Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » ‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
  • visibility 8.584
  • comment 0 komentar

‎
‎Temanggung – Dr. Muhammad Syakur, S.Sy., M.H., dosen sekaligus Direktur Program Pascasarjana Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, memaparkan materi krusial mengenai dinamika kekuasaan dunia dalam seminar internasional bertajuk “Disorientation of Global Imperialism”. Presentasi ini menyoroti bagaimana pola penjajahan telah berevolusi dari pendudukan fisik menjadi kontrol digital dan ekonomi yang kerap tidak disadari oleh masyarakat modern.
‎
‎Hal itu terungkap dalam International Seminar with Tezpur Collage, Assam, Indonesia bertajuk “War and The Global Economy Impact” di kampus Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman (GUPPI) Undaris Semarang, Kamis (12/2/2026).
‎
‎Dalam paparan materinya, Dr Syakur menyampaikan salah satu poin paling menarik yang disampaikan adalah kontradiksi antara makna bahasa dan realitas sejarah istilah imperialisme (dalam bahasa Arab disebut Al-Isti’mar).
‎
‎Makna teologis dan linguistiknya berakar dari kata amara yang berarti “memakmurkan” atau “membangun”. Hal ini merujuk pada QS. Hud: 61, di mana manusia diperintahkan untuk memakmurkan bumi.
‎
‎Namun dalam realitas sosiopolitik, Dr. Syakur menegaskan bahwa imperialisme justru tidak memiliki hubungan dengan upaya memakmurkan. Sebaliknya, ia menjadi instrumen bagi negara atau kelompok terorganisir untuk menguasai wilayah, sumber daya, dan penduduk secara sistematis.
‎
‎Dr. Syakur menjelaskan bahwa imperialisme tidak lagi identik dengan ekspansi militer atau pendudukan wilayah secara langsung. Ia mengalami transformasi dalam tiga fase utama.
‎
‎Pertama, imperialisme klasik, yakni kolonialisme melalui pendudukan teritorial secara langsung.
‎
‎Kedua, imperialisme modern, yang beroperasi melalui dominasi ekonomi, penetrasi budaya, kontrol media, serta ketergantungan teknologi.
‎
‎Ketiga, imperialisme digital, sebagai bentuk mutakhir yang mengontrol data, algoritma, infrastruktur platform global, serta arus informasi lintas negara.
‎
‎Seminar ini juga menyoroti adanya fenomena “disorientasi”, yaitu ketika praktik penjajahan gaya baru dibungkus dengan narasi yang tampak positif.
‎
‎Eksploitasi ekonomi sering dilakukan atas nama investasi.
‎
‎Homogenisasi budaya dipromosikan atas nama globalisasi.
‎
‎Intervensi politik dijalankan dengan dalih penegakan demokrasi dan hak asasi manusia.
‎
‎Kondisi inilah yang disebut sebagai disorientasi imperial global, ketika kemajuan dan modernitas menjadi retorika yang menutupi ketimpangan struktural dan ketergantungan sistemik.
‎
‎Imperialisme gaya baru membawa dampak signifikan, khususnya bagi institusi pendidikan dan negara berkembang.
‎
‎Dalam konteks akademik, muncul hegemoni kurikulum dan riset, di mana standar publikasi dan metodologi global sering kali meminggirkan pengetahuan lokal serta tradisi intelektual berbasis komunitas.
‎
‎Sementara itu, pada tingkat negara, ketergantungan terhadap pasar global dan teknologi asing berpotensi melemahkan kedaulatan nasional secara struktural.
‎
‎Sebagai penutup, Dr. Syakur menegaskan bahwa universitas seperti INISNU Temanggung harus mengambil peran strategis sebagai pusat kesadaran kritis dan pembebasan intelektual.
‎
‎Peran tersebut mencakup pengembangan keilmuan yang kontekstual dan kritis, penguatan riset berbasis kebutuhan masyarakat lokal, serta pembangunan etika akademik yang berpihak pada keadilan dan kedaulatan pengetahuan.
‎
‎Dijelaskan Syakur, bahwa imperialisme global bukanlah fenomena masa lalu. Ia hadir dalam bentuk yang lebih halus, sistemik, dan canggih. Melalui forum akademik internasional ini, INISNU Temanggung menunjukkan komitmennya untuk terus mendorong pemikiran kritis dan membangun kesadaran intelektual dalam menghadapi hegemoni global yang merugikan.
‎
‎Dalam acara sama, Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung bersama 8 perguruan tinggi lain di Jateng dan DIY melakukan kerjasama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)  dan Memorandum of Agreement (MoA) pada rangkaian kegiatan tersebut.
‎
MoU diteken oleh Rektor Inisnu Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., dengan Principal of Tezpur College, Assam, India Dr. Manoj Kumar Hazarika. Sedangkan MoA dilakukan oleh Direktur Program Pascasarjana Inisnu Dr. Muhammad Syakur, M.H., Dekan FSHEI Inisnu Dr. Sumarjoko, M.S.I., Dekan FTK Inisnu Yenny Aulia Rachman, M.Pd. Hadir pula Wakil Rektor III INISNU Dr. Husna Nashihin, M.Pd.I.‎ (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Mailchimp

