Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bupati Semarang Instruksikan Disdikbudpora Pimpin Sinergi Lintas Sektor Bentuk Pokja Pendidikan Inklusif

Bupati Semarang Instruksikan Disdikbudpora Pimpin Sinergi Lintas Sektor Bentuk Pokja Pendidikan Inklusif

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
  • visibility 8.298
  • comment 0 komentar

 

UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang mengambil langkah progresif dalam memperkuat layanan bagi anak berkebutuhan khusus. Dalam gelaran “Gebyar Pendidikan Inklusif 2026” di Pendopo Kabupaten Semarang (14/2), Bupati Semarang memberikan apresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Beliau juga memberikan instruksi khusus kepada Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) untuk segera mengoordinasikan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Inklusif Kabupaten Semarang.

Bupati menekankan bahwa isu disabilitas tidak bisa diselesaikan secara parsial. Oleh karena itu, ia meminta Disdikbudpora menjadi motor penggerak kolaborasi bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Semarang, serta seluruh stakeholder pendidikan terkait termasuk akademisi, profesional dan perusahaan.

Pokja sebagai Pusat Kolaborasi Lintas Sektor
Pembentukan Pokja ini diproyeksikan menjadi wadah integrasi kebijakan dan teknis. Bupati berharap sinergi ini mampu menyelesaikan hambatan administratif maupun sarana prasarana yang selama ini dihadapi 1.384 peserta didik penyandang disabilitas di Bumi Serasi.

“Saya minta Disdikbudpora, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan segera duduk bersama Kemenag dan pihak lain yang bisa memberikan dukungan. Kita siapkan Pokja Pendidikan Inklusif agar setiap kebijakan, mulai dari kesehatan, jaminan sosial, hingga akses pendidikan, benar-benar tersambung dalam satu garis koordinasi yang kuat,” tegas Bupati dalam arahannya.

Langkah Nyata Disdikbudpora dan Akurasi Data PDPD
Menanggapi instruksi tersebut, Plt. Kepala Disdikbudpora Kab. Semarang, M. Taufiqurrohman, menyatakan kesiapannya untuk segera menyiapkan perangkat kebutuhan pendirian Pokja termasuk mengawali dengan penyusunan Peraturan Bupati tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif yang menjadi payung hukum pembentukan Pokja. Salah satu modal utamanya adalah integrasi data Peserta Didik Penyandang Disabilitas (PDPD) yang telah dilakukan bersama Kankemenag dan didukung teknis oleh Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI).

Akurasi data ini pula yang melandasi penyaluran bantuan bantuan dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan BAZNAS berupa uang pembinaan serta alat bantu fisik dalam rangkaian acara tersebut. Ke depan, Pokja ini juga akan bersinergi dengan program pendataan kesulitan fungsional siswa meallui aplikasi Profil Belajar Siswa (PBS) dari Kemenag RI dan Kemdikdasmen guna memastikan standar layanan di sekolah maupun madrasah setara kualitasnya.

Manifestasi Bakat Inklusif Satuan Pendidikan
Dukungan Disdikbudpora terhadap ekosistem inklusif juga tercermin dari moncernya talenta siswa yang tampil dalam acara tersebut. Kerja keras pendampingan di satuan pendidikan membuahkan hasil luar biasa, seperti:

Kolaborasi Tilawah: Siswa SLBN Ungaran dan MI Beji.

Seni Musik: Ansambel angklung dari PKBM Kristha Pertiwi.

Seni Tari: Penampilan memukau dari RA Leyangan dan Tari Warok Inklusif dari MIN 5 Semarang.

Hadir memberikan penguatan, Bunda Inklusi Kanwil Kemenag Jateng, Ade Komaria Saiful Mujab, mengapresiasi langkah Bupati Semarang. Menurutnya, koordinasi lintas dinas di bawah komando Disdikbudpora akan menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam mewujudkan prinsip no one left behind.

Dengan terbentuknya Pokja ini nantinya, Kabupaten Semarang berkomitmen memastikan bahwa hak asasi setiap anak untuk mendapatkan Akomodasi yang Layak (AYL) bukan lagi sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang terukur dan berdampak.

