Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Seminar Jurnalistik LTNNU Tambak Romo Usung Tema Santri

Seminar Jurnalistik LTNNU Tambak Romo Usung Tema Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 17 Okt 2021
  • visibility 542
  • comment 0 komentar

Ruang zoom meeting Seninar Jurnalistik LTN NU Tambakromo

TAMBAKROMO – Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) MWC NU Kecamatan Tambakromo membuat agenda yang cukup mengesankan Minggu (17/10) pagi tadi. Pasalnya, setelah sekian lama tidak melakukan pelatihan, kali ini lembaga yang diketuai oleh Ahmad Suparyono tersebut menggelar Seminar Jurnalistik via zoom meeting. 

“Memang belum pelatihan, tahapnya masih seminar, tapi ini semoga menjadi langkah awal,” tutur dia. 

Kegiatan positif ini juga mendapatkan dukungan penuh dari ketua MWC NU Tambakromo, KH. Sukahar. Dirinya berharap, bahwa agenda LTN ini bisa membawa kemajuan bagi NU di dunia informasi.

“Semoga acaranya berjalan lancar dan penuh berkah,” tuturnya saat membuk acara.

Mengusung tema ‘Optimalisasi Jurnalistik di Lingkungan Santri sebagai Wujud Cinta Tanah Air’, Paryono menghadirkan tiga pemateri dari sekaligus. Di antaranya, Maulana Luthfi Karim, (Redaktur LTN NU Pati), Angga Saputra (anggkta PWI Pati) dan Niam At Majha (sastrawan sekaligus kontributor NU Online). 

Karim yang memaparkan materi tentang berita, menegaskan bahwa pada era serba mudah ini peran berita menjadi sangat penting. Hadirnya generasi NU yang memiliki passion jurnalistik, terang Karim, merupakan kabar gembira. 

“Setidaknya kalau NU menguasai dunia jurnalistik, akan bisa mereduksi berita-berita hoax dan provokatif,” jelas dia. 

Sebab, menurut pria yang juga pengusaha ayam goreng ini, kader NU selalu dididik untuk bersuara berdasarkan referensi dan anti hoax. Bagi dia, ini adalah salah satu kelebihan NU. 

“Kalau media massa dikuasai oleh kader NU, insya allah adem,” terangnya sambil berkelakar. 

Ungkapan ini diiyakan sekaligus oleh pemateri kedua, Angga. Pria asal Lahar, Tlogowungu yang memaparkan etika jurnalisme ini mengamini statemen Karim. Menurutnya, seorang jurnalis harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalisme. 

“Jurnalis itu harus mampu bersikap independen, apa yang kita sampaikan harus bersifat faktual, tidak boleh mengarang,” tandas dia. 

Sementara Niam At Majha yang menyampaikan materi jurnalisme santri merasa perlu adanya pengenalan lebih mendalam tentang dunia jurnalistik kepada santri. Sebab, menurut pantauannya, hanya ada beberapa pesantren yang melek jurnalistik selama ini. 

“Pesantren sebagai basis santri, masih minim pengaplikasian jurnalisme,” tanggapnya. 

Menurut pria asal Plukaran, Gembong ini, adanya pesantren yang menekankan tulis menulis merupakan kabar baik. Ia menykntohkan, beberapa pesantren di Madura telah banyak melahirkan jurnalis andal karena telah terbiasa sejak mondok.

“Setiap ketemu jurnalis santri yang keren-keren rata-rata orang Madura atau alumni sana. Ternyata kesadaran menggiatkan jurnalistik sudah diterapkan di beberapa pesantren Madura,” pungkasnya.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Triwulan GP Ansor, Gus Nanal: Banyak Ulama Indonesia Berkelas Internasional

    Triwulan GP Ansor, Gus Nanal: Banyak Ulama Indonesia Berkelas Internasional

    • calendar_month Ming, 6 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 645
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Faham Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja) punya peran penting baik bagi pribadi maupun sosial. Kalimat ini diungkapkan oleh Kiai Sholikhin dalam sambutannya sebagai Ketua MWC NU Gembong dalam acara Triwulan GP Ansor Gembong, Sabtu (5/8) malam. “Sebagai pribadi, Aswaja penting untuk kelangsungan hidup di akhirat. Dalam lingkup sosial, Aswaja yang berprinsip moderasi dan […]

  • Majelis Masyayikh Kritik Paradoks Pendanaan Pendidikan: Sekolah Dibiayai, Pesantren Hanya Dibantu

    Majelis Masyayikh Kritik Paradoks Pendanaan Pendidikan: Sekolah Dibiayai, Pesantren Hanya Dibantu

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.700
    • 0Komentar

    Jakarta – Majelis Masyayikh menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk membiayai pendidikan pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Pandangan tersebut disampaikan dalam keterangan sebagai Pihak Terkait pada persidangan pengujian materiil Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam Perkara Nomor 75/PUU-XXIV/2026 tanggal 3 Juni 2026 […]

  • PCNU-PATI Photo by Yuriy Vertikov

    Mengeja Abjad

    • calendar_month Jum, 21 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 541
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Aktivitas saya setelah maghrib kembali belajar bersama anak-anak lagi. Setelah liburan akhir semester usai, kini mereka silih berganti berdatangan untuk belajar bersama. Tak hanya yang telah rutin, kini bertambah satu anak. Baru saja ia menginjak kelas 1 MI. Datang untuk belajar mengerjakan tugas-tugas dan soal-soal dalam buku pelajaran. Saya kira awalnya […]

  • Gus Mus Ijazahkan Tiga Sholawat

    Gus Mus Ijazahkan Tiga Sholawat

    • calendar_month Ming, 4 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 878
    • 0Komentar

    KH. Musthofa Bisri (Gus Mus) (sumber : Instagram @s.kakung) REMBANG-KH. Musthofa Bisri atau Gus Mus baru-baru ini mengijazahkan amalan sholawat kepada ummat islam. Ijazah ini disampaikan langsung melalui postingan Instagramnya, @s.kakung Kamis (1/7). Dalam video berdurasi tujuh menit dua puluh detik tersebut, Gus Mus memaparkan sekaligus mengijazahkan tiga sholawat sekaligus. Kiai asal Rembang tersebut juga […]

  • Bebas Buta Huruf Al Qur’an Diterapkan Mahasiswa KKN IPMAFA di Sentul

    Bebas Buta Huruf Al Qur’an Diterapkan Mahasiswa KKN IPMAFA di Sentul

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

    CLUWAK-Masih adanya beberapa warga Desa Sentul, Cluwak terutama kalangan lansia membuat mahasiswa KKN IPMAFA tancap gas memberikan wadah pembelajaran al-quran. Hal ini senada dengan tema KKN 2019, ‘Optimalisasi Peran Komunitas Menuju Masyarakat yang Berdaya, Berbudaya dan Religius’. Kegiatan tersebut bernama : #2019 bebas buta huruf al Qur’an. Banyaknya kalangan lansia yang ikut disebabkan mahalnya biaya […]

  • Etika Komunikasi Politik

    Etika Komunikasi Politik

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 602
    • 0Komentar

      Menulis bagi seorang dosen adalah menjadi sebuah keharusan. Karena melalui sebuah tulisan dosen akan mengabadikan pemikiran-pemikirannya serta ikut menyumbang khasanah keilmuan negara Indonesia, seperti halnya yang dilakukan oleh salah satu dosen senior program studi Ilmu Komunikasi Unika Atma Jaya, Prof. Dr. Alois A. Nugroho menerbitkan buku baru dalam bidang komunikasi yang bertajuk “Komunikasi & […]

expand_less