Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Jangan Mereduksi Kesakralan Tauhid

Jangan Mereduksi Kesakralan Tauhid

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
  • visibility 509
  • comment 0 komentar

Foto : NU online

Filsafat mengajari tentang beberapa aliran, salah satunya empirisme. Aliran yang mengandalkan empiris-inderawi atau pengalaman langsung sebagai dasar kebenarannya. Contohnya api diakui kalau panas tatkala indera kita terkena api dan terasa benar-benar panas.

Kali ini saya tidak akan membahas filsafat, tetapi tentang bagaimana pandangan empiris itu menjadi bagian penting pengambilan keputusan dan konklusi sebuah kebenaran. Tentu bukan satu-satunya kebenaran karena kebenaran filsafat dan inderawi itu relatif, jika tidak mau dikatakan kamuflase. Ditambah lagi subjektivitas dari manusia yang mengalami kejadian tersebut.

Hanya saja, dalam konteks beragama, kami tidak akan bicara soal siapa yang paling benar atau golongan apa yang paling cinta dengan Islam. Namun lebih menyoal ajaran utama agama Islam, yakni Tauhid, ke-Esa-an Allah (meski ada anggapan bahwa Esa tidak sama dengan tunggal).

Sebelum masuk lebih jauh, ada baiknya kita menyatukan presepsi tentang tauhid. Dalam bahasa sederhana, ajaran Tauhid adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah Tuhan satu-satunya, tiada Tuhan Selain Allah. Kalimat ini begitu sakral karena melandasi semua aktivitas manusia, baik jasmani maupun rohani, material serta spiritual.

Tauhid menempati urutan pertama dan utama dalam Islam, maka rukun Islam yang pertama adalah Syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul. Tanpa ini, amal perbuatan manusia tidak akan diterima sebagai amal shaleh muslim karena belum dianggap beriman dan muslim seseorang hingga ia menerima dan mengamalkan ajaran Tauhid.

Tauhid begitu sakral dan kesakralannya tak terbantahkan, diamini semua aliran dalam Islam. Saking cintanya terhadap Islam dan tauhid bahkan ada beberapa kelompok yang mencetaknya dalam bentuk bendera, topi, atau kaligrafi. Satu hal yang perlu diketahui ialah, pencantuman Tauhid dalam berbagai media tersebut akan mereduksi Kesakralan Tauhid sesuai media yang dipakai.

Sebagai contoh, kalimat Tauhid yang ditulis pada topi kesakralannya akan berkurang mengikuti fungsi topi itu sendiri. Dipakai untuk menutupi kepala atau melindungi dari panas matahari. Jika tidak dipakai ia bisa ditaruh di mana saja, di meja, kursi, panggung, lemari, atau jika dijual dan belum laku maka akan berada dalam tumpukan gudang bersama barang lainnya.

Penulis berani mengatakan demikian, sebab penulis memiliki pengalaman ‘menyedihkan’ tersebut. Seseorang telah meninggalkan topi tauhid di atas lantai sebuah tempat bermain anak-anak. Sayang sekali, kenyataan ini benar-benar telah terjadi tanpa kita sadari. Akhirnya, oleh istri penulis, topi tersebut dipungut dan diamankan ke tempat yang lebih tinggi, di rak paling atas. Ini cara kami memuliakan substansi kalimat tauhid.

Kejadian ini memberi banyak pelajaran bagi kita. Satu poin yang paling menohok yakni kalimat tauhid bisa lenyap nilai dan kesakralannya hanya karena kelalaian menaruh topi.

Tentu akan lebih bijak jika tulisan kalimat Tauhid dan Syahadat Rasul itu tertanam kuat dalam hati, bukan ditulis di berbagai media seperti topi, baju, atau bendera dan media-media yang tidak semua orang mudah menjaganya. Argunen ini bukan lantas menunjukkan bahwa penulis alergi dengan kalimat Tauhid, namun langkah tersebut justru lebih memuliakan substansi dari Tauhid itu sendiri.

Topi, benedera atau baju jika kotor tentu akan dicuci, entah dengan mesin cuci atau dikucek pakai tangan, diperas kemudian ditumpuk bersama pakaian lainnya. Menjadi tidak sakral bukan?