#DisdikbudporaKabSemarang #PokjaInklusi #BumiSerasi #PendidikanInklusif2026 #SinergiLintasSektor #NoOneLeftBehind #KemenagHadir

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan PAC PN Gembong, Ketua: Jangan Terlibat yang Gaib-Gaib Dulu

    Pelantikan PAC PN Gembong, Ketua: Jangan Terlibat yang Gaib-Gaib Dulu

    • calendar_month Jum, 23 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kecamatan Gembong menggelar Pelantikan dan Rakor. Kegiatan tersebut dilaksanakan Jumat (22/6) siang di Aula MANU Gembong. Selain menampilkan peragaan jurus lewat para pendekar andalan, dalan agenda tersebut juga menghadirkan unsur-unsur NU dan pemerintahan. “Saya kira undangan dari Pagar Nusa ini yang paling lengkap ya. Mulai dari pengurus MWC […]

  • PCNU-PATI

    Kuatkan Moderasi Beragama, Dosen INISNU Kembangkan Game Simaksaja

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di kantor Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, dosen Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Hamidulloh Ibda bersama dosen STAINU Purworejo Aniqoh dan peneliti PRAK BRIN Dr. Ahmad Muntakhib menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Uji Validasi Game Moderasi Beragama berbasis Aswaja Annahdliyah (Simaksaja) pada […]

  • Ketua Lesbumi PCNU Pati Terbitkan Buku Berjudul 'Jabrik'

    Ketua Lesbumi PCNU Pati Terbitkan Buku Berjudul ‘Jabrik’

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

      Pati – Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Pati, Arif Sutoyo,  membuat sebuah buku kumpulan cerita pendek yang diberi nama “Jabrik”. Ia mencipkatan buku ini karena terinspirasi dari momen Pemilihan Umum (Pemilu). Arif mengatakan, cerita Jabrik mengambil sudut pandang yang sederhana tetapi membawa pesan  mendalam. Jabrik menjadi tokoh utama yang digambarkan sebagai sosok cerdik dan mampu […]

  • Dampak 5 Hari Sekolah Versi Survei Ipmafa Pati: Ancam TPQ hingga Pembelajaran Tak Maksimal

    Dampak 5 Hari Sekolah Versi Survei Ipmafa Pati: Ancam TPQ hingga Pembelajaran Tak Maksimal

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

      Pati – Hasil survei Fakultas Tarbiyah Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Pati menunjukkan masyarakat khawatir lima hari sekolah menimbul sejumlah dampak negatif bila tetap dilakukan di Kabupaten Pati. Ipmafa menggelar survei pada tanggal 30 Juni hingga 2 Juli 2025. Sebanyak 208 responden terlibat dalam survei ini. Terdiri dari 53,4% laki-laki dan 46,6% perempuan. ”Mayoritas […]

  • PCNU-PATI Photo by Dino Januarsa

    Wakil Rakyat Kalo Gini Terus Kayaknya Perlu Nyantri Dulu Deh

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Oleh : Irna Maifatur Rohmah Bukan menjadi rahasia lagi, tak jarang wakil rakyat yang terjerat KPK. Ya mau apa lagi? Penggelapan dana untuk proyek ini dan itu. Segampang itu mereka mengklaim dana untuk rakyat menjadi milik pribadi. Segudang alasan klasik berulang-ulang dituturkan pada media. Tapi hal itu tidak bisa mengembalikan kepercayaan dan wibawa. Padahal sudah […]

  • Shadow of a person holding some dried flowers.

    KARAKTER UNGGUL BANGSA

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Studi Gebrakan Pati Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Kesuksesan seseorang menurut sebuah penelitian adalah 80 persen ditentukan oleh kecerdasan emosi. Sedangkan kecerdasan intelektual hanya menyumbangkan maksimal 20 persen. Maka, dalam kehidupan sehari-hari kita banyak jumpai orang-orang sukses di bidang ekonomi, politik, dan sosial yang nilainya di biasa, bahkan di bawah standar ketika masih menjadi murid di […]

expand_less