Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gunungan 2000 Kupat-Lepet Diarak, Simbol Kerukunan

Gunungan 2000 Kupat-Lepet Diarak, Simbol Kerukunan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 7 Mei 2022
  • visibility 476
  • comment 0 komentar

GEMBONG – Demi melestarikan tradisi leluhur, warga RT 03 dan 04 RW 03, Dukuh Karangdalem, Desa Gembong, Kecamatan Gembong menggelar aksi parade gunungan 2000 ketupat dan lepet keliling kampung.

“Total ada 2000 ketupat dan lepet yang kami arak siang tadi,” ungkap Abdul Jalil, ketua RW sekaligus ketua panitia saat ditemui, Sabtu (7/4) malam.

Jalil mengakui, bahwa kegiatan ini merupakan aksi perdana di kampungnya. Ia menuturkan, awalnya beberapa tokoh masyarakat mengalami kegelisahan akan budaya bada kupat (lebaran ketupat) yang kian lama kian pudar.

Alasan lainnya, adalah untuk memperkuat tali persaudaraan antar warga. Jalil juga menandaskan bahwa pihak RW merasa perlu adanya agenda pemersatu warga.

“Meskipun warga kami tergolong adem-adem saja, tapi kerukunan tetap harus ditingkatkan. Seperti filosofi ketupat, dari dua bilah janur yang lemah, mampu menjadi wadah yang kuat,” lanjut dia.

Prosesi tersebut dipungkasi dengan pengajian umum dalam kemasan halal bil halal warga RT 03 dan 04 RW 03, Gembong. Ketua MWC NU Gembong, K. Sholikhin yang juga mendapatkan mandat menyampaikan mauidloh hasanah menanggapi positif kegiatan ini.

“Ide-ide kreatif semacam ini sangat diperlukan, apalagi dalam hal melestarikan budaya agar tidak terkesan kuno dan tetap diminati anak-anak muda kita,” tuturnya.

Ketua MWC NU dua periode tersebut juga mengajak warga untuk terus menyambung tali silaturrahim. Menurutnya, persatuan hanya bisa dicapai dengan kerukunan. Selain itu, lanjutnya, rasa tentram juga bisa diraih dengan cara menjaga kerukunan dengan tetangga.

“Rukun itu salah satu nikmat Allah. Kalau kita tidak rukun, kita dalam kondisi darurat, maka malu lah kita meminta bantuan tetangga. Susah sekali hidup orang yang tidak menjaga kerukunan,” tandas dia.

Malam Puncak Parade Gunungan 2000 Kupat-Lepet Karangdalem

15 Janur

Kepada pcnupati.or.id., Abdul Jalil menjelaskan mekanisme pengumpulan 1000 ketupat dan 1000 lepet tersebut.

Awalnya, pihaknya berkoordinasi dengan beberapa tokoh masyarakat untuk mengkalkulasi jumlah KK yang ada di wilayah RT 03 dan 04. Kemudian, ia membeli janur sebanyak 2000 buah dan dibagikan kepada masing-masing KK.

“Setiap KK kebagian 15 janur untuk dibuat ketupat dan lepet,” ungkapnya.

Intinya, ia mengharapkan meningkatnya kerukunan warga. Dengan membagi 15 janur per KK, ia menegaskan bahwa dalam gunungan tersebut terdapat kontribusi warganya.

“Dalam gunungan itu ada kontribusi seluruh warga. Intinya, kalau kita bersama-sama, betapapun sulitnya permasalahan akan bisa iatasi,” tandas dia.

Bukan hanya generasi tua, para milenial juga turut andil dalam agenda ini. Mereka tampak antusias dalam mengikuti rangkaian acara yang baru pertama digelar di kampungnya.

Salah satu milenial yang berhasil ditemui pcnupati.or.id, Izzatin Naila Husna memaparkan bahwa anak muda seusianya sudah mulai merasa kesulitan mengadaptasikan diri dengan budaya semacam bada kupat.

“Tapi alhamdulillah, kami dibuatkan momentum semacam ini untuk bisa lebih dekat dengan budaya kami sendiri yang sudah mulai asing untuk anak-anak seusia saya,” tegas gadis kelahiran 1997 tersebut.

