Puncak HSN 2026, MWC NU Tambakromo Perkuat Kader Lewat Halaqoh Ilmiah
- account_circle admin
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 20.692
- comment 0 komentar

Puncak HSN 2026, MWC NU Tambakromo Perkuat Kader Lewat Halaqoh Ilmiah
Pati, Dalam upaya memperkuat peranan kader, Majelis Wilayah Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Tambakromo menggelar halaqoh ilmiah pada Minggu, (25/10/2026) di Aula Serbaguna Desa Sitirejo Kecamatan Tambakromo, Pati. Kegiatan tersebut, merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Acara Halaqoh menghadirkan Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH. Ubaidillah Shodaqoh bersama dengan Ketua Tanfidziyah PCNU Pati, KH. Yusuf Hasyim dan Akademisi Dosen IPMAFA Pati, KH. Umar Faruq. Di mana kedua tokoh tersebut juga merupakan instruktur nasional Pendidikan Dasae Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD PKPNU).
“Dimana kegiatan hari ini merupakan rangkaian panjang dari acara peringatan hari santri di Tambakromo. Dengan halaqoh ini kami berharap para kader senantiasa kembali untuk nguri-nguri NU di kecamatan Tambakromo ini,” ungkap Ketua Tanfidziyah MWC NU Tambakromo, K. Marzuqi Abbas dalam momen sambutannya.
Kegiatan Halaqoh yang merupakan bagian dari puncak acara HSN 2026 tersebut diikuti sekitar 400 kader NU di wilayah Tambakromo.
Dimana peserta yang hadir adalah perwakilan dari ranting NU se-Kecamatan Tambakromo, mulai dari pengurus, LazisNU, fatayat, muslimat, Ansor, IPNU-IPPNU dan badan otonom (banom) lainnya.
Dalam momen diskusi, Ketua Tanfidziyah PCNU Pati, KH. Yusuf Hasyim menyinggung perihal pentingnya peranan kader dalam keberlanjutan NU.
Ia berpesan menjadi kader harus mempunyai peran krusial dalam memajukan organisasi tanpa harus saling menyinggung sesama kader.
“Seorang kader penggerak itu harus berani dan mampu mengayomi atas kebutuhan masyarakat sekitar. Kader yang militan itu harus berperan jangan sampai baperan,” tegasnya.
Sementara itu, KH. Ubaidillah Shodaqoh menyinggung tentang peranan kader dalam menyongsong Indonesia ke depan.
Beliau mengungkapkan bahwa sekitar di tahun 2040, Indonesia akan mengalami kekurangan sumber pangan. Hal itu diharapkan agar kader NU dapat menjawab isu tersebut lewat aksi dan program yang berdampak bagi masyarakat luas.
“Jika kita pelajari, bahwa menurut survei pada tahun 2040, negeri kita ini diprediksi akan mengalami sumber pangan. Nah ini tentunya menjadi tantangan kita, sebagai organisasi dengan jumlah jamaah terbesar,” sebut Kyai yang lebih akrab di sapa Yi Ubaid. (Anang/LTN)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar