Peringatan Satu Abad NU, Wasekjen PBNU Benerkan 4 Program Prioritas
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 7.571
- comment 0 komentar

Peringatan Satu Abad NU, Wasekjen PBNU Benerkan 4 Program Prioritas
pcnupati.or.id. – Dalam rangka memperingati 1 abad Nahdlatul Ulama, Kader Pemggerak NU Pati menggelar temu kader di Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA), Ahad (25/1) pagi. Agenda tersebut dihadiri sedikitnya oleh 400 kader penggerak NU.
KH. Ulil Abshar Abdalla (Ketua PBNU), KH. Amir Ma’ruf, (Wasekjen PBNU) dan KH. Abdul Ghoffar Rozin (Ketua PWNU Jateng sekaligus Rektor IPMAFA) juga hadir sebagai pembicara. Selain itu, beberapa tokoh NU Kabupaten Pati juga turut serta dalam acara itu. Menurut KH. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU Pati, temu kader ini dilaksanakan sebagai media penguatan kader supaya terus bergerak dalam melayani warga.
“Sebagai penguatan agar kader penggerak NU terus bergerak melayani warga,” tutur dia.
Sedangkan KH. Abdul Ghoffar Rozin atau Gus Rozin menekankan pentingnya merangkul generasi muda, khususnya kalangan milineal dan alpha. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan NU kepad mereka dan meningkatkan semangat ber-NU di kalangan pemuda dan remaja.
Ungkapan ini disabut serius oleh KH. Ulil Abshar Abdalla yang menekankan pentingnya membangun paradigma dan mentalitas birokrasi di NU. Gus Ulil, sapaan akrab KH. Ulil Abshar, meminjam istilah Gus Yahya (Ketua Umum NU-red), adalah governing NU.
“Sehingga siapapun pemimpinnya, NU tetap berjalan melayani warga secara konsisten. Kolaborasi menjadi syarat kunci dengan membuang egoisme dan kesombongan yang menjadi sumber malapetaka,” ungkapnya.
Empat Program Utama
KH. Amir Ma’ruf, Wakil Sekretaris PBNU, yang juga Kordinator Instruktur Nasional Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak NU, dalam orasinya menekankan empat program prioritas yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh oleh kader penggerak.
Pertama adalah pergerakan di bodang pendidikan. Menurutnya, pendidikan NU harus menjadi prioritas sebagai tempat kaderisasi.
“Pendidikan NU harus unggul dan berkualitas tinggi,” tandas dia.
Kedua, dakwah dengan menyebarkan paham Aswaja kepada masyarakat. Menurutnya, media-media syiar saat ini sudah sangat melimpah, seperti masjid, mushalla, pengajian umum, pesantren, dan media lain, baik offline maupun online.
Ketiga, lanjut Kiai amir, yang tidak kalah penting adalah menggerakkan ekonomi. Dalam konteks ini, Koin NU harus digalakkan dengan manajemen transparan dan akuntabel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Harus transparan dan akuntabel,” tegas dia.
Keempat adalah program di bidang kesehatan. Kiai Ma’ruf menilai, NU harus segera bergerak dalam melayani kesehatan warganya.
“(Program kesehatan) ini sangat penting dan urgent,” terang dia.
Keempat program ini, menurut Kiai Ma’ruf, harus dieksekusi dengan melibatkan seluruh elemen NU. Setelah terlaksana, barulah mencari networking relationship dengan pihak lain yang mampu mendukung.
“Semoga keempat program prioritas ini menjadikan NU selalu diharapkan kehadirannya oleh warga dan bangsa ini. Amiin,” pungkas dia.(jm/lut/LTN)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar