Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Panggung Muharram Cup Ponpes Bunyanun Marsush Bulumanis Kidul Suguhkan Pentas Teater Edukatif Santri

Panggung Muharram Cup Ponpes Bunyanun Marsush Bulumanis Kidul Suguhkan Pentas Teater Edukatif Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 15.724
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or id- Suasana malam penganugerahan Muharram Cup Pondok Pesantren Bunyanun Marsush, Bulumanis Kidul, Margoyoso, Pati, Jumat (19/6/2026), terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain penampilan kreasi santri seperti pembacaan puisi, khitobah bahasa Arab dan Inggris, rebana, serta pengumuman para juara, panggung tahun ini menghadirkan suguhan istimewa berupa pertunjukan teater dari Madrasatul Qur’an Salafiyah (MQ).

Kelompok Teater MQ yang baru berdiri pada April 2026 tampil dengan dua karya berbeda, yakni teater putri berjudul “Ritus Santri” dan teater putra berjudul “Ziarah”. Kedua pertunjukan tersebut mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan pesantren dan sarat nilai pendidikan karakter.

Ritus Santri, Potret Perjuangan Beradaptasi di Pesantren

Penampilan teater putri dibuka dengan teatrikal puisi berjudul Ritus Santri. Seorang santri baru digambarkan datang ke pesantren dengan langkah tergesa-gesa sambil menggendong tas dan membawa kardus besar bertuliskan kitab-kitab salaf. Di pundaknya juga terdapat dua kardus kecil bertuliskan “Harapan Ayah” dan “Harapan Ibu”, simbol amanah besar yang dibawanya.

Konflik mulai muncul ketika berbagai warna yang melambangkan sifat dan gejolak batin hadir di atas panggung. Warna merah memberikan semangat dan keberanian, hitam mengajak menyerah dan pulang, putih mengingatkan niat tulus untuk menuntut ilmu, sedangkan kuning menghadirkan sikap hati-hati. Masing-masing berusaha memengaruhi tokoh santri hingga membuatnya kebingungan.

Puncak adegan terjadi saat sang santri berteriak keras, “Tidaaaak!” hingga seluruh tokoh warna tersungkur. Setelah pergulatan batin yang panjang, ia akhirnya mampu menyatukan seluruh warna tersebut sebagai simbol keberagaman karakter yang saling menguatkan dalam proses pendewasaan diri.

Menjelang akhir pertunjukan, suasana semakin menyentuh melalui dialog singkat antara seorang ibu dan anak yang sedang menempuh pendidikan di pesantren. Sang ibu berpesan agar anaknya tetap sabar dan ikhlas menuntut ilmu sehingga kelak menjadi anak saleh yang dapat mengalirkan doa kepada kedua orang tuanya. Adegan tersebut diperkuat dengan nasihat dari tokoh Bu Nyai mengenai kehidupan pesantren yang penuh perjuangan namun sarat keberkahan.

Didukung musik pengiring yang selaras dengan suasana, penampilan perdana Teater MQ berhasil menghadirkan pesan mendalam tentang perjuangan, ketulusan, dan keteguhan seorang santri.

Ziarah, Mengingatkan Pentingnya Doa untuk Orang Tua

Suguhan berikutnya datang dari Teater MQ Putra melalui drama berjudul Ziarah. Pertunjukan diawali dengan suasana makam tua bertuliskan “Makam Mbah Bejo”. Dari balik makam, muncul sosok arwah yang menyampaikan keluh kesah kepada Tuhan karena anak-anaknya telah melupakan dirinya dan sibuk memperebutkan warisan.

“Ya Tuhan, mengapa nasibku seperti ini? Anak-anakku telah lupa padaku. Mereka sibuk berebut warisan. Bisakah Engkau hidupkan aku kembali?” tutur tokoh tersebut dalam adegan pembuka yang mengundang perhatian penonton.

Cerita kemudian berlanjut pada perebutan harta warisan oleh beberapa tokoh yang digambarkan melalui simbol warna merah dan hitam. Dalam kesibukan mengejar harta, mereka lupa bahwa orang tua yang telah meninggal justru lebih membutuhkan kiriman doa daripada pertikaian mengenai dunia.

Pada bagian akhir, pertunjukan menghadirkan dua adegan reflektif. Adegan pertama menampilkan seorang anak yang mengadu di makam ayahnya karena merasa tidak dilahirkan dalam keluarga kaya. Keluhannya kemudian dijawab oleh sang paman yang menjelaskan bahwa warisan terbesar seorang ayah bukanlah harta benda, melainkan nilai-nilai kehidupan dan perjuangan.

Sementara itu, adegan kedua menampilkan seseorang yang datang ke makam dengan harapan memperoleh kekayaan dan kemenangan melalui jalan pintas. Kehadiran seorang kiai dalam adegan tersebut memberikan penegasan bahwa makam bukan tempat meminta keberuntungan, melainkan tempat mengingat kematian, mendoakan yang telah wafat, dan mengambil pelajaran hidup.

Menjadi Wadah Kreativitas Santri

Kepala Madrasatul Qur’an Salafiyah, Alwi Ahmad Sulthon, mengapresiasi perjuangan para pemain yang mampu tampil meski memiliki waktu persiapan yang sangat terbatas.

“Sejak pagi hingga menjelang magrib mereka berjibaku berlatih dan mempersiapkan penampilan. Alhamdulillah mereka tetap bisa tampil. Karena ini pengalaman pertama, tentu secara teknis masih ada banyak kekurangan, tetapi secara keseluruhan sudah sangat baik,” ujarnya.

