Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Beban Berat Masyarakat

Beban Berat Masyarakat

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 27 Jul 2022
  • visibility 261
  • comment 0 komentar

Beberapa hari lalu, saat saya perjalanan berangkat ke kantor, saya berhenti untuk mengisi bahan bakar ke salah satu SPBU yang saya lewati. Antriannya panjang. Sepanjang kemacetan menuju kota Atlas. Sabar. Dalam antrian di depan saya rata rata sepeda motor besar, seperti Megapro, Vixion, GL Pro, GL Mex, GL 100, Win 100, RX King dan seterusnya.

Saat pembelian saya amati, dengan telit; pengisiannya rata-rata seratus ribu semua. Namun ada sedikit banyak kejanggalan ketika beli seratus ribu, kok ada kelebihan dua ribu rupiah, sedangkan nominal yang tertera di monitor pengisian hanya seratus ribu. Mau berujar aneh, jangan jangan saya sendiri yang aneh soalnya ini Indonesia negara tercinta dengan segala ke aneka ragaman hayati dan hewani.

Tentu, hal tersebut membuat saya penasaran. Setelah saya telisik, saya amati mereka beli untuk di jual kembali. Begitu canggih untuk mengibuli, ketika peraturan tak boleh membeli bahan bakar yang bersubsidi memakai derijen. Para petugas mengamini edaran pemerintah tersebut. Akan tetapi petugas SPBU serta pelaku usaha  Pom Mini ada solusi dengan menggunakan tangki, dengan syarat ketentuan berlaku yaitu apabila pembelian seratus ribu harus ada kelebihan dua ribu. Sebagai stimulus agar aliran bahan bakar tetap mulus.

Saya sebagai pekerja swasta yang setiap hari harus menempuh perjalanan 25 km, terkadang jengkel sendiri ketika mengantri di SPBU, namun yang di perioritaskan adalah para tengkulak Pom Mini, bukan para pengguna harian.

Jika beberapa minggu ke belakang, semua media online memberitakan betapa ribetnya pembelian Bahan Bakar Minyak terutama yang bersubsidi yaitu harus mendownload aplikasi My Pertamina, setelah mendaftar baru akan di layani. Apabila dulu jika di hebohkan dengan semuanya memakai kartu, kartu miskin, kartu pintar, kartu sehat, lha kok sak iki malahan men donwload My dan My baik untuk kesehatan, kepintaran bahkan ngisi bensin wae harus aplikasi.

Tentu, sebagai masyarakat harus manut dengan apa yang menjadi kebijakan pemerintah baik kebijakan uji coba atau kebijakam lainnya. Ketika kita membeli bahan bakar minyak bukan dipermudah malahan di persulit, kenapa pembelian sepeda motor, mobil tak ikut dipersulit? Dengan pembatasan penjualan sepeda motor dan mobil tentu penghermatan penggunaan bahan bakar minyak ikut terbatasi, kontra produktif jarene teman saya yang warek kae.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sila ke 5 dari Pancasila sampai saaat ini masih menjadi diskusi dan wacana ber wacana. Dengan hal ini dengan adanya terkait kebaikan BBM yang awalnya dari Bahan Bakar Minyak menjadi Beban Berat Masyarakat. Bermasyarakat dengan penuh beban yang di emban. (Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Penegakkan Perda No 8 Tahun 2013

    Strategi Penegakkan Perda No 8 Tahun 2013

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2015
    • account_circle admin
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Kabar NU. Selasa 18 Agustus 2015. Bertempat di Kantor PCNU Lantai 1, ada diskusi terbatas yang membahas tentang Strategi Penegakkan Perda No 8 Tahun 2013 dalam Perspektis yuridis dan Sosiologis.”Dan di hadiri oleh PD Muhammadiyah, Ansor, Kabag Hukum Pati dan LBH NU Pati serta Lakpesdam NU Pati. “Disamping penegakan hukum juga harus penegakan sosial, dan […]

  • PCNU – Ipmafa Lakukan Pertemuan Intern, Ini Hasilnya

    PCNU – Ipmafa Lakukan Pertemuan Intern, Ini Hasilnya

    • calendar_month Jum, 11 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Para pengurus PCNU Pati bersama dengan Petinggi Ipmafa PATI – PCNU Pati dan Ipmafa melakukan pertemuan internal, Kamis (10/3) kemarin. Persoalan yang dibahas dalam agenda tersebut ialah terkait kerjasama antar keduanya.  “Kita bekerjasama, intinya saling membantu,” ungkap K. Yusuf Hasyim, paska pertemuan.  Sebelumnya, PCNU Pati memang telah banyak melakukan kerjasama dengan kampus yang berada di […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ramadan: Feels Like Home

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.164
    • 0Komentar

    Ramadan: Feels Like Hom ‎Oleh Hamidulloh Ibda   Saya kirim pesan WhatsApp ke Mas Egi (Virgiawan Listanto) pada Senin 23 Februari 2026. Mas Egi adalah Ketua Panitia Ramadan: Feels Like Home 1447 / 2026 Masjid Baitul Mujahid. Saya tanya”Ramadan Feels Like Home sing menggagas siapa?” Dia menjawab “Saya mas, bagaimana?”   Begini jawaban lengkapnya: Dalam […]

  • Kabar Duka, Pentolan Ruqyah Aswaja Jateng Wafat

    Kabar Duka, Pentolan Ruqyah Aswaja Jateng Wafat

    • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Ali Shodiqun, ketua PW JRA Jawa Tengah KOTA-M. Ali Shodiqun, Ketua Pengurus Wilayah Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Jawa Tengah tutup usia hari ini, Kamis (15/7). Kabar duka meninggalnya dalah satu organisasi di bawah Lembaga Dakwah NU ini awalnya menyebar melalui grup Whatsapp.  Informasi ini telah dikonfirmasi kebenarannya oleh ketua PC JRA Pati, M. Shofiyullah. Ia […]

  • ‎Hanya Ada Di INISNU, Kampus Gelar Nyadran Kampus Hijau

    ‎Hanya Ada Di INISNU, Kampus Gelar Nyadran Kampus Hijau

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.040
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 Masehi atau 1 Abad NU, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung bersama keluarga besar Kampus Hijau menggelar Nyadran Kampus Hijau yang dipusatkan di Komplek Masjid Al-Ittihad INISNU Temanggung, Jumat pagi (30/1/2026). ‎ ‎Kegiatan ini diikuti oleh sivitas akademika dan lembaga di lingkungan […]

  • Menghadiri Walimah

    Menghadiri Walimah

    • calendar_month Sel, 21 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Sering kita ketahui orang yang mengadakan acara pernikahan atau khitanan, shôhibul hâjat mengundang tetangga dan para tamu lainnya.Adapun yang diundang tersebut ada yang membawa beras, kado, atau amplop yang berisikan uang dll. Jika menghadiri undangan tersebut karena sudah menjadi adat. Pertanyaan : Bagaimana hukumnya menghadiri undangan tersebut, apabila yang diundang tidak punya apa-apa ? Jawaban […]

expand_less