    Sekolah Sebagai Tempat Pembentukan Karakter Anak

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pada era globalisasi persoalan karakter menjadi sorotan tajam masyarakat dalam sistem pendidikan. Persoalan yang muncul seperti kekerasan, kurusuhan, kejahatan seksual, etika bahasa yang buruk, mengikis moralitas masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan yang berkelanjutan dan pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan harapan kedepan, lembaga sekolah bisa menghasilkan […]

  • Photo by Dima Solomin

    Mbak Meta

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 589
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Beberapa bulan kebelakang saya melihat beranda di Facebook saya berseliweran ibu-ibu baik muda atau pun setengah tua berbicara tanpa jeda. Mereka mensosialisasikan kegiatannya baik dalam urusan dapur, sumur, tapi kasurnya di skip. Sedangkan dalam unggahan tersebut di kasih tulisan-tulisan yang menghalangi vidio untuk di tonton. Jadi ketika saya melihat vidio […]

  • Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Mahasiswa Pati di Unissula Berikan Bantuan Air Bersih

    Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Mahasiswa Pati di Unissula Berikan Bantuan Air Bersih

    • calendar_month Sab, 23 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Kekeringan akibat kemarau panjang di Kabupaten Pati belum berakhir. Sejumlah wilayah di Bumi Mina Tani hingga kini masih mengalami krisis air bersih. Melihat kondisi ini, para mahasiswa Pati yang menimba ilmu di Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang yang tergabung dalam Pati Student of Sultan Agung Islamic University (Passa), menyalurkan bantuan air bersih ke […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Warung Kopi sebagai Sarana Bertukar Informasi.. Photo by Rod Long on Usnplash.

    Warung Kopi sebagai Sarana Bertukar Informasi

    • calendar_month Sel, 31 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Di era saat ini, tempat paling tepat untuk melakukan diskusi dan kongkow adalah warung kopi. Kenapa harus warung kopi? Menurut hemat penulis, warung kopi sekarang ini sudah menjadi tempat terbaik bagi kalangan mahaiswa untuk tempat diskusi dan mengerjakan sebuah tugas.  Selain itu, banyak dari mahasiswa yang menghabiskan waktunya di warung kopi hanya sekedar untuk diskusi. […]

  • Pati Penyumbang TKI Terbesar

    Pati Penyumbang TKI Terbesar

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Warta, Ansor. Jumat 6 Maret 2015 PC Ansor berkerjama dengan Disnakertransduk Provinsi Jawa  Tengah kemarin. Melakukan sosialisasi peluang kerja dalam dan luar negeri  di Gedung PCNU Pati. Anggots dewan dari Komisi E DPRD Jawa Tengah itu secara khusus meminta pada intansi yang mengurus ketenagakerjaan dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, agar lebih menggencarkan verifikasi terhadap perusahaan […]

  • PCNU - PATI Photo by Ahmedsaborty

    Biografi Imam Malik

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar
expand_less