Ia berharap ke depan terdapat momentum khusus bagi Teater MQ untuk menggelar produksi yang lebih matang sehingga dapat menjadi wadah pengembangan bakat dan minat santri di bidang seni pertunjukan.

Senada dengan itu, Pembina Teater MQ, Miftahur Rohim atau yang akrab disapa Pak Oim, mengaku masih menemukan berbagai kendala teknis selama pementasan berlangsung.

“Musik pengiring sempat mengalami kendala, beberapa adegan juga belum berjalan maksimal. Mungkin karena ini pengalaman pertama sehingga anak-anak masih mengalami demam panggung. Ditambah lagi waktu latihan yang sangat terbatas karena padatnya agenda madrasah,” tuturnya.

Meski demikian, menurutnya pengalaman tampil di atas panggung merupakan hal yang jauh lebih berharga bagi para santri.

Ia menjelaskan bahwa naskah Ritus Santri menggambarkan beratnya proses adaptasi seorang santri baru beserta berbagai tantangan yang harus dihadapi untuk meraih kesuksesan. Sementara naskah Ziarah mengajak penonton memahami pentingnya mendoakan orang tua yang telah meninggal dunia.

“Orang yang telah meninggal tidak lagi membutuhkan harta ataupun jabatan. Mereka hanya membutuhkan kucuran doa dari anak-anak yang saleh dan salehah. Harapannya, tontonan ini bisa menjadi tuntunan bagi para santri agar terus berjuang dalam menuntut ilmu dan kelak menjadi anak yang membanggakan orang tua,” pungkasnya.

Penampilan perdana Teater MQ menjadi warna baru dalam rangkaian Muharram Cup tahun ini. Selain menghibur, kedua pertunjukan tersebut berhasil menyampaikan pesan moral yang dekat dengan kehidupan santri serta mengingatkan pentingnya perjuangan, bakti kepada orang tua, dan kesadaran akan kehidupan setelah kematian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Kebenaran Yang Hilang

    • calendar_month Sel, 1 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Buku ini adalah edisi revisi terjemahan karya FaragFouda, Kebenaran yang Hilang, yang pernah kami terbitkanakhir tahun lalu, bekerjasama dengan Badan Litbang danDiklat Departemen Agama. Banyaknya permintaan publikatas buku ini mendorong kami untuk menerbitkan edisikedua ini sesegera mungkin.

  • Birrul Walidain dan Birrul Aulad

    Birrul Walidain dan Birrul Aulad

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

      الحمد لله رب العالمين، الذي يُحمَد على أنه الغنيّ الحميد، إذ له مَحْمدةٌ على كل ما سواه، الغني الكامل غِناه، العالي قبل أن يخلق سَماه، على أن من حكمته خلَقَ الخلق ليعرّفهم على جلاله وجماله وكماله، على مراتبٍ روحية ومراتبٍ عقلية بعموميةٍ وخصوصيةٍ أزلية. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له […]

  • IPNU-IPPNU  Menjadi Pelopor Organisasi Positif

    IPNU-IPPNU Menjadi Pelopor Organisasi Positif

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Warta,IPNU-IPPNU  Pati. Sabtu 7 Maret 2015 di Pendopo Kabupaten Pati, Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU melakukan pelantikan pengurus baru, masa bakti 2014-2015.” Dengan adanya organisasi yang positif sudah barang tentu akan mengurangi kenakalan remaja dan dampak-dampak negative lainnya. Sehingga dengan adanya berbagai macam organisasi yang bernaung dibawah bendera Nahdlatul Ulama (NU) ini, di harapkan dapat […]

  • Nilai Tersirat dari Film Disney . Photo by Jeremy Yap on Unsplash.

    Nilai Tersirat dari Film Disney

    • calendar_month Jum, 21 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun NajikahBeberapa waktu yang lalu, saya sempat menemukan postingan seseorang di media sosial. Hal yang ia bagikan adalah sesuatu yang saya sendiri pun tak menduganya. Sesuatu yang tak banyak orang lain mengetahuinya. Nilai positif yang ada pada beberapa film disney. Cerita disney memang sarat akan cerita imajinatif yang sangat disukai anak-anak. Bahkan bukan […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi 500 Pemudik dari Jobodetabek Disiapi 10 Bus Gratis oleh Pemkab Pati. Photo by CHUTTERSNAP on Unsplash

    500 Pemudik dari Jobodetabek Disiapi 10 Bus Gratis oleh Pemkab Pati

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    PATI – Para perantau dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang hendak pulang ke Pati, rencananya akan dijemput oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Mereka rencananya difasilitas mudik gratis menggunakan 10 bus. Kabag Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pati, Abdul Kharis menjelaskan, mudik gratis ini diperuntukkan bagi 500 perantau.  “Rencanannya tanggal 27 April bus sudah […]

  • Perjalanan Spiritual Ustadz Hanan Attaki: Menemukan Mursyid di NU

    Perjalanan Spiritual Ustadz Hanan Attaki: Menemukan Mursyid di NU

    • calendar_month Sab, 13 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Ustadz Hanan Attaki menyatakan resmi menjadi warga NU di bawah baiat Ketua PW NU Jawa Timur, KH. Marzuqi Mustamar. Kejadian yang cukup menghebohkan dunia maya tersebut berlangsung pada Kamis (11/5) di Ponpes Sabilurrosyad, Malang. Proses baiat ini disaksikan ribuan santri Sabilurrosyad dan juga beberapa kiai yang hadir, seperti Gus Nadirsyah Hosen dan KH. Anwar Zahid. […]

expand_less