Siswa MAN 1 Pati Diajak Manfaatkan Kecerdasan Buatan Secara Bijak Lewat Senopati Academy
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 10 Sep 2026
- visibility 19.439
- comment 0 komentar

Siswa MAN 1 Pati Diajak Manfaatkan Kecerdasan Buatan Secara Bijak Lewat Senopati Academy
Pcupati.or.id – Ratusan siswa-siswi MAN 1 Pati didorong untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara positif dan bertanggung jawab melalui pelatihan Paham AI via platform Senopati Academy, Kamis (10/9/2026). Kegiatan yang digagas bersama Polresta Pati ini diikuti sebanyak 288 siswa di ruang kelas madrasah setempat.
Pelatihan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri Kabag SDM Polresta Pati Kompol Joko Waluyono, koordinator pelaksanaan, para trainer AI Polresta Pati, serta para peserta didik.
Kompol Joko Waluyono mewakili Kapolresta Pati menyampaikan bahwa perkembangan pesat AI harus diimbangi pemahaman yang baik agar bermanfaat, terutama dalam menunjang proses belajar.
“AI harus dipahami sebagai alat yang dapat membantu siswa belajar dan mengembangkan kreativitas. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi ini digunakan secara positif, produktif, bijak, dan bertanggung jawab,” ujar Kompol Joko.
Dalam sesi pelatihan bertahap dan interaktif tersebut, para siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga dibimbing langsung mempraktikkan pendaftaran akun di platform Senopati Academy, verifikasi OTP, hingga pengisian biodata. Siswa juga diajak mengeksplorasi berbagai fitur seperti Cerita Jeda, Slide Room, serta menggunakan kode akses enam digit untuk bergabung dalam sesi Live Session.
Selama sesi berlangsung, peserta mempelajari empat modul utama meliputi Modul 01, Modul 02, Modul 11, dan Modul 22 yang dilengkapi pretest serta posttest sebagai bentuk evaluasi. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada 288 siswa MAN 1 Pati yang berhasil menyelesaikan pembelajaran dengan disiplin dan antusias.
Kompol Joko berharap kegiatan ini menjadi bekal penting bagi para siswa dalam mengarungi era digital tanpa kehilangan daya kritis.
“Kami ingin siswa memiliki kemampuan untuk menggunakan AI secara cerdas. Teknologi boleh berkembang cepat, tetapi tetap harus diiringi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan tanggung jawab dari penggunanya,” pungkas Kompol Joko. (*/ltn)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar