Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peringatan Satu Abad NU, Wasekjen PBNU Benerkan 4 Program Prioritas

Peringatan Satu Abad NU, Wasekjen PBNU Benerkan 4 Program Prioritas

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
  • visibility 7.818
  • comment 0 komentar

 

pcnupati.or.id. – Dalam rangka memperingati 1 abad Nahdlatul Ulama, Kader Pemggerak NU Pati menggelar temu kader di Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA), Ahad (25/1) pagi. Agenda tersebut dihadiri sedikitnya oleh 400 kader penggerak NU.

KH. Ulil Abshar Abdalla (Ketua PBNU), KH. Amir Ma’ruf, (Wasekjen PBNU) dan KH. Abdul Ghoffar Rozin (Ketua PWNU Jateng sekaligus Rektor IPMAFA) juga hadir sebagai pembicara. Selain itu, beberapa tokoh NU Kabupaten Pati juga turut serta dalam acara itu. Menurut KH. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU Pati, temu kader ini dilaksanakan sebagai media penguatan kader supaya terus bergerak dalam melayani warga.

“Sebagai penguatan agar kader penggerak NU terus bergerak melayani warga,” tutur dia.

Sedangkan KH. Abdul Ghoffar Rozin atau Gus Rozin menekankan pentingnya merangkul generasi muda, khususnya kalangan milineal dan alpha. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan NU kepad mereka dan meningkatkan semangat ber-NU di kalangan pemuda dan remaja.

Ungkapan ini disabut serius oleh KH. Ulil Abshar Abdalla yang menekankan pentingnya membangun paradigma dan mentalitas birokrasi di NU. Gus Ulil, sapaan akrab KH. Ulil Abshar, meminjam istilah Gus Yahya (Ketua Umum NU-red), adalah governing NU.

“Sehingga siapapun pemimpinnya, NU tetap berjalan melayani warga secara konsisten. Kolaborasi menjadi syarat kunci dengan membuang egoisme dan kesombongan yang menjadi sumber malapetaka,” ungkapnya.

Empat Program Utama

KH. Amir Ma’ruf, Wakil Sekretaris PBNU, yang juga Kordinator Instruktur Nasional Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak NU, dalam orasinya menekankan empat program prioritas yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh oleh kader penggerak.

Pertama adalah pergerakan di bodang pendidikan. Menurutnya, pendidikan NU harus menjadi prioritas sebagai tempat kaderisasi.

“Pendidikan NU harus unggul dan berkualitas tinggi,” tandas dia.

Kedua, dakwah dengan menyebarkan paham Aswaja kepada masyarakat. Menurutnya, media-media syiar saat ini sudah sangat melimpah, seperti masjid, mushalla, pengajian umum, pesantren, dan media lain, baik offline maupun online.

Ketiga, lanjut Kiai amir, yang tidak kalah penting adalah menggerakkan ekonomi. Dalam konteks ini, Koin NU harus digalakkan dengan manajemen transparan dan akuntabel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Harus transparan dan akuntabel,” tegas dia.

Keempat adalah program di bidang kesehatan. Kiai Ma’ruf menilai, NU harus segera bergerak dalam melayani kesehatan warganya.

“(Program kesehatan) ini sangat penting dan urgent,” terang dia.

Keempat program ini, menurut Kiai Ma’ruf, harus dieksekusi dengan melibatkan seluruh elemen NU. Setelah terlaksana, barulah mencari networking relationship dengan pihak lain yang mampu mendukung.

“Semoga keempat program prioritas ini menjadikan NU selalu diharapkan kehadirannya oleh warga dan bangsa ini. Amiin,” pungkas dia.(jm/lut/LTN)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MAMU Ngerang Salurkan Air Bersih

    MAMU Ngerang Salurkan Air Bersih

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO-Kekeringan yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Pati menyebabkan terhambatnya aktivitas masyarakat. Pasalnya, air sebagai salah kebutuhan vital sulit di dapat. Akhirnya, kegiatan-kegiatan seperti bercocok tanam hingga makan dan minum menuai kendala. Diatribusi air bersih di RW 1 Desa Ngerang, Kecamatan Tambakromo, Pati oleh MA Miftahul Ulum, Ngerang, Mingu (22/9) Menyikapi hal ini, banyak organisasi […]

  • NU dan Muhammadiyah Bersatu Mengawal Perda  No 8 Tahun 2013

    NU dan Muhammadiyah Bersatu Mengawal Perda No 8 Tahun 2013

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Kabar NU. Sabtu 27 Juni 2015 di ruang rapat Pragola Setda Kab Pati. Ormas terbesar di Kabupaten Pati Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, Ansor dan Banser mengadakan Audiensi  dengan Forkompinda perihal Perda No 8 tahun 2013  yang telah habis masa toleransinya awal bulan Juli nanti.             “Terima kasih banyak Pak Bupati telah memberikan waktu untuk kami […]

  • Resepsi 1 Abad NU Plus Harlah PN Dihelat Malam Ini

    Resepsi 1 Abad NU Plus Harlah PN Dihelat Malam Ini

    • calendar_month Ming, 29 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id– GEMBONG – MWC NU Gembong menggelar resepsi 1 Abad NU. Kegiatan ini sekaligus dibarengkan dengan agenda Puncak Perayaan Harlah Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Pati. Beberapa tokoh pengkolan pun hadir dalam acara Ahad (29/1) malam ini. Jajaran PCNU, MWC NU Gembong, hingga PP Pagar Nusa tampak memadati panggung utama. Nantinya agenda ini akan […]

  • PCNU-PATI

    Peristiwa Manikebu Kesastraan Indonesia dan Politik di Tahun 1960 an

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 299
    • 0Komentar
  • Sekolah dan Madrasah Ma'arif Perlu Perkuat Branding

    Sekolah dan Madrasah Ma’arif Perlu Perkuat Branding

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

      Brebes – Lembaga Maarif NU Kabupaten Brebes mengadakan pelatihan yang diperuntukkan untuk tenaga kependidikan, guru dan siswa dilingkungan kabupaten Brebes. Acara ini di laksanakan di gedung PC NU Brebes di Jl. Yos Sudarso No. 36 Brebes. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 50 peserta dari perwakilan guru maupun siswa di lingkungan Kabupaten Brebes pada […]

  • Photo by Dima Solomin

    Mbak Meta

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Beberapa bulan kebelakang saya melihat beranda di Facebook saya berseliweran ibu-ibu baik muda atau pun setengah tua berbicara tanpa jeda. Mereka mensosialisasikan kegiatannya baik dalam urusan dapur, sumur, tapi kasurnya di skip. Sedangkan dalam unggahan tersebut di kasih tulisan-tulisan yang menghalangi vidio untuk di tonton. Jadi ketika saya melihat vidio […]

expand_less