Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Panggung Muharram Cup Ponpes Bunyanun Marsush Bulumanis Kidul Suguhkan Pentas Teater Edukatif Santri

Panggung Muharram Cup Ponpes Bunyanun Marsush Bulumanis Kidul Suguhkan Pentas Teater Edukatif Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
  • visibility 16.065
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or id- Suasana malam penganugerahan Muharram Cup Pondok Pesantren Bunyanun Marsush, Bulumanis Kidul, Margoyoso, Pati, Jumat (19/6/2026), terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain penampilan kreasi santri seperti pembacaan puisi, khitobah bahasa Arab dan Inggris, rebana, serta pengumuman para juara, panggung tahun ini menghadirkan suguhan istimewa berupa pertunjukan teater dari Madrasatul Qur’an Salafiyah (MQ).

Kelompok Teater MQ yang baru berdiri pada April 2026 tampil dengan dua karya berbeda, yakni teater putri berjudul “Ritus Santri” dan teater putra berjudul “Ziarah”. Kedua pertunjukan tersebut mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan pesantren dan sarat nilai pendidikan karakter.

Ritus Santri, Potret Perjuangan Beradaptasi di Pesantren

Penampilan teater putri dibuka dengan teatrikal puisi berjudul Ritus Santri. Seorang santri baru digambarkan datang ke pesantren dengan langkah tergesa-gesa sambil menggendong tas dan membawa kardus besar bertuliskan kitab-kitab salaf. Di pundaknya juga terdapat dua kardus kecil bertuliskan “Harapan Ayah” dan “Harapan Ibu”, simbol amanah besar yang dibawanya.

Konflik mulai muncul ketika berbagai warna yang melambangkan sifat dan gejolak batin hadir di atas panggung. Warna merah memberikan semangat dan keberanian, hitam mengajak menyerah dan pulang, putih mengingatkan niat tulus untuk menuntut ilmu, sedangkan kuning menghadirkan sikap hati-hati. Masing-masing berusaha memengaruhi tokoh santri hingga membuatnya kebingungan.

Puncak adegan terjadi saat sang santri berteriak keras, “Tidaaaak!” hingga seluruh tokoh warna tersungkur. Setelah pergulatan batin yang panjang, ia akhirnya mampu menyatukan seluruh warna tersebut sebagai simbol keberagaman karakter yang saling menguatkan dalam proses pendewasaan diri.

Menjelang akhir pertunjukan, suasana semakin menyentuh melalui dialog singkat antara seorang ibu dan anak yang sedang menempuh pendidikan di pesantren. Sang ibu berpesan agar anaknya tetap sabar dan ikhlas menuntut ilmu sehingga kelak menjadi anak saleh yang dapat mengalirkan doa kepada kedua orang tuanya. Adegan tersebut diperkuat dengan nasihat dari tokoh Bu Nyai mengenai kehidupan pesantren yang penuh perjuangan namun sarat keberkahan.

Didukung musik pengiring yang selaras dengan suasana, penampilan perdana Teater MQ berhasil menghadirkan pesan mendalam tentang perjuangan, ketulusan, dan keteguhan seorang santri.

Ziarah, Mengingatkan Pentingnya Doa untuk Orang Tua

Suguhan berikutnya datang dari Teater MQ Putra melalui drama berjudul Ziarah. Pertunjukan diawali dengan suasana makam tua bertuliskan “Makam Mbah Bejo”. Dari balik makam, muncul sosok arwah yang menyampaikan keluh kesah kepada Tuhan karena anak-anaknya telah melupakan dirinya dan sibuk memperebutkan warisan.

“Ya Tuhan, mengapa nasibku seperti ini? Anak-anakku telah lupa padaku. Mereka sibuk berebut warisan. Bisakah Engkau hidupkan aku kembali?” tutur tokoh tersebut dalam adegan pembuka yang mengundang perhatian penonton.

