Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Istighotsah Ma’arif Jateng, Bib Umar : Kalau Allah Turun Tangan, Covid Sirna

Istighotsah Ma’arif Jateng, Bib Umar : Kalau Allah Turun Tangan, Covid Sirna

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 17 Jul 2021
  • visibility 131
  • comment 0 komentar
Ruang meeting zoom Istighotsah Ma’arif NU Jateng bersama Habib Umar Muthohhar. In frame, R. Andi Irawan, ketua LP Ma’arif NU Jateng saat memberikan sambutan

SEMARANG-Dalam rangka berikhtiar memohon keselamatan bangsa dari wabah covid-19, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar istighosah secara virtual, Sabtu (17/7). Kegiatan yang dirangkai dalam bentuk Istighosah LP Ma’arif NU untuk Keselamatan Bangsa dari Wabah Covid-19 ini diikuti ratusan peserta dari unsur pengurus Ma’arif, Kepala Madrasah dan Sekolah, siswa dan siswi Ma’arif NU, dan kader IPNU-IPPNU se Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan menegaskan bahwa kegiatan itu dilaksanakan sebagai ikhtiar memohon keselamatan pada Allah Swt atas wabah yang sudah berlangsung selama satu tahun setengah tersebut.

“Pada kesempatan ini kita berdoa untuk keselamatan bangsa dari wabah Covid-19 yang sangat terasa berdampak bagi dunia pendidikan. Kita doa bersama semoga para santri dan anak didik kita di Ma`arif supaya tetap tenang dan senantiasa diberi kemudahan dalam proses pembelajaran di kelas melalui daring,” bebernya. 

Saya ucapakan terima kasih, lanjutnya, untuk pengurus LP Ma`arif Jateng sudah hadir melalui Zoom, semoga doa kita semua mustajab. “Khusus pada kesempatan ini kita minta kepada Habib Umar Muthohar untuk memberikan pengarahan dan amalan-amalan yang menjadikan kita semua tenang dan tabah dan tetap beraktivitas dalam keseharian,” harapnya.

Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah Dr. KH. Mahsun Mahfud dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa istighosah adalah tradisi Ahlussunah Waljamaah dan istighosah digelar manakala ada persoalan yang akal manusia tidak bisa menyelesaikan seperti yang terjadi saat ini. 

“Maka sebagai bagian ikhtiar adalah dengan istighosah menyerahkan segalanya kepada Allah SWT. Saya mendukung dan merasa bangga kepada LP Ma`arif NU mengadakan istighosah dalam rangka meminta kepada Alloh agar Covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT,” lanjutnya.

Pandemi ini, menurutnya, tidak cukup selesai dengan penyelesaian dengan cangih dan lengkapnya alat kesehatan, tetapi ini adalah peringatan dari Allah SWT, melalui pandemi ini. “Oleh karena itu melalui istighosah ini mari kita serahkan ini kepada Alloh SWT agar mengangkat makhluknya yang kita sebut Covid-19 ini dengan cara-Nya, sehingga pandemi ini segera berakhir,” lanjutnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan istighosan yang dipimpin Katib Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ahmad Sya’roni. Acara ini selain digelar melalui Zoom, disiarkan pula lewat Youtube Maarif NU Jateng. Usai istighosah, dilanjutkan doa yang dipimpin Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh. Usai doa dilanjutkan tausiyah dari Habib Umar Muthohar.

Dalam tausyiahnya, Habib Umar Mutohar menjelaskan bahwa Istighosah itu melibatkan Allah dalam urusan kita. Kalau Allah turun tangan, covid akan selesai. Apapun istilah istilah, apa corona, copad, covid, akan sirna,” tegasnya.

Pada kenyataannya covid itu ada dan membawa dampak besar pada kehidupan dunia. “Namun Allah lah yang mengatur. Maka ketika kita istighosah, kita mengundang keterlibatan Allah Swt, dan kalau Allah sudah terlibat, maka yakin covid akan selesai dan selesainya ini tanpa ekses. Karena apa saja yang menimpa kita ini adalah semua karena Allah,” lanjutnya.

Saya bukan ahli kesehatan, kata beliau, namun teorinya begini, kalau orang jembar, padang, maka imun kita kuat. “Keyakinan kita ini harus meningkatkan imun yang diimbangi dengan ikhtiar kita dengan memakai masker dan menuruti fatwanya orang ahli kesehatan,” papar beliau.