Mari jaga Kesakralan Tauhid dengan menanamnya di hati, menunjukkannya dalam akhlak mulia, dan menjaganya tetap suci. Wallahu a’lam bisshowab

M. Shofyan Al Nashr
(Aktivis literasi NU dan dosen IPMAFA)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HMPS PBA Ipmafa Kolab Bareng PKPT IPNU-IPPNU

    HMPS PBA Ipmafa Kolab Bareng PKPT IPNU-IPPNU

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

      Praktik Dauroh Arabiyyah, program kolaborasi antara HMPS PBA Ipmafa dengan PKPT IPNU/IPPNU Ipmafa MARGOYOSO – Pimpinan Komosariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (PKPT IPNU IPPNU) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) membuktikan eksitensinya sebagai wadah organisasi mahasiswa yang mampu mengembangkan potensi setiap kadernya.  Hal ini dapat dilihat seperti program […]

  • MWCNU Batangan Gelar Pengajian Akbar

    MWCNU Batangan Gelar Pengajian Akbar

    • calendar_month Sen, 17 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Pati, Pengurus Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Batangan mengadakan Pengajian Akbar dalam Rangka Halal bi halal, pengajian bertempat di Desa Klayusiwalan Batangan dengan pembicara KH. Abdul Wahid dari Cluwaki, 11/7 kemarin.             KH. Abdul Mukhid Syuriah MWCNU Bantangan mengemukakan untuk menjalin silaturahmi yang baik, antara  pengurus wakil Cabang dan pengurus Ranting, tidak ada salahnya apabila […]

  • Kembalikan Marwah Pesantren, Fatayat NU Pati Desak Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Maksimal

    Kembalikan Marwah Pesantren, Fatayat NU Pati Desak Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Maksimal

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.005
    • 0Komentar

      Pcnupati – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pati bersama Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) merilis pernyataan sikap tegas terkait kasus dugaan pencabulan yang terjadi di Pesantren Ndholo Kusumo. Kasus yang diduga melibatkan oknum pengasuh pesantren tersebut memicu keprihatinan mendalam dari organisasi perempuan Nahdliyin ini. ​Dalam surat resmi tertanggal 2 Mei […]

  • Puasa dalam Presfektif Kesehatan

    Puasa dalam Presfektif Kesehatan

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Pati. Pondok Pesantren Ar-Roudloh Kajen Margoyoso Pati mengadakan ceramah ilmiah untuk mengisi kegiatan pada bulan ramadhan, acara tersebut bertempat di aula Pondok Pesantren Ar Raudloh,Senin 2/6 kemarin.             “Selain mengaji kitab kuning dalam menyemarakan bulan suci ramadhan kami juga mengadakan ceramah ilmiah, hal tersebut dilakukan agar supaya para santri memahami tentang puasa, apabila puasa itu […]

  • PATI - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Pati gelar  Rapat Kordinasi Cabang (Rakorcab), belum lama ini. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan solidaritas, profesionalisme, serta Loyalitas dalam Ber-Khidmah dalam Ansor.  Adapun kegiatan itu dihadiri oleh Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab), Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) se-kabupaten Pati, dan Ketua Cabang Ansor Pati.  Tema yang diangkat pada acara tersebut juga sejalan dengan salah satu misi dari Ansor Pati, yaitu mengatasi intoleransi dan isu perpecahan menjelang pemilu yang jamak terjadi. Seperti diketahui, bahwa isu intoleransi memang selalu muncul, terlebih ketika adanya suatu momentum tertentu, seperti pada saat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu). Di sana, Ansor dan Banser akan terus bersiap menjadi garda terdepan dalam menjaga kesatuan NKRI. "Memiliki massa 5000 anggota lebih, Ansor dan Banser Pati akan selalu konsisten untuk menjaga kebhinekaan dan kesatuan NKRI," ungkap Ketua Cabang Ansor Pati H. Abdullah Syafiq. Sementara itu Kasatkorcab Banser Kabupaten Pati, H Moh Soetomo, menuturkan bahwa Banser akan lebih sigap dalam menjaga keutuhan NKRI. "Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh ketua cabang Ansor, Banser sebagai ujung tombak Nahdlatul Ulama dalam menjaga nilai-nilai persatuan, akan menindak tegas adanya intoleransi dan isu perpecahan," tutur dia. (Angga/Ltn)

    Banser Pati Siap Jadi Garda Terdepan Cegah Intoleransi 

    • calendar_month Sab, 10 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    PATI – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Pati gelar  Rapat Kordinasi Cabang (Rakorcab), belum lama ini. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan solidaritas, profesionalisme, serta Loyalitas dalam Ber-Khidmah dalam Ansor.  Adapun kegiatan itu dihadiri oleh Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab), Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) se-kabupaten Pati, dan Ketua Cabang Ansor Pati.  Tema yang diangkat pada […]

  • Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

      Pcnu.or.id, Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menyebut kebijakan lima hari sekolah belum final dan masih menjadi wacana. Ia pun berharap kebijakan Bupati Pati Sudewo ini tidak mematikan lembaga pendidikan agama seperti TPQ maupun Madin. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pati KH Minanurrohman mengatakan lembaga pendidikan agama perlu dijaga untuk menjaga moralitas […]

expand_less