebut dengan niatan untuk kesejahteraan umat.

Maka, Parodi hari Rabu ini, berusaha mengutaran unek unek terkait orang yang merasa lebih tinggi akan tetapi orang tersebut masih saja menganggap recehan itu tak penting. Karena orang tersebut tak memahami, mengerti dan melihat secara langsung bagaimana sebuah recehan bisa menghasilan, layanan layanan gratis, gerai gerai pelayan umat tanpa harus menggunakan pelayanan yang ketat.

Bahkan lebih dari itu, seharusnya dari recehan tersebut kita bisa saling melengkapi dan saling mempercayakan diri. Saling menopang saling menjaga, yin dan yang harus bisa berimbang.

Demikian tulisan Parodi ini, apabila awal tulisan hingga akhir tulisan ada hal yang tak berkenan atau pun tak bisa dipahami sebab alurnya zig zag , semuanya di karenakan komponennya sedang naik turun tak karuan. Sebab naik turunya adalah ritme yang harus dilalui. Sekian. Terima kasih.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Innalillahi, Ketua MWC-NU Tlogowungu Wafat

    Innalillahi, Ketua MWC-NU Tlogowungu Wafat

    • calendar_month Ming, 4 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 567
    • 0Komentar

    KH. Slamet Nasrullah, M.Pd., bersama istri TLOGOWUNGU-Kabar duka kembali datang bagi NU Pati. Salah satu tokoh Nahdlatul Ulama berpulang ke Rahmatullah.  KH. Slamet Nashrullah, M.Pd., yang sedang menjabat sebagai ketua MWC NU Tlogowungu meninggal dunia Minggu (4/7). Kabarnya, sosok yang penuh semangat ini menghembuskan nafas terakhir pada pukul 14.00 WIB.  Wafatnya KH. Slamet menjadi pukulan […]

  • Ribuan Mustahik di Pati Mendapat Modal Usaha dari Baznas Jateng

    Ribuan Mustahik di Pati Mendapat Modal Usaha dari Baznas Jateng

    • calendar_month Sab, 28 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 638
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sebanyak 3.500 mustahik dari Kabupaten Pati dan Rembang, diberi modal usaha oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah. Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Daroji, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi ZIS dalam meningkatkan taraf hidup mustahik melalui pengembangan usaha produktif. ”ZIS bukan hanya sebatas kewajiban ibadah, tetapi juga solusi […]

  • Akhlak Mulia Begitu Penting Saat ini

    Akhlak Mulia Begitu Penting Saat ini

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Batasan terkadang memberi tantangan bagi manusia. Ada tantangan yang tak boleh dilewati namun ada pula yang bisa diterobos untuk pengembangan diri menjadi lebih baik. Kesadaran itulah yang penting dibangun dalam pembentukan diri. Persoalan “Menerobos Batas” dipilih sebagai tema dalam Suluk Maleman edisi ke-158 yang digelar di rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (22/2) malam. […]

  • PCNU Pati : Perlu Kaji Ulang Kebijakan Penundaan Tatap Muka TPQ

    PCNU Pati : Perlu Kaji Ulang Kebijakan Penundaan Tatap Muka TPQ

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Kantor PCNU Pati PATI-Surat edaran Bupati Pati Nomor 451.4/1679 bertanggal 20 Juli 2020 menuai beragam reaksi. Edaran tersebut merupakan permohonan Bupati Pati yang ditujukan kepada Kepala Kementerian Agama Pati. Surat yang dilayangkan Bupati melalui Setda Pati ini berisi permintaan Bupati agar Kemenag mengintruksikan segenap penyelenggara Taman Pendidikan al Qur’an (TPQ) di wilayah Kabupaten Pati agar […]

  • SMA Negeri 1 TAYU Berpartisipasi dalam Penanaman 4.000 Bibit Tanaman Mangrove di Desa Tluwuk

    SMA Negeri 1 TAYU Berpartisipasi dalam Penanaman 4.000 Bibit Tanaman Mangrove di Desa Tluwuk

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 576
    • 0Komentar

    PATI-Puluhan siswa dari SMA Negeri 1 Tayu berpartisipasi dalam penanaman 4.000 bibit mangrove di Desa Tluwuk, Pati, pada 29 Oktober 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat yang dimotori oleh LPMM UNNES dan Saka Energi Muriah Ltd (SEML). SMA Negeri 1 Tayu aktif dalam program adiwiyata yang bertujuan menciptakan sekolah peduli lingkungan. Program […]

  • PCNU-PATI

    Tahlilan Wah Ala Kampung

    • calendar_month Kam, 13 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 572
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin*  Mengejutkan! Kata pertama yang terlontar saat mendengar bahwa ada sebuah desa yang mungkin belum dijamah Google Street View, biaya kematiannya begitu mahal. Bahkan bisa lebih mahal daripada di kota-kota besar.  Cerita ini bermula saat penulis mengantar seorang ustadz untuk mengisi ceramah dalam acara tujuh hari kematian. Tentu cuma orang NU yang […]

expand_less