Ia berharap, agenda-agenda budaya semacam ini bisa terus diadakan setiap tahunnya. Tujuannya, agar generasi muda tidak kehilangan identitasnya.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seminar Pendidikan: Telaah Kitab Karya KH. Muhibbi Hamzawi di Madrasah Salafiyah Kajen

    Seminar Pendidikan: Telaah Kitab Karya KH. Muhibbi Hamzawi di Madrasah Salafiyah Kajen

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 648
    • 0Komentar

      Pati – Dalam rangka Pekan Muharram, Reuni Akbar dan Hari Lahir (Harlah) ke-90 Madrasah Salafiyah, Ikatan Kelauarga Alumni Salafiyah (IKLAS) Kajen, Pati, menggelar Seminar Pendidikan Nasional bertajuk “Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Budaya Keilmuan di Pesantren”, Jumat (4/7/2025). Acara ini juga dirangkaikan dengan telaah dan bedah kitab Nihayatul Bidayah fil Akhlaqil Mardliyyah karya KH. […]

  • Sambut Muktamar NU, Lazisnu Klakahkasian Bagi-Bagi Sembako

    Sambut Muktamar NU, Lazisnu Klakahkasian Bagi-Bagi Sembako

    • calendar_month Ming, 19 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Satu pikap paket sembako siap diedarkan oleh PR Lazisnu Klakahkasian, Kecamatan Gembong GEMBONG – Para pemuda yang tergabung dalan Pengurus Lazisnu Ranting Klakahkasian, Kecamatan Gembong membuat geger seisi kampung. Berbekal sebuah mobil pikap, mereka berbondong-bondong keliling kampung untuk membagikan paket sembako pada Minggu (19/12) siang tadi.  Ada 115 paket sembako yang disumbangkan oleh Lazisnu Ranting […]

  • Photo by Nouman Younas

    KH. Sirodj: Sosok Cerdas Pencetus Pondok Pesantren Wetan Banon

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    Oleh. Natasya Avnal Maulida Siapakah KH Sirodj Sosok Kiai Haji Sirodj merupakan salah satu kiai besar di desa Kajen, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, beliau adalah pendiri sekaligus pengasuh di pondok pesantren Wetan Banon yang kini lebih dikenal sebagai pondok pesantren Salafiyah Kajen. Beliau terlahir pada tahun 1865 di desa Kajen. Ayahnya bernama Ishaq bin Sawijah […]

  • Mendung, Hilal Tak Terlihat di Langit Pati

    Mendung, Hilal Tak Terlihat di Langit Pati

    • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 583
    • 0Komentar

      Pati – Tim Gabungan menggelar rukiyah hilal di area persawahan Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Pati, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). Sayangnya, hilal tak terlihat di langit Pati. Rukyatul hilal ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memastikan awal Ramadan 1446 H berdasarkan metode pengamatan langsung. Namun, kondisi cuaca kurang mendukung. Langit yang berkabut akibat hujan […]

  • Pemkab – PCNU Gelar Istighosah Bersama Ulama dan Umaro

    Pemkab – PCNU Gelar Istighosah Bersama Ulama dan Umaro

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 643
    • 0Komentar

    Bupati Pati, H. Haryanto, SH, MM, M.Si, memberikan sambutan dalam Istighosah Bersama Ulama Umaro Kab. Pati (dok. ltnnu) PATI-Pemerintah Kabupaten Pati bersama PCNU Kabupaten Pati kembali menggelar Istighosah Bersama Ulama dan Umaro. Kegiatan yang dilaksanakan rutinan setiap dua bulan sekali ini dilangsungkan di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (22/08/2019) malam. Dari unsur ulama, hadir kiai dan ulama dari seluruh […]

  • Yayasan Assalam Pasucen Berikan Bansos kepada Masyarakat Kurang Mampu di Acara Kemah Bhakti

    Yayasan Assalam Pasucen Berikan Bansos kepada Masyarakat Kurang Mampu di Acara Kemah Bhakti

    • calendar_month Sen, 4 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Yayasan Assalam, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, mengadakan kemah wisata bhakti di Bumi Perkemahan Regaloh. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni mulai Jumat (1/11/2024) hingga Minggu (3/11/2024). Sebanyak 375 siswa madrasah yang berada di naungan Yayasan Assalam, mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. ”Kami dari keluarga besar Yayasan Assalam Pati, Madrasah […]

expand_less