Pihaknya mengimbau agar dapat yakin, ridha dan santai. “Ikhtiar harus dilakukan, karena itu diwajibkan Allah SWT. Kita harus membuang berita-berita yang tidak enak di media. Kita konsumsi saja yang enak-anak agar imun kita meningkat,” ajak beliau. 

Dalam kesempatan itu, hadir pula secara luring Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh, pengurus Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Ketua PW IPNU Jawa Tengah dan tamu undangan yang terbatas.(Ibda).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harapkan Ketua IPNU Terpilih Lanjutkan Program, Termasuk Perbanyak Ranting dan Komisariat

    PC IPNU Harapkan Ketua Terpilih Lanjutkan Program, Termasuk Perbanyak Ranting dan Komisariat

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Pati Periode 2019-2023 akhirnya memasuki masa purna. Ketua PC IPNU Pati, Matsna Zakiyyatus Salwa mengucapkan terima kasih kepada segenap pengurus yang telah membersamai dan berjuang hingga akhir periode. Ia juga meminta maaf jika selama memimpin PC IPNU Pati banyak terdapat kekurangan. “Suatu pelajaran hidup […]

  • Pelantikan PAC PN Gembong, Ketua: Jangan Terlibat yang Gaib-Gaib Dulu

    Pelantikan PAC PN Gembong, Ketua: Jangan Terlibat yang Gaib-Gaib Dulu

    • calendar_month Jum, 23 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kecamatan Gembong menggelar Pelantikan dan Rakor. Kegiatan tersebut dilaksanakan Jumat (22/6) siang di Aula MANU Gembong. Selain menampilkan peragaan jurus lewat para pendekar andalan, dalan agenda tersebut juga menghadirkan unsur-unsur NU dan pemerintahan. “Saya kira undangan dari Pagar Nusa ini yang paling lengkap ya. Mulai dari pengurus MWC […]

  • Wakil Syuriyah PCNU Pati Wafat

    Wakil Syuriyah PCNU Pati Wafat

    • calendar_month Rab, 15 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 204
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – PCNU Kabupaten Pati kembali berduka. Dalam suasana semangat kepengurusan baru, PCNU harus kehilangan satu tokoh penting dalam jajaran Syuriyah. Ahmad Adib Al Arif, salah satu wakil Ro’is Syuriyah PCNU Pati yang baru saja dilanting 27 Okteber 2024 lalu, dikabarkan telah memghembuskan nafas terakhir pada Rabu (15/1). Kabar wafatnya kiai yang juga menjabat sebagai […]

  • a large auditorium filled with lots of wooden seats

    Jabatan, Ambisi, dan Bahaya Demam Panggung

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Oleh: Zaenal Arifin* Jabatan sering kali dianggap sebagai puncak pencapaian seseorang dalam karir. Ketika seseorang berhasil meraih jabatan tertentu, muncul rasa bangga, baik dari dirinya sendiri maupun dari orang-orang di sekitarnya. Jabatan menawarkan kekuasaan, tanggung jawab, dan peluang untuk membuat perubahan. Namun, di balik itu semua, ada tekanan besar yang harus dihadapi. Jabatan bukan hanya […]

  • Fatayat NU Cabang Pati manfaatkan libur Nyepi untuk Latihan Kader Lanjutan

    Fatayat NU Cabang Pati manfaatkan libur Nyepi untuk Latihan Kader Lanjutan

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 1.133
    • 0Komentar

    Warta Fatayat. Pengurus Cabang Fatayat NU Kab. Pati pada hari ini (Sabtu, 21 Maret 2015) menyelenggarakan kegiatan Latihan Kader Lanjutan (LKL) bertempat di Aula PCNU Kab. Pati. Latihan Kader Lanjutan yang diikuti oleh kader-kader pilihan sebanyak 100 kader utusan dari 20 Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU se-Kab. Pati kali ini mengambil tema :”Bersama Fatayat NU […]

  • Pesantren Sebagai The Great Tradition

    Pesantren Sebagai The Great Tradition

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto, M.A Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki sejarah panjang dan akar budaya yang mendalam di Indonesia. Peranannya tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga sebagai salah satu pilar penting dalam aspek intelektual, sosial, ekonomi, politik, dan budaya bangsa. Nilai-nilai yang ada di pesantren turut membentuk serta menjadi bagian dari identitas keindonesiaan. […]

expand_less