Cerita kemudian berlanjut pada perebutan harta warisan oleh beberapa tokoh yang digambarkan melalui simbol warna merah dan hitam. Dalam kesibukan mengejar harta, mereka lupa bahwa orang tua yang telah meninggal justru lebih membutuhkan kiriman doa daripada pertikaian mengenai dunia.

Pada bagian akhir, pertunjukan menghadirkan dua adegan reflektif. Adegan pertama menampilkan seorang anak yang mengadu di makam ayahnya karena merasa tidak dilahirkan dalam keluarga kaya. Keluhannya kemudian dijawab oleh sang paman yang menjelaskan bahwa warisan terbesar seorang ayah bukanlah harta benda, melainkan nilai-nilai kehidupan dan perjuangan.

Sementara itu, adegan kedua menampilkan seseorang yang datang ke makam dengan harapan memperoleh kekayaan dan kemenangan melalui jalan pintas. Kehadiran seorang kiai dalam adegan tersebut memberikan penegasan bahwa makam bukan tempat meminta keberuntungan, melainkan tempat mengingat kematian, mendoakan yang telah wafat, dan mengambil pelajaran hidup.

Menjadi Wadah Kreativitas Santri

Kepala Madrasatul Qur’an Salafiyah, Alwi Ahmad Sulthon, mengapresiasi perjuangan para pemain yang mampu tampil meski memiliki waktu persiapan yang sangat terbatas.

“Sejak pagi hingga menjelang magrib mereka berjibaku berlatih dan mempersiapkan penampilan. Alhamdulillah mereka tetap bisa tampil. Karena ini pengalaman pertama, tentu secara teknis masih ada banyak kekurangan, tetapi secara keseluruhan sudah sangat baik,” ujarnya.

Ia berharap ke depan terdapat momentum khusus bagi Teater MQ untuk menggelar produksi yang lebih matang sehingga dapat menjadi wadah pengembangan bakat dan minat santri di bidang seni pertunjukan.

Senada dengan itu, Pembina Teater MQ, Miftahur Rohim atau yang akrab disapa Pak Oim, mengaku masih menemukan berbagai kendala teknis selama pementasan berlangsung.

“Musik pengiring sempat mengalami kendala, beberapa adegan juga belum berjalan maksimal. Mungkin karena ini pengalaman pertama sehingga anak-anak masih mengalami demam panggung. Ditambah lagi waktu latihan yang sangat terbatas karena padatnya agenda madrasah,” tuturnya.

Meski demikian, menurutnya pengalaman tampil di atas panggung merupakan hal yang jauh lebih berharga bagi para santri.

Ia menjelaskan bahwa naskah Ritus Santri menggambarkan beratnya proses adaptasi seorang santri baru beserta berbagai tantangan yang harus dihadapi untuk meraih kesuksesan. Sementara naskah Ziarah mengajak penonton memahami pentingnya mendoakan orang tua yang telah meninggal dunia.

“Orang yang telah meninggal tidak lagi membutuhkan harta ataupun jabatan. Mereka hanya membutuhkan kucuran doa dari anak-anak yang saleh dan salehah. Harapannya, tontonan ini bisa menjadi tuntunan bagi para santri agar terus berjuang dalam menuntut ilmu dan kelak menjadi anak yang membanggakan orang tua,” pungkasnya.

Penampilan perdana Teater MQ menjadi warna baru dalam rangkaian Muharram Cup tahun ini. Selain menghibur, kedua pertunjukan tersebut berhasil menyampaikan pesan moral yang dekat dengan kehidupan santri serta mengingatkan pentingnya perjuangan, bakti kepada orang tua, dan kesadaran akan kehidupan setelah kematian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Pati Gelar Tasyakuran Hari Santri 2025, Ada Peluncuran Perbup Pesantren hingga Pemberian Beasiswa Santri

    PCNU Pati Gelar Tasyakuran Hari Santri 2025, Ada Peluncuran Perbup Pesantren hingga Pemberian Beasiswa Santri

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.221
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar malam tasyakuran Hari Santri 2025 di halaman Kantor Bupati Pati, Kamis (30/10/2025) malam. Kegiatan ini dikemas dengan acara Istighotsah dan Gema Selawat. Pada kesempatan tesebut, juga dilaksanakan launching Peraturan Bupati (Perbup) Pesantren, penghargaan tokoh santri, serta pemberian beasiswa santri tahfidz. Ketua PCNU Pati, KH […]

  • PCNU-PATI

    3 Tips Siap Siaga Bencana

    • calendar_month Sel, 10 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Puluhan desa di Kabupaten Pati hingga saat ini masih tergenang banjir. Bahkan aktivitas warga menjadi tersendat. Sejumlah desa juga mengalami kelumpuhan akses. Sebab jalan utama terendam banjir. Banyak masyarakat yang terdampak banjir menggunakan sampan atau pohon pisang rakitan sebagai sarana transportasi darurat ketika beraktivitas di luar rumah. Rangkaian bencana alam yang […]

  • Lazisnu Kayen Kian Mantab, Siap Lakukan Pelatihan Besok

    Lazisnu Kayen Kian Mantab, Siap Lakukan Pelatihan Besok

    • calendar_month Rab, 22 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Rapat koordinasi Lazisnu Kayen bersama MWC NU. Mereka sepakat melaksanakan pelatihan dan pelantikan Upzisnu ranting minggu ini. KAYEN – Pengurus LAZISNU Kecamatan Kayen melaksanakan rapat koordinasi guna membahas pelantikan dan pelatihan Upzisnu ranting Se-Kecamatan Kayen. Rakor tersebut dilaksanakan Senin (20/9) kemarin.  Selain melibatkan pengurus Upzisnu, para pengurus harian MWC NU Kayen juga terlibat dalam Rakor […]

  • Langkah Nyata Menuju Organisasi yang Berdaya dan Mandiri dari MKKS SMK Maarif Se Jateng

    Langkah Nyata Menuju Organisasi yang Berdaya dan Mandiri dari MKKS SMK Maarif Se Jateng

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.804
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Purworejo, 30 Oktober 2025, Sebagai wujud tanggungjawab dan bentuk dukungan konkret untuk mewujudkan visi organisasi yang berdaya dan mandiri, LP Ma’arif NU Jawa Tengah bersama Musyawaroh Kepala Sekolah (MKKS) SMK Ma’arif NU Jawa Tengah menggelar kegiatan Rapat Koordinasi. Kegiatan tersebut juga sekaligus penyerahan bantuan dana operasional kepada MKKS SMK Ma’arif NU Jawa Tengah. […]

  • ​Ubah Sampah Jadi Berkah, Inovasi Sedekah Rongsokan ala LAZISNU Ranting Penggung Ngagel

    ​Ubah Sampah Jadi Berkah, Inovasi Sedekah Rongsokan ala LAZISNU Ranting Penggung Ngagel

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.585
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Ranting Penggung, bersama Badan Otonom (Banom) NU seperti Ansor, Banser, Fatayat, serta Muslimat Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, tengah gencar menggalakkan gerakan Sedekah Rongsokan. Inisiatif ini dilakukan demi menunjang kemaslahatan umat di wilayah setempat. ​Dengan membawa bronjong (keranjang pengangkut barang) di atas sepeda […]

  • Ajarkan Cinta NKRI, RA KH. Hasyim Asy’ari Gentan Ajak Siswa ke LANUD

    Ajarkan Cinta NKRI, RA KH. Hasyim Asy’ari Gentan Ajak Siswa ke LANUD

    • calendar_month Sel, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Sukoharjo – Raudhatul Athfal KH. Hasyim Asy’ari Gentan Bendosari, Sukoharjo, melakukan kunjungan ke Lapangan Udara Adi Udara (LANUD) Adisumarmo Surakarta. Kepala RA KH. Hasyim Asy’ari, Tri Maryati, S.Pd mengatakan Kegiatan Wisata Edukasi merupakan program sekolah yang menggabungkan kegiatan wisata atau refreshing dengan memasukkan muatan materi pembelajaran di dalamnya. “Kegiatan kunjungan ke Lapangan Udara Adi […]